WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  WAISAK 2547 DI MAKODAM JAYA
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge


DHARMASANTI Waisak 2547 Keluaga Abdi Negara (TNI, POLRI, KORPRI) dan Forum Kerja Guru Agama Buddha DKI Jakarta di Aula Sudirman Markas Komando Disrik Militer Jakarta Raya, Jl. Cililitan, Jakarta Timur, Kamis, 5 Juni 2003.

Waisak bersama yang diselenggarakan sederhana, bertemakan "Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh, tetapi sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya". Kegiatan yang membuahkan persatuan dan kesatuan diantara sesama umat Buddha se Jakarta adalah harapan Keluarga Abdi Negara, kata drg. Nakulianto. Tampak hadir Bhikkhu Sangha Theravada Bhante Vien Vijano, Bhiksu Mahayana, Matra Maitri dan Bhikkhu Sadhanyano, perwakilan dari KASI, Bhiksu Dharma Vimala, perwakilan WALUBI, Pandit J. Kaharuddin, Kasdam Jaya, Brigjen TNI George Toysuta dan Sesepuh Keluarga Abdi Negara, Letkol (Purn) TNI drg. Nakulianto.

Dengan semangat Waisak 2547/2003 umat Buddha meningkatkan kualitas spiritual dan kebajikan demi perdamaian, persatuan dan kebahagiaan umat manusia. Jadi kita semua harus selalu meningkatkan kebajikan demi perdamaian umat manusia dengan melihat dan mawas diri seperti yang dikutip dalam khudaka nikaya Dhammapada 103 yang menjadikan tema Waisak bersama tahun ini. "Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah dapat menaklukkan diri sendiri. Demikian sambutan Ibu Ketua Umum Walubi, Ibu Dra. S. Hartati Murdaya yang disampaikan Bapak Panjika.

Walubi adalah wadah pemersatu majelis-majelis agama Buddha dan Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia yang senantiasa berada dalam suasana rukun, bersatu-padu dalam menghayati dan mengamalkan Dharma Agama dan Dharma Negara. Sebagai wujud Dharma Agama adalah memberikan kebebasan masing-masing majelis dan LKBI untuk melaksanakan ibadah maupun sembahyang menurut tata caranya masing-masing, seperti yang menjadi prinsip Walubi yaitu Non Intervensi. Jadi, Walubi bebas merangkul majelis, atau kelompok -kelompok agama Buddha yang ingin bergabung dengan tujuan menghayati, mengamalkan serta melestarikan agama Buddha, mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, kata Ibu Murdaya.

Dalam mewujudkan Dharma Negara, kita umat Buddha kompak dengan majelis-majelis Agama Buddha dan Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia, bersama-sama mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan melaksanakan kegiatan Karya Bakti sosial, seperti yang telah kita laksanakan dalam mengawali Kegiatan Waisak 2547 tahun 2003 yaitu antara lain :

  1. Kerja bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia dimana Walubi berada, maksud dari kerja bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan itu ialah : Walubi mengajak seluruh umat Buddha Indonesia untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pejuang dan pahlawan bangsa. Karena kehidupan umat Buddha Indonesia dimasa kini telah bebas dari penindasan penjajah, menikmati kemerdekaan, hidup sejahtera meskipun masih didalam kondisi krisis, namun kita hidup jauh lebih baik dibandingkan dengan zaman penjajahan/penindasan dan kondisi sebelum generasi ini.

  2. Bakti sosial pengobatan gratis kepada 14.025 orang pasien penderita berbagai jenis penyakit, mulai dari batuk, pilek, sesak napas, penyakit kulit, sakit gigi, cabut gigi, tambal gigi, pengobatan mata, operasi kecil dimata, sampai dengan operasi bedah minor dirumah sakit lapangan buatan Walubi dengan TNI serta operasi bedah lain-lain yang dilaksanakan di beberapa rumah sakit di Jakarta.

Ketua Umum DPP Walubi berharap agar para Keluarga Abdi Negara (TNI,POLRI dan KORPRI) serta Forum Kerja Guru Agama Buddha dapat mewujud nyatakan cita-cita kita semua agar umat Buddha khususnya dapat mengemban misi mulia dengan menyadarkan bagi manusia yang bertindak keliru dan mengembangkan bagi yang bertindak baik seperti sabda Hyang Buddha bahwa :

"Mereka yang menganggap ketidak-benaran sebagai kebenaran, dan kebenaran sebagai ketidak-benaran, maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran, tetapi mereka yang mengetahui kebenaran sebagai kebenaran, dan ketidak-benaran sebagai ketidak-benaran, maka mereka yang mempunyai pikiran benar seperti itu, akan dapat menyelami kebenaran".(Dhammapada I, Ayat 11 dan 12).

Menurut Pangdam Jaya, Mayjen TNI Djoko Santoso dalam sambutan tertulisnya, dibacakan Kasdam Jaya "Waisak 2547 agar dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa". Beliau sangat setuju dengan perdamaian diantara sesama umat, saling bergandengan tangan dan galang persaudaraan.

Sedangkan menurut KASI, Bhiksu Dharma Vimala sangat menyambut gembira, bahwa kegiatan Waisak di Aula Makodam dihadiri para tokoh umat Buddha dapat berkumpul yang konon dapat duduk bersama-sama, mewujudkan tahun perdamaian.


Dari kiri : Ditura Buddha Depag Bp Corneles Wowor, Mayor Megawati, Kasdam Jaya Brigjen TNI George Toysuta dan Sesepuh Keluarga Abdi Negara Letkol (Purn) TNI drg. Nakulianto.

Tampak hadir sejumlah Bhikhu Theravada dan Bhiksu Mahayana pada acara tersebut

Panjika membacakan sambutan tertulis Ketua Umum Walubi Dra. S. Hartati Murdaya


By: Toto

 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.