|
API SUCI HOMA MENYALA BAWA BERKAH BAGI LELUHUR, KESEJAHTERAAN BAGI SEMUA MAKHLUK. Tiga upacara Homa yang diadakan di Vihara Dharma Hastabrata, Jakarta Barat selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2003. Dalam menyambut bulan bakti/hari Ulambana. Upacara Homa telah dilaksanakan di samping vihara sebagai bagian ritual upacara . Acharya memimpin tiga kegiatan sekaligus tiga kali selama sepekan . Di antaranya, Homa Ksitigarbha Bodhisattva, Homa Lima Penjuru Dewa Rejeki dan Homa Guru Padma Sambhava.
VA Lian Chong menjelaskan bahwa semua upacara Homa memiliki makna yang sama, sesuai dengan maksud dan tujuan dari ritual upacara itu sendiri, yakni menyingkirkan karma buruk dan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh makluk, di lain pihak menumbuhkan ke harmonisan diantara sesama umat Buddha yang hadir.
Kegiatan ritual Upacara Homa Kstigarbha Bodhisattva, lebih banyak menekankan pada penyebrangan arwah para leluhur dan ini sangat tepat sekali dilaksanakan bersamaan dengan jatuhnya waktu yang tepat untuk merayakan Ulambana atau persembahyangan Cioko dan khusus ditujukan bagi keselamatan penyeberangan arwah para leluhur.
Sedangkan ritual upacara Homa Lima Penjuru Dewa Rejeki, lebih di fokuskan pada kesejahteraan dan rejeki. Ini lebih menitikberatkan pada kehidupan duniawi dan keseharian umat dalam mencari nafkah.
Demikian dengan ritual upacara Homa Guru Padma Sambhava yang bertepatan dengan HUT Padma Sambhava. Sebagai penghormatan disebut dengan silsilah Guru Sesepuh dalam memuliakan ajarannya. Guru Padma Sambhava merupakan Guru spiritual ajaran Tantra. Bagi yang ingin memperoleh kesempatan belajar Tantra, dapat mengetahui lebih luas tentang Padma Sambhava yang banyak memberi ajaran untuk mencapai keberhasilan tubuh cahaya pelangi, haruslah menghormati dan mengerti tentang ajarannya, melalui Dharma Tantra yang ada di vihara Tantrayana.
Pelaksanaan ritual upacara Homa di Vihara Dharma Hastabrata di Jakarta Barat, menurut Ketua Umum DPP Madha Tantri, Susan Kumala SE, merupakan suatu keistimewaan tersendiri. Bukan dari jumlah umat yang hadir dan melaksanakan tekun dalam berpuja bakti, melainkan suatu wujud ritual upacara yang sakral dan agung, hal mana umat pun dapat mengerti dan memahami makna dari upacara itu sendiri.
Vajra Acharya mengungkapkan masing-masing dari keistimewaan ritual tersebut dalam setiap dharmadesana. Dan para umat Buddha yang hadir mempunyai kaitan jodoh yang kuat dengan Tantrayana Satya Buddha.
Dalam kesempatan itu pula Vajra Acharya Lian Chong menjelaskan tentang syair Zen yang diberikan oleh Maha Guru Lian Sheng pada tahun 1994.
Hari bulan bakti pada Ulambana adalah upacara penyebrangan leluhur, agar di alam sana para leluhur memperoleh makanan dan dapat menyeberangi pantai bahagia. Pada saat ritual inilah Kstigarbha Bodhisattva akan mengulurkan welas asihnya dengan membuka pintu sorga bagi para arwah leluhur dari sanak keluarga yang memohonnya. Semesti nya tidak heran bila upacara Homa itu umat antusias melaksanakannya, karena dari mereka ingin turut serta memberi bantuan bagi penyeberangan para arwah leluhur atau sanak saudara yang telah meninggal agar dapat memperoleh kebahagiaan.
Pelaksanaan kedua upacara Homa itu bertambah lengkap dan sempurna dengan Homa Padma Sambhava. Melalui upacara Homa ini umat dapat mengenal ajaran Guru Padma Sambhava secara ritual.
Vajra Acharya Lian Chong merangkai dan memimpin upacara Homa dengan penuh semangat di lengkapi dengan dharmadesana, disempurnakan abhiseka pada setiap umat yang hadir. Hasil dari kotbah dharma Vajra Acharya sangat singkat, namun terasakan bermakna, bila sungguh-sungguh menyimaknya akan memungkinkan tumbuhnya keyakinan yang semakin dalam pada diri pribadi. Akhirnya umat dapat menerima manfaat ritual upacara Homa, kebenaran ajaran Satya Buddha. Mt/tt
Sumber : MAJALAH CENFO
|