|
Sudah lama kita memendam rasa ingin memiliki Kensyujo yang representatif dan bersih dalam artian yang lebih luas, selain bersih secara phisiknya juga bersih status kepemilikannya yaitu milik umat (kita) sendiri.
Dua tahunan kita berburu lokasi di bukit-bukit, khususnya bukit sekitar Gunung Salak antara Bogor dan Sukabumi, tidak kurang dari 10 lokasi pernah kita datangi, satu persatu lokasi-lokasi tersebut harus kita tinggalkan dengan perasaan sedikit kecewa, sedikit kekecewaan itu tidak lain adalah karena tidak sesuai dengan keadaan atau yang kita inginkan, misalnya harga masuk, tetapi kondisi tanah tidak masuk (terlalu luas/kontur tanah tidak bagus/linkungan kurang mendukung) atau sebaliknya.
Perburuan mencari lokasi yang cukup melelahkan akhirnya berhasil, pilihan itu jatuh pada sebidang tanah seluas 10.000 meter persegi (dalam girik) yang terletak di sebelah barat Gunung Salak dengan harga Rp 40.000,- /meter, tetapnya di Kampung Legok, Buniaga, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, yang berjarak +7 km dari kota Bogor, dengan latar belakang Gunung Salak yang berdiri gagah serta kota Bogor pada pandangan depan lokasi ini kita anggap cukup untuk kita pilih sebagai lokasi tempat kita akan membangun Kensyujo, apalagi warga sekitar lokasi serta aparat setempat sudah menyatakan tidak keberatan akan rencana tersebut, bahkan Bapak Sumitra Mulyadi sudah bersedia ketika diminta untuk menjadi Ketua Panitia Pembangunan Kensyujo yang didampingi oleh Bapak Julius Wirianata walau anggota belum dibentuk, maka selanjutnya adalah dengan dasar Dharma Buddha memantapkan semangat serta sikap untuk segera mulai pembangunannya.
Semua ini tentu saja memerlukan rasa kebersamaan diantara kita semua. Dan tentu kita berharap kiranya Kensyujo ini dapat segera terwujud untuk kita manfaatkan sebagai sarana penunjang pelaksanaan tugas hidup kita sebagai Bodhisattva Muncul dari Bumi yaitu menyebarkan Dharma di Masa Akhir Dharma ini agar "Ki" buruk tidak mendapat kesempatan. Selamat dan berjuang terus.

Para peserta Kensyu serius mendengarkan pembekalan tentang Gizi. |
|
|
Sumber : SAMANTABADRA - PEB 2003
|