sebanyak 2.685 pasien di Kabupaten Temanggung dan Cilacap
Ketua umum walubi, Dra Siti Hartati Murdaya yang di jumpai di tempat terpisah,
mengatakan situasi dan kondisi bangsa di negara kita, kian hari semakin mengalami
krisis multi dimensional yang berkelanjutan. Sementara sebagian anak bangsa sedang
dihadapkan dengan keterpurukan pada sector ekonomi yang menyebabkan turunnya tingkat
kesejahteraan serta kesehatan masyarakat.
Hal inilah yang menjadikan Walubi terpanggil, mengetuk hati sebagian komponen bangsa
yang masih memiliki kemampuan dan keperdulian yang tinggi untuk berpastisipasi saling
membantu bersama-sama melaksanakan karya nyata dalam mengamalkan misi Dharma Negara
beraktualisasi pada ajaran Hyang Buddha. Yaitu mengembangkan sifat maitri dan karuna
(cinta kasih dan kasih sayang), maka berbagi kasih ini diwujudkan dalam bentuk bakti
sosial Kesehatan kepada saudara kita yang mengalami kondisi kesehatan menurun saat ini,
tuturnya.
Sedangkan sasaran pokok bakti sosial pengobatan sukarela ini diungkapkan Syska Riyanti
Andreas (Ketua Pervibumi) adalah memberikan bantuan kesehatan pasca banjir kepada warga
setempat yang terkena musibah. Kebanyakan dari komunitas lingkungan wilayah sering
dihadapkan dengan banjir kiriman yang sekian hari air mengedap. Sehingga berdampak pada
warga terjangkit penyakit kulit, gatal gatal, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)
ditambah lagi pegal-pegal, pusing serta diare.
Ketua Pervibumi menambahkan, rasa keperdulian Yayasan Paramitha, Walubi dan Pervibumi
dalam kebersamaan bergotong royong memberikan uluran tangan dalam bakti perduli sosial
pada warga pra sejahtera, ini pun telah dimulai sejak banjir kabupaten Cilacap dan Kebumen,
Jawa Tengah, pada November tahun 2000 lalu, katanya.
Walubi, Yayasan Paramitha, Pervibumi terjun menelusuri ketiga desa dari dua kabupaten.
Adapun desa yang disinggahi pada pengobatan Cuma Cuma pada tnaggal 9 January 2002 adalah
desa Getas, Dusun Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa tengah.
Sebuah desa yang berada diatas Gunung Watu Payung dengan ketinggian sekitar 200 kaki dari
permukaan air laut.
Selanjutnya tanggal 10 January 2002, aksi yang sama di gelar di Balai Desa Mujur,
kecamatan Kroya, kabupaten Cilacap, dan yang terakhir di balai Desa Grugu Kecamatan
Kawunganten, Cilacap. Jumlah pasien selama 3 hari dari tiga desa dicapai sebanyak 2999 orang.
Tampak hadir Koordinator Dewa Sangha Walubi, YA.Bhiksu Dutavira Mahasthavira,
Ketua I DPD WALUBI Jawa Tengah, Heri Purnomo, Ketua Pervibumi Syska Riyanti, Ketua DPW Walubi
Cilacap, Tukul Waluyo dan pihak Muspika.
|