|
"TERIMA KASIH PUJI GOHONZON"
DENGAN KEKUATAN GOHONZON, NYAWA IBU SRI UTAMI TERSELAMATKAN...
Bencana kebakaran yang terjadi di Pasar Tanah Abang Blok A , Jakarta Pusat pada hari Rabu siang, pukul 12:30 tanggal 19 Pebruari 2003 lalu, masih menjadi misterius. Menurut salah seorang warga Tanah Abang asal terjadinya api, dimulai dari kepulan asap gardu listrik kemudian dari gardu yang berada dilingkungan pasar Tanah Abang, keluar api dan secara tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah ledakan berasal dari ruang gardu, pada saat bersamaan ditemukan dua titik api letaknya agak jauh dari gardu listrik berbarengan menyala tanpa ada sebab. Semua aliran listrik serentak padam ditambah asap mengepul tebal, orang lalu lalang cari selamat, api terus menyala nyala dan cepat berkobar menjadi besar. Para seluruh penghuni kios berhamburan ditengah gelap gulita, asap menutupi jalan dan kisi-kisi kios, membuat panik disertai sesak napas saat orang berlarian, sementara banyak yang jatuh bergelimpangan, bahkan pingsan dan cepat tertolong dibawa keluar lokasi.
Salah satu dari penghuni kios yang diselamatkan adalah Ibu Sri Utami. Sri Utami seorang ibu penghuni kios yang lahir di Bandung 26 Juni tahun 1936 menerima suatu kemukjijatan dari kekuatan perlindungan Gohonzon. Ia menuturkan kisahnya dalam memulai usahanya di pasar tanah abang tahun 1985. Tadinya hanya punya satu kios, dari ramainya pelanggan, Sri Utami mengembangkan dagangannya dengan menambah jumlah kios. Ibu Sri yang punya hobi dagang, sangat tekun dan ramah kepada pelanggan siapa saja, sehingga banyak tamu sebagai pelanggan baru bersimpatik untuk datang belanja. Setelah putra putrinya beranjak dewasa yang berjumlah 8 orang dan kesemua nya 6 sudah berkeluarga. Dari anak, mantu, cucu, saudara, turun temurun tumplek bergabung berdagang seperti; busana pakaian muslim, selendang, slyer, asesories pakaian penganten adat, dll, telah menempati beberapa blok di areal pasar tanah abang. "Ada yang di blok C , blok F, Blok J dan ada juga yang kiosnya dikontrakan pada orang lain dan puji Myo Horengkekyo semua kios selamat dari kepungan api" ungkap Ibu Sri.
Kerugian Ibu Sri dari pasca kebakaran, penghasilan omzet yang didapat sekitar 15 juta perharinya, kini berkisar 300 ribu sampai 1 juta. "Kondisi lokasi memang agak gelap dari biasanya, terlihat dari suasana diluar tidak mendukung, mungkin pelanggan masih pada takut untuk belanja" pinta Ibu Sri.
Ibu Sri Utami telah 20 tahun aktif di PBDNSI, bersyukur pada Buddha dengan menyebut Myo Horengkekyo secara berulang-ulang, Ia lolos dari amukan api dan toko nya yang berjumlah delapan selamat. Api yang telah menjarah ratusan kios begitu cepat, karena mayoritas berdagang pakaian dan api mudah terbakar Tetapi sayang sekarang berdagang ditengah kegelapan hanya menunggu pelanggan tak kunjung datang.
Hampir mirip dengan penghasilan putranya, Susanto penghuni kios Blok J, Ketika ditanyakan Wartawan Samantabadra ia merasa kehilangan 80 persen dari perharinya yang didapat. Tetapi tetap dirinya terus diberikan semangat dari orangtua nya dan akhirnya pantang menyerah pingin terus berjualan, sambil melengkapi dagangannya untuk dimuat kembali ke atas rak yang masih kosong. Sekarang diri Ibu Sri merasa bebas karena anaknya telah mendukung aktivitas sebelumnya telah diemban orang tuanya yang belasan tahun itu.
Harapan para pedagang kepada pihak pengelola secepatnya kios ditata ulang kembali. Peraturan yang telah ada segera diperbaiki, selain itu lahan parkir sepanjang 200 meter telah dipenuhi pedagang kaki lima yang semrawut harus ditangani serius, karena mengganggu untuk parkir keluar masuk kendaraan yang dirasakan sangat sulit bergerak.
Demikian hari-hari Ibu Sri banyak waktu luang bisa ikut angklung, pertemuan-pertemuan, diskusi, kensyu untuk lebih dekat lagi kepada Buddha Gohonzon.
Ibu Sri termasuk salah satu anggota paling tua yang masih aktif di tim dari 40 anggota angklung PBDNSI, Ibu Sri sangat menyukai angklung sejak remaja sampai sekarang mau belajar dan senantiasa penyabar, walau dapat tegoran pelatih, tetap tenang, dan dirinya diakui masih banyak kekurangan.
Ibu Sri yang melanglang buana bersama grup angklung PBDNSI pernah diundang untuk mewakili Pemerintah Indonesia ke Jepang, Australia, Malaysia. Dalam waktu dekat kembali dengan grup nya akan berangkat ke RRT. Langkah persiapan grup Angklung ini sangat inovatif, kini sedang mempelajari lagu Kuch-Kuch Ho Tahey dan lagu-lagu Inul Daratista bersama goyangnya untuk sambut Hari Kartini?

Ibu Sri di kiosnya |
|

Dagangannya yang selamat dari amukan api |

Kondisi setelah kebakaran hebat di Pasar Tanah Abang |
|

|
By : Toto
|