|
Menteri Agama (Menag), Said Agil Husin Al Munawar, mengajak seluruh umat Buddha untuk bahu - membahu bersama umat beragama lainnya dan pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan bangsa. "Melalui perayaan Tri Suci Waisak ini agar bahu-membahu bersama-sama umat beragama lainnya dan pemerintah dengan cara membentengi diri dengan moral dan spiritual agama." Tandas Menag pada Puncak Perayaan Waisak 2547/2003 di Candi Borobudur, Magelang, Kamis 15/5 malam.
Lebih lanjut Menag mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan berbagai masalah dan peristiwa yang muncul ditengah-tengah gencarnya arus informasi dan globalisasi yang melanda dunia.
Peristiwa yang muncul yaitu : Peristiwa Maluku, Papua, GAM, maraknya peredaran narkoba, pornografi, serta peledakan bom di berbagai tempat di tanah air yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional dan menimbulkan berbagai macam masalah.
Peringatan diikuti puluhan ribu umat buddha dari dalam dan luar negeri. Ini merupakan peringatan tahun emas Waisak, dimana Borobudur menjadi tempat peringatan secara nasional.
Puncak Waisak dilangsungkan sejak Kamis (15/5) petang. Prosesi suci Waisak dimulai dengan kegiatan ritual di Candi Mendut, yang berjarak 3 Km sebelah timur Candi Borofudur. Seluruh umat, dipimpin para bhikkhu dan bhikkuni kemudian melakukan perjalanan suci menuju Borobudur, melewati Candi Pawon. Iring-iringan prosesi diawali dengan rombongan bhikkhu yang membawa api abadi dari Mrapen, Grobogan dan air berkah yang berasal dari Umbul Jumprit, Temanggung.
"Peristiwa Waisak membuat umat buddha merasa wajib berupaya keras untuk memajukan kualitas spiritualnya agar suatu saat dapat menjadi Buddha, yaitu kebahagiaan tertinggi," Kata Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Inonesia (Walubi), Siti Hartati Murdaya, dalam sambutannnya pada acara itu.
Menurut Hartati, berkaitan dengan Waisak ke-50 di Candi Borobudur ini juga dibentuk Yayasan Pengelola yang bernama Yayasan Borobudur Paramita Indonesia.
Yayasan ini, ujarnya, akan bekerjasama dengan pemerintah daerah pusat, dan masyarakat sekitar untuk mengelola Borobudur sebagai pusat wisata religius. Walubi akan memberi modal 10 miliar.
Persatukan Buddha
Menakertrans, Jacob Nuwa Wea, yang hadir bersama Menag, berharap agar umat Buddha di Indonesia bisa melangsungkan peringatan Waisak secara bersama-sama disatu tempat. Sehingga gaung persatuan akan muncul. "Tidak seperti sekarang ini, di Borobudur ada Walubi dan ditempat lain ada Kasi (Konferensi Agung Sangha Indonesia)," tandas Jacob.
Harapan senada dipaparkan Menag. Menurutnya, perbedaan yang terjadi antara WALUBI dan KASI hanyalah perbedaan biasa yang juga terjadi dalam tubuh Islam. "Insyah Allah kita usahakan terus selalu mengajak mereka berdialog. Perbedaan merka itu biasa, aliran-aliran dalam Islam juga begitu," tutur Menag.
Republika
|