WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  UMAT BUDDHA HENING DI DETIK-DETIK WAISAK


Seratusan ribu umat Buddha yang datang dari dalam dan luar negeri dikawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang,Jawa Tengah, jumat tgl. 16 Mei 2003 mewarnai suasana detik-detik Waisak 2547/2003.

Detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada pikul 10.35.48 WIB. Seratusan ribu umat Buddha itu terlihat bermeditasi bersama ratusan biksu dari berbagai dewan sangha hingga pukul 10.43.2 WIB. Kawasan Candi Borobudur pun diselimuti kehiningan.

Mereka melakukan meditasi dengan sikap tangan anjali dipimpin Bkisu Win Jano Maha dari Sangha Raja Thailand. Meditasi saat detik-detik Waisak itu dilakukan para umat Buddha di altar utama pelataran barat Candi Borobudur.

Para umat duduk di karpet dengan bersila di bawah tenda ukuran besar, sedangkan para biksu dengan mengenakan jubah sesuai sangha masing-masing bersila dipanggung tempat altar utama. Waisak yang dihiasi antara lain patung Buddha warna kuning keemasan, api dharma dan air berkah, aneka warna lilin, sesaji berupa buah-buahan dan bunga.

Seusai meditasi detik-detik Waisak 2003, Biksu Serlin Tulku Yongdzin Rinpoche dari Nepal mempimpin umat melakukan penghormatan kepada Sang Tri Ratna yang dilambangkan Patung Buddha Gautama warna kuning keemasan di altar utama dan kemudian membacakan mantra-mantra suci. "Semoga kesadaran kita masing-masing patut ditemukan pada Hari Tri Suci Waisak 2003 yang istimewa ini, " kata Biksu Win Jano.

Ia menyebut persembahyangan Waisak 2003 di Candi Borobudur diwarnai berbagai hiasan indah batin para umat yang datang ke Borobudur dari berbagai tempat baik di dalam maupun di luar negeri.

"Persembahyangan itu artinya melakukan dharma, kita hidup ini penting untuk melakukan dharma. Selama perayaan Waisak umat harus selalu meresapkan nasihat-nasihat tentang kebenaran dan kesucian yang telah disampaikan para dewan sangha, :" katanya.

Sulut Api Perdamaian

Sebelumnya, seusai resepsi Waisak Nasional 2003 di Borobudur, Kamis 15 Mei 2003 sekitar pukul 22.30 WIB Menteri Agama Said Aqil Husain Al Munawar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yoko Nuwawea dan Ketua Umum PerwakilanUmat Buddha Indonesia (WALUBI) Siti Hartati Mudaya menyulutkan api di dalam obor Candi Borobudur.
Usai penyuluptan api perdamaian di Candi Borobudur para biksu dan umat melakukan pradaksina atau berjalan kaki mengelilingi candi sambil berdoa. Mereka mengelilingi candi searah jarum jam dengan mengenakan jubah dan membawa lilin.
Prosesi pradaksina itu berlangsung hingga sekitar pukul 24.00 WIB. Resepsi Waisak Nasional 2003 di Candi Borobudur sempat diwarnai hujan, namun kegiatan itu tetap berlangsung lancar.

SOLO POS - Sabtu 17 Mei 2003


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.