Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge
Negara dan bangsa disaat sedang bergejolak,
meradang selalu timbul kegelisahan. Sementara banyak orang senantiasa
menyebutnya dengan krisis multi dimensi. Dan lagi-lagi jadi korban mereka yang
lemah, kurang mampu yang langsung menerima dampak dari segala kesulitan.
Disisi lain masalah pendidikan ini adalah salah
satu faktor utama timbulnya problematika baru yang harus dipikirkan. Perwakilan
Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bekerjasama dengan Kodim 0502 Jakarta Utara. Pada
tanggal 01 Oktober 2002 telah mengimplementasikan kegiatan bakti sosial di empat
Sekolah Dasar Negeri dan satu Sekolah Dasar milik Swasta, dengan memberikan 4000
buah buku tulis, dibagikan merata pada wilayah Kelapa Gading Barat dan Kelapa
Gading Timur, Jakarta Utara. Diantaranya SDN 03 Petang Kelapa Gading Timur,
jumlah 227 siswa/1000 buku; SDN 05 Petang Kelapa Gading, jumlah 177 siswa/531
buku; SDN 06 Petang Kelapa Gading Timur, jumlah 64 siswa/469 buku; SDN 01 Kelapa
Gading Barat, jumlah 291 siswa/1000 buku dan SD 01 Jembatan Baru, jumlah 250
siswa/1000 buku. Masing-masing jumlah kelas yang dibagikan terdiri dari kelas
satu sampai kelas enam dengan status pendidikan sekolah dasar.
Rasa kepedulian WALUBI dalam memperingati pasca
Hari Anak Nasional, merupakan sebagai wujud bantuan kemanusiaan demi ketahanan
keluarga dalam anak belajar di sekolah, serta menumbuh kembangkan kesadaran
masyarakat untuk berperan aktif melaksanakan upaya perlindungan anak dalam
kesatuan langkah yang terstruktur, terpadu dan berkesinambungan bagi anak-anak
Indonesia.
Lestari, Kepala Sekolah SDN 06 Petang mengatakan "pada umumnya siswa kelas ini anak-anak dari keluarga tidak mampu dan mau sekolah.
Di usia Sekolah Dasar, mereka mencari makan dari satu tempat ketempat lain sebagai anak jalanan, peminta-minta dan
yang paling sering mangkal di persimpangan lampu merah. Kemudian sebagian dari mereka
melalui suku dinas dititipkan ke sekolah, agar diberi pendidikan yang wajar dan menjadi tanggung jawab pihak sekolah." kilahnya.
Kepala Sekolah yang pegawai negeri mantan Dharma Wanita ini hanya menerima honor 49.000 rupiah perbulan dari sekolah, tidak munafik dan cukup sabar dalam mendidik siswanya, walau kebutuhan keluarganya tidak mencukupi.
 |
|
 |
Para siswa-siswi SD Jembatan
Baru, Kel. Kelapa Gading Barat - Jakarta Utara riang gembira terima bantuan kemanusiaan dari
WALUBI, berupa buku tulis.
|
|
Para siswa-siswi Sekolah Dasar terlantar yang dididik di
sekolah, ingin punya masa depan. Tampak sangat bangga dan ceria dapat belajar di sekolah
|
|
|
|
 |
|
 |
Terima kasih untuk WALUBI disampaikan para siswa-siswa
sekolah, bukunya nanti akan disampul biar rapih, kilahnya. Dan masing-masing mendapat 4 buah buku
tulis.
|
|
Penyerahan bantuan kemanusiaan
Walubi, berupa buku tulis, diterima langsung para siswa-siswi yang hadir di
sekolah. Pesannya "agar lebih giat lagi belajar."
|
|
|
|
 |
|
|
| Kemiskinan tidak menghalangi seseorang untuk tetap
bersekolah, agar tidak menjadi keterbelakangan. Seperti dalam gambar di salah satu
sekolah. |
|
|
|