|
Minggu, 5 Mei 2002
Sudah menjadi tradisi Walubi dalam menyelenggarakan Karya Bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan. Pelaksanaan karya bakti sosial dilakukan pada tanggal 5 Mei 2002 yang merupakan rutinitas kegiatan setiap satu tahun sekali bekerjasama dengan Departemen Agama Republik Indonesia dan di seluruh jajaran Dati I, berkaitan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2546 yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2002. Aktivitas Karya Bakti sosial membersihkan makam pahlawan ini adalah sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kepada para pejuang yang begitu gigih telah mengorbankan segala-galanya demi mempertahankan dan menegakkan hak untuk merdeka.
Tidak kurang dari 2000 Umat Buddha dari berbagai Dewan Pengurus Pusat Majelis yang berjumlah delapan plus satu LKBI membentuk barisan dengan seragam berkaos putih berlogo WALUBI bergabung menjadi satu, diantaranya : Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (MADHA TANTRI), Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia (MAJABUMI), Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI), Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia (MARTRISIA), Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (MAJUBUTHI), Majelis Agama Buddha ZhenFoZhong Kasogatan Indonesia, Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI), Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (PBDNSI) dan Pandita Sabha Buddha Dharma Indonesia.
Deretan umat Buddha dimuka gerbang utama Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta. Telah siap melakukan penghormatan kepada para pejuang tampak berbaris rapih. Inspektur Upacara dipimpin langsung Ibu Dra. Siti Hartati Murdaya, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia.
Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Drs. I .Wayan Suarjaya, Msi mengatakan bahwa para pahlawan kita, telah berjuang untuk kemerdekaan, demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku, bahasa dan budaya dari Sabang hingga Merauke, ini harus tetap di pertahankan. Adanya ancaman disintegrasi bangsa terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus diwaspadai dan kita tindak tegas. Artinya NKRI harus tetap dipertahankan, karena sesuai dengan amanat para pahlawan., tegasnya
Upacara di TMPN Kalibata yang sekian kali dilakukan dengan memanjatkan mantram, doa dan paritta dipimpin oleh Bhikkhu Sangha. Lanjut dilakukan penaburan bunga dari koordinator Bhikkhu Sangha Walubi, Ketua Umum Walubi, Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Ditura Buddha dan para pimpinan Majelis.
Demikian umat mulai sibuk saling membagi tugas kemudian menyebar dalam membersihkan makam pahlawan, ada yang menyapu halaman, mengecat topi baja, merontokan daun kering, membabat rumput liar serta memotong dahan-dahan pohon. Gundukan sampah yang telah dikumpulkan keseluruhannya didorong keluar lalu diangkut dengan truk sampah yang telah disediakan. Toto
|