| |
Pesona Waisak Menggugah Kalbu
Oleh YM Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira ;
Ketua Sangha Mahayana Buddhis Internasional
Puja dan puji kepada Hyang Bhagava Sakyamuni Buddha yang sempurna
Cinta kasih, keagungan dan kewibawaanmu telah menggetarkan alam semesta
Demi misi penyelamatan kembali kedunia Saha melalui delapan peristiwa agung
Membabarkan aneka Dharma nan mulia bagaikan menyalakan pelita abadi
Guna menerangi kegelapan dunia, melenyapkan ketahayulan dan kesesatan
Membuka rahasia alam semesta dan sebab akibat hukum kesunyataan
Sadarkan semua makhluk mempunyai jiwa Buddha bisa menjadi Buddha
Batin tanpa rintangan melaksanakan kebajikan menggugah langit dan bumi
Budi jasamu sungguh tak terbayangkan dan dikenang sepanjang masa
Dijaman kemunduran dan kemerosotan moral serta lupa akan jati diri
Semua makhluk membutuhkan kasih dan sinar Buddha pelita kebenaran
Guna menyadari hakikat hidup dan kehidupan semua makhluk di Triloka
Walaupun Raja Dharma Nirmanakaya bentuknya sudah Maha Parinirwana
Tapi Api Dharma yang Kau nyalakan masih tetap berkobar dan dibutuhkan
Segala bentuk aneka api walaupun berbeda tetapi sesungguhnya gunanya sama
Menerangi gelap gulita dapat membakar dupa mengharumkan Dharma Dhatu
Bagaikan api unggun dapat menghangatkan persaudaraan mencairkan kebekuan
Api Dharma bila ditransformasikan sangat berguna dapat membakar karma buruk
Akhirnya apabila mampu menyalakan Api Prajna dapat meraih pencerahan agung
Menyambut Trisuci Waisak semua makhluk bersuka cita melaksanakan puja bakti
Para umat sangat antusias berziarah kecandi Borubudur wujud mandala keajaiban dunia
Dipelataran candi Mendut mereka berkumpul melakoni lagi sejarah perjalanan prosesi
Membawa aneka pustaka Triratna, panji kemegahan, relic suci serta ratna Bodhi
Mempersembahkan aneka bunga, air, pelita, makanan dan sajian yang berlimpah
Barisan sang saka Merah Putih, bendera Buddhis, Majelis dan lembaga agama Buddha
Barisan yang mulia Dewan Sangha dan tamu agung dari manca negara turut serta
Barisan Sraddha bakti putra putri, para pimpinan Majelis dan tokoh pelindung Dharma
Diarak oleh anak bangsa yang memakai pakaian tradisional mewakili semua propinsi
Tak tertinggal instrument musik dan tarian mewarnai jiwa menghidupkan suasana
Umbul-umbul dan aneka panji berkibar menyemarakan suasana menggugah para peserta
Terik matahahari dan peluh yang membasahi tidak menyurutkan minat tulus mengabdi
Menanti instruksi supaya berjalan tertib penuh gaya disambut gempita oleh rakyat banyak
Prosesi berjalan dari candi Mendut melewati candi Pawon menuju candi Borobudur
Langkah pelan penuh kepastian menuju gerbang pembebasan sempurna Paramita
Lautan manusia berduyun-duyun berbaur jadi satu menyaksikan harmonisnya prosesi
Semua peserta terpanggil untuk melestarikan kebudayaan merindukan kejayaan lagi
Dialtar utama penuh sujud menanti detik-detik waisak harapkan berkah dan anugerah
Dengan keheningan suasana seluruh umat Buddha duduk diam memasuki lautan Samadhi
Terdengar sayup-sayup renungan Waisak menyentuh kalbu menggelorakan rasa rindu
Makna tersirat dari Pesan Waisak sungguh menyejukan hati hingga kerelung sanubari
Dikumandangkan aneka musik sorgawi disertai tarian Buddhis menyemarakan suasana
Sungguh berkesan rangkaian upacara Waisak dicandi Borubudur dengan sejuta pesona
Dengan anjali mengucapkan Selamat Hari Suci Waisak
semoga semua makhluk berbahagia
|
|