PESAN WAISAK 2552/2008 MADHA TANTRI
PADA PERAYAAN TRISUCI WAISAK 2552/2008
JAKARTA, SELASA, 20 MEI 2008
MELALUI PENCERAHAN WAISAK KITA WUJUDKAN
SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL
NAMO BUDDHAYA!
Tidak terasa satu tahun telah berlalu sejak kita bersama-sama merayakan Waisak 2551/2007 tahun lalu di Candi Borobudur. Kini kita merayakannya kembali dalam perayaan Waisak Nasional 2552/2008 di Jakarta, dalam rangka mengenang kembali tiga peristiwa penting dalam hidup Buddha Sakyamuni: kelahirannya, pencapaian penerangan sempurna dan parinirvana-Nya.
Saudara-saudara se-Dharma yang berbahagia!
Hadirnya Waisak telah menghadirkan kegiatan yang banyak memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi banyak orang di sepanjang sejarahnya 2552 tahun lalu. Karena kemunculan Sang Buddha di dunia telah membangunkan kesadaran banyak orang untuk mengerti dan memahami hakekat hidup ini sesungguhnya, yakni mencapai kebahagiaan sejati terbebas dari segenap penderitaan.
Hari Waisak merupakan hari kebangkitan dari orang yang telah sadar, Sang Buddha yang telah bangkit dan mencapai kesadaran sempurna. Seorang Buddha adalah seorang yang telah mengatasi penyebab dukkha atau melenyapkan keserakahan, kebencian dan kebodohan batin, dan tumbuhnya pandangan terang yang mencerahkan banyak orang.
Karenanya, hari raya Waisak yang merupakan juga hari Buddha adalah hari yang mengajak umat Buddha semua untuk juga melakukan upaya-upaya menjalani kehidupan dengan tanpa keserakahan, tanpa kebencian, dan tanpa kebodohan batin.
Waisak mengajak umat Buddha untuk bangkit memperjuangkan segala fenomena keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin, mengingat makna Waisak adalah kebangkitan kesadaran, kebangkitan untuk menuju hidup yang baik dan terang.
Saudara-saudara Se-Dharma yang berbahagia!
Perayaan Waisak yang ke 2552 di tahun 2008 ini, yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2008 merupakan sesuatu yang istimewa bagi umat Buddha di Indonesia. Waisak tahun ini bertepatan pula dengan peringatan Seabad Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008.
Seratus tahun yang lalu, para pahlawan yang dirintis oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo, kemudian dilanjutkan oleh Dr. Sutomo, Dr. Gunawan, Dr. Cipto Mangunkusumo dengan mendirikan Budi Utomo yang menggemakan semangat kebangkitan nasional.
Kebangkitan Nasional yang membangkitkan rasa kesadaran bangsa Indonesia yang akhirnya terwujud dalam sumpah pemuda 28 Oktober 2008 dan kemudian menjelma dalam kemerdekaan RI 17 Agsustus 1945, terbentuknya negara kesatuan Repulik Indonesia sampai saat ini.
Untuk itu, tidak berlebihanlah, bila hari suci Waisak yang merupakan hari kebangkitan dari orang yang sadar menjadi Buddha ini, kita sambut pula dengan mewujudkan semangat kebangkitan nasional seratus tahun yang lalu melalui karya-karya Dharma kita untuk persatuan, kesatuan dan kemajuan bangsa.
Dengan spirit ke-Buddha-an dan semangat nasionalisme ini, marilah kita tingkatkan perwujudan semangat Bodhisattva kita dalam beragam karya kepedulian kita demi terwujudnya kesejahteraan bangsa, kemajuan bangsa dan negara.
Dalam semangat kebangkitan nasional dan spirit Bodhisattva menjadi Buddha marilah kita tingkatkan partisipasi dan bakti sosial kita kepada bangsa dan negara melalui karya-karya kepedulian sosial kita sebagai cermin solidaritas, rasa senasib dan sepenanggungan yang akan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa
Semoga pencerahan Sang Buddha 2552 tahun ini selalu menuntun karya dharma kita semua. Semoga benih-benih ke-Buddha-an yang bersemayam di hati sanubari semua makhluk selalu terbangkitkan dan menjelmakan ketulusan dan kemurnian di dalam berbuat kebaikan.
Semoga segala kebaikan yang kita lakukan dapat membuahkan kesejahteraan dan kemajuan bagi bangsa dan negara.
MADHA TANTRI - Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia mengucapkan Selamat Waisak 2552/2008. Semoga Semua Makhluk Berbahagia! Om Mani Padme Hum.
Salam Sejahtera,
Rahmat Hartanto
Ketua Umum Madha Tantri
_____________________________________________
|