|
LKBI adalah Lembaga Keagamaan Buddha yang bernaung pada Perwakilan Umat Buddha Indonesia. LKBI merupakan suatu badan federasi yang bergerak menghimpun Vihara-vihara, Cetiya, Klenteng yang ada diluar Majelis agama Buddha.
Pada hari Sabtu tanggal 2 Agustus 2003 Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) Ketua umumnya, N.Singgih dan umat Buddha Vihara Budhi Mulya di Jakarta Utara, melakukan kegiatan bakti sosial ketiga Panti yang berada di Jakarta. Rombongan Vihara Budhi Mulya dipimpin Ibu Lim Khoe Fung dalam kunjungan awalnya ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia di Jalan Margaguna 4, Radio dalam-Jakarta Selatan. Acara seremonial dihadiri oleh Ali Hondir (Ketua Yayasan Budhi Mulya) dan pengurus Panti, Facrizal, Tuti.
Menurut N.Singgih "Pemberian sembako ini tidak banyak jumlahnya, namun dengan bantuan ala kadarnya, umat Buddha yang hadir ini sedikit dapat merasakan kebahagiaan dapat kumpul bersama penghuni panti". Ditambahkan Ketua Umum DPP LKBI, agama Buddha tidak ada perbedaan, maka disinilah selain berkebaktian kita mempraktekan dalam lapangan.
Sumbangan umat Vihara Budi Mulya Jakarta Utara di hari bakti ini mencerminkan kepedulian umat Buddha kepada sesama.Merupakan sebuah ketulusan hati welas asih . Mengingatkan kembali sebagaimana murid Sang Buddha, di kisahkan YA. Moggalana betapa sulit dan pengorbanan nya pada saat menolong ibu tercintanya tersiksa di neraka.
Kegiatan umat Buddha dalam rangka Ulambana/Cioko atau disebut sebagai hari bakti kepada orang tua /leluhur yang telah meninggal. Dan pada bulan ini pula banyak umat Buddha melakukan persembahyangan arwah terlantar, sedangkan di Vihara Budhi Mulya mengadakan ritual upacara di tanggal 15 imlek di bulan Cit Gwe dengan mengundang beberapa Bhiksu Mahayana.
Pada kunjungannya Ketua Pengurus Vihara Lim Khoe Hwong memberikan ampao sejumlah 1,2 juta untuk 120 orang yang ada di wisma panti werdha, dilanjutkan rekan pengurus Vihara dengan memberikan makanan/snack 120bks, baju daster 90 pt, kaos oblong 48, celana pendek 20 pt, susu cair 4 krt, mi instan 4 krt, beras 8 bal masing-masing 25kg, bakery 270 bks dan biscuits 4 krt.
Dalam sambutannya Facrizal mengatakan sangat berterima kasih kepada umat Buddha Vihara Budhi Mulya yang sudah dua kali datang berkunjung yang sebelumnya berlokasi di Kel. Dukuh, Kramat Jati. Penghuni panti sejumlah 171 orang diantaranya 95 orang beragama Islam, 25 orang Kristen dan Katolik, selebihnya 51 orang berada diluar panti, karena melihat kondisi tidak tertampung nya kapasitas ruangan. Sedangkan dari gedung lokasi tersebut eks. Kanwil Depsos DKI seluas 17.925 m2 bangunannya 1320 m2.
Ketika Pers Walubi menanyakan syarat menjadi penghuni, Pengurus panti mengemukakan persyaratan yang diterima yaitu asal warga Jakarta, usia lansia para jompo, minimal 60 tahun, sehat jasmani dan rohani. Untuk luar Jakarta diterima kiriman Dinsos DKI hasil pelaksanaan razia.
"Kegiatan hari hari para jompo ini dilatih ketrampilan membuat keset, handuk pemegang panci, belajar angklung, qasidahan dan memperoleh pembinaan rohani empat kali dalam sepekan" kata facrizal.
Dalam sambut tujuh belasan dilaksanakan lomba tangkap belut, jalan santai, memilah buah, memasukkan bola kekeranjang dan pesan berantai.
Perjalanan kedua menuju Panti Sosial Asuhan Anak Tunas Bangsa 01 Cipayung-Jakarta Timur. Ditempat ini Panti menerima kiriman bayi dibawah lima tahun yang terlantar, seperti ada bayi yang dibuang oleh orang tuanya, ditinggal dari rumah sakit atau bayi dari hubungan luar nikah.
Jumlah Balita yang ditampung sebanyak 54 orang, 40 laki-laki, 14 wanita. Umumnya dari hasil pendekatan para bayi yang dikunjungi, sangat membutuhkan kasih sayang, Ia ingin disapa, digendong dan tak mau lepas saat diturunkan ditempatnya. Hanya iringan tangis pilu dan keharuan para bayi saat lepas dari kepergian pengunjung.
Pengurus Vihara Budhi Mulya disini mendistribusikan antara lain, pakaian anak 4 ls, mainan anak 50 pcs, beras 3 bal, mi instan 2 krt, bakery 1 krt 45 bks, biscuits 40 bks, telor 50 bks dan susu ultra 2 krt. Bantuan tersebut di serahterimakan fatimah, pengurus panti Balita.
Selanjutnya bus yang berlogo Paramita, membawa pengurus Vihara Budhi Mulya meluncur menuju akhir perjalanan yakni ke Yayasan Sayap Ibu. Yayasan yang dimiliki almarhum Jenderal AH Nasution , berlokasi di Jalan Barito II/55 Keb.Baru di Jakarta Selatan. Pada kesempatan ini Ketua Vihara, Khoe Fong memberikan ampao sebesar 600.000 rupiah untuk sejumlah 40 penghuni balita, disertai kiriman bingkisan berupa 4 bal beras, 2 krt mi instan, 2 krt susu cair, 85 bks biscuits, 18 pcs mainan anak, 25 bh jeruk sunkis dan 10 ls kaos/celana anak. Semua diterimakan Harty pengurus Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta.
Di tempat ini umat Vihara melihat sikecil Ayu berusia 6 tahun, yang berkepala besar seberat 20 kg, menderita Hidrochepallus. Dari jumlah hunian, ada yang baru berusia tiga bulan masih disusui dengan susu kaleng. Ali Hondir yang Pembina dan Ketua Yayasan memberi kegembiraan dihadapan anak-anak dengan menampilkan acara sulap disaksikan pengurus
Yayasan.



By : TOTO
|