WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

 IDENTIFIKASI, JAKARTA 2004 TERANCAM ...

 
JAKARTA disamping ibukota provinsi, juga merupakan metropolis kota yang menjadi ladang sumber investasi dan sebagai gerbang Internasional. Barometer Jakarta, bila dilirik tidak saja dihuni oleh warga yang berasal dari berbagai belahan daerah pelosok tanah air saja, walau sudah lengkap dengan beraneka ragam corak budaya, sopan santun, ramah tamah yang menjadi ciri utama masyarakat bangsa Indonesia.

 Namun skeptis, kini ditanggalkan tidak lagi menjadi nilai-nilai yang ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sering dijumpai terjadi berbagai kecemburuan sosial, bermula dari sang pemicu ke tidakadilan, ketika diperkaya oleh sentimen ras dan keagamaan yang dapat melahirkan amuk massa. Disini sama sekali tidak jarang memunculkan perilaku perampasan, penjarahan, pembunuhan bahkan sampai memperkosa.

Lemahnya ketahanan masyarakat bangsa akan kesadaran dalam membentengi diri, apalagi dibarengi dengan keimanan dan nilai-nilai luhur budaya, sehingga timbul perilaku masyarakat yang serba permissif, cenderung konsumtif terjerumus pada jurang yang sangat membahayakan seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, nafza dll.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kondisi seperti ini, para Tokoh agama memandang kondisi dari sisi reformasi yang belum terarah, fundamental perekonomian bangsa begitu lemah dan tidak seimbang dengan jalannya perkembangan laju teknologi, serta arus budaya asing yang dasyat menggurita. Semua ini akibat demokrasi yang berlebihan disamping multi krisis dan pengaruh arus globalisasi yang masuk dari luar.

Implikasi tidak saja menjadikan Jakarta sebagai kota modern dengan kecanggihan dan segala fasilitas kemewahannya, namun pola kehidupan warga Jakarta terlanjur, nyaris terbius hingga menyisahkan sejumlah persoalan, seperti krisis multi dimensi yang menerpa bangsa dan belum tentu ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Aktivitas ini akan terus bergulir memunculkan gelombang-gelombang pengangguran yang demikian besar. Pada akhirnya potret wajah warga kota disana sini melahirkan retaknya sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Pemerintah Daerah Provinsi DKI-Jakarta dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa telah bekerjasama dengan Kanwil Depag RI. Pada tanggal 16, 17, 18 Oktober 2003 di Grafika Mas, Cisarua-Bogor, menyelenggarakan SARASEHAN AKTUALISASI KEWAPADAAN NAS IONAL bagi Tokoh Organisasi/lembaga keagamaan seperti MUI, WALUBI, PHDI, KWI dan PGI. Dalam rangka mengembangkan paradigma dialogal atau pemahaman timbal balik guna membangun sistem kesiagaan dini dalam mewaspadai dan mencegah konflik sosial bernuansa keagamaan.

Kegiatan ini menyamakan persepsi pemahaman tokoh masyarakat dari meningkatnya apresiasi permasalahan dan mewaspadai adanya fenomena yang tumbuh di masyarakat. Aksi event ini merupakan penggalangan para pemuka agama DKI-Jakarta dalam rangka memperkuat pertahanan persatuan dan kesatuan bangsa.

Nara sumber dihadirkan dari Kepala Badan Inteljen Negara dengan topik Kewaspadaan Nasional terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang dari dalam dan luar negeri. Gubernur Lemhanas RI bertopik materi Kajian Strategis upaya meningkatkan kewaspadaan dan prediksi perubahan lingkungan strategis nasional, regional dan global. Kalitbang Depag RI mengambil tajuk Membangun Sistem kesiagaan dini dalam kehidupan antar umat beragama sebagai upaya memantapkan integrasi nasional. Pangdam Jaya mengambil topik Kewaspadaan Nasional terhadap perkembangan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) Pertahanan. Polda Metro Jaya dalam topiknya Kewaspadaan Nasional terhadap dan gangguan ATHG Keamanan. Pakar UI, Prof. Dr. Amir Santoso, Peranan Tokoh masyarakat dalam menyikapi ATHG pada penyelenggaraan Pemilu 2004.

Pemda DKI-Jakarta di kesempatan ini telah mengundang 90 peserta dari lima agama yang berada di Ibukota Jakarta (Buddha, Hindu, Islam, Kristen dan Katolik), dari informasinya telah teridentifikasi akan adanya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang datang dari dalam dan luar negeri, dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat Jakarta dalam penyelenggaraan Pemilu 2004 mendatang.

Peran lintas para Tokoh dari lima agama telah membentuk tiga komisi dan melaksanakan paripurna bersama tim perumus selama dua hari berturut-turut. Hasilnya cukup sukses diserahkan pada Kepala Badan Kesatuan Bangsa Provinsi DKI-Jakarta, lalu ditata kembali dalam satu bundel makalah, kemudian akan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah DKI-JAKARTA dalam hal ini Gubernur DKI-Jakarta.

Isi rangkuman materi rumusan tokoh-tokoh agama/masyarakat lima agama, sebagai berikut :

Pemda DKI-Jakarta diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dengan lintas sektoral, disamping dapat mengintegralkan SDM, lapangan kerja, dan hasil pembangunan daerah serta memberdayakan potensi wilayah. Kedua, mengharapkan Pemda DKI mampu mengantisipasi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.

Presiden Amerika Serikat George W.Bush pada pertemuan lawatannya di Bali dengan Presiden Megawati 22/10 dan para tokoh agama berlangsung selama empat jam. Dalam pembicaraannya mengindikasikan tentang adanya terorisme dan ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan terhadap globalisasi dunia.

APA KATA PENGAMAT POLITIK

Kepala BIN Widyaiswara Luar Biasa, Brigjen TNI Irawan Sukarno, memberikan persepsi tentang negara-negara berkembang pada umumnya, termasuk Indonesia, ancamannya sangat multidimensional dan sebagian besar dari dalam negeri sendiri, termasuk ancaman terorisme yang menggunakan potensi-potensi domestik. Ancaman tersebut dapat berubah sesuai kondi si strategi atau karena adanya perubahan lingkungan untuk kepentingan nasional. Ketika Reporter WALUBI bertanya, di Indonesia akhir-akhir ini banyak terjadi terorisme pemboman, apa sih kerja seorang inteljen? Lalu dijawab "Yah.. kerjanya hanya tahu saja dan tidak berbicara karena giginya kecil", kenapa ? "Yah.. karena di Indonesia tidak ada payung hukum yang melindungi intel, contohnya seperti kejadian kemaren di JW Marriot".

H. Moctarum (Ka Sie Intel Sub Terorisme) lulusan Cairo University tahun 1973. Ada perbedaan antara tugas rohaniawan dan intel, kalau rohaniawan yang dicari adalah kebenaran hakiki sedangkan intel ketidakpercayaan semua itu, kadang bekerja sinis dalam mencari kebenaran. Dirinya sambil menyebutkan contoh sukses intel, di Saudi Arabia ada 7000 khotib dipecat dalam kegiatan berdakwah, lalu dikeluarkan dari majelisnya, karena menyerang agama lain yang semustinya tidak perlu dibicarakan. Menurut Moctarom, radikalisme moslem dan penye babnya timbul, karena faktor eksternal adalah tidak terselesaikannya konflik Arab-Israel secara adil. Internalnya adalah salah memahami ajaran Islam dalam menafsirkan konsep Jihad (berusaha menolong sukarela untuk capai tujuan, dalam arti luas).

Informasi akurat dari lawatannya, Mahasiswa lulusan Cairo University ini ke Palestina. Tercatat sudah 600 ribu demonstran yang antri mendaftarkan diri untuk bom bunuh diri, anti pemerintahan, karena disana radikalisme, jihad = teroris sudah dianggap suatu ideologi.

"Bukan akidah tetapi prinsip-prinsip teori agama dalam hidup bersama itu memang sangat penting diterapkan, bila kita hidup untuk saling mengenal suatu agama", tutur Alex Dinuth (Lemhanas RI). Putra kelahiran Papua Barat ini,berpendapat, Situasi, kondisi dan tindakan ancaman baik fisik maupun non fisik, langsung atau tak langsung akan mengganggu NKRI. Dilihat dari dekat,ini sudah muncul embrio, tetapi belum bermanifestasi dan perlu dilokali sier. Di era reformasi menurut mantan Pemred Berita Yudha, banyak manusia sudah tidak mempunyai rasa memiliki, seperti turunnya etika moral, tidak memiliki kepekaan tentang rasa bersalah, kepekaan rasa malu dan tidak takut terhadap sanksi hukum.

Sedangkan Letkol TNI M. Affandi ( Staf Teritorial Kodam Jaya) berkomitmen "Apa yang ada dibenakmu, NKRI tetap utuh". Berdasarkan data yang diperoleh, kata Affandi banyak LSM yang berada di Indonesia, bisanya hanya menjual negara cuma untuk mendapatkan dolar. Diketahui melalui jaringan komunikasi, intinya memberikan informasi rahasia negara. Ketika ditanya apakah pecah kubuh TNI/POLRI?, "TNI dan POLRI tak pecah dan tidak bisa dipisahkan, keduanya punya fungsi masing-masing, Kalau Polri menjaga keamanan, TNI pertahanan. Bila TNI pecah berarti hancurlah sebuah negara" tegas Affandi.

Kombespol Bambang Surya Wardjoko (Ex. Penyidik Reserse Polda) mengharapkan para Tokoh agama/masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam melakukan perjalanan. Tidak memberi peluang timbulnya aksi kejahatan (pakai perhiasan berlebihan /berpakaian tidak mencolok). Disinyalir pencurian ranmor dan kekerasan, setiap hari jumlahnya meningkat dapat dijumpai dari si pelapor. Diakui keterbatasan Polda Metro Jaya dalam menghadapi tantangan Kamtibmas di Jakarta. Kuantitas penduduk DKI-Jakarta berkisar 16 juta jiwa, sedangkan jumlah personil Polri hanya 22.277 orang, rasionya satu banding 730. Bila ada peristiwa silahkan telepon 112 (bebas pulsa), informasi POLRI juga dapat didengar melalui 911 FM Radio. POLRI memperketat jaringan pengawasan internal dengan mobil patroli POLISI yang dileng kapi Global Pengendalian System (komando pengendalian pusat) 15 menit respontime, bertin dak sampai di TKP. Kontak via telepon seluler (HP) yang perlu diketahui : SMS KAPOLDA METRO JAYA, 0811-82277; SMS ASSISTANCE, 0816-900911. //TT


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.