WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  2 Korlap Baksos Walubi & Paramita Telah Tiada
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge


SETIAP detik berjuang melakukan kebajikan dan setiap detik kehidupan terdapat perubahan tak akan pernah terulang kembali. Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa kita telah delapan tahun terlewati bersama-sama berjuang bahu membahu, membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan pertolongan. Waktu bergulir begitu cepat, proses karma kehidupan tersentak tak dapat ditunda-tunda, tanpa diketahui kapan kita akan mati.

Kini kita kehilangan dua pahlawan, koordinator pelaksana Tim YKS PARAMITA dan WALUBI telah mendahului kita. Almarhum Haryono Sutandar dan Almarhum Freddy Hidayat

Almarhum Haryono Sutandar yang bekerja di Bina Usaha Paramita sejak tahun 2000 pada bagian suplai bahan makanan. Hari-harinya disibukkan mencari bahan menu makanan kebutuhan, yang diperoleh di pasar induk Kramat Jati-Jakarta Timur, untuk ransum makan siang sejumlah lebih dari 20.000 karyawan CCM Group plus Walubi, Paramita. Beliau telah meninggalkan kita dan seorang istri tersayang pada tanggal 3 Pebruari 2003 pukul 19:00 malam hari dengan kasus serangan jantung saat berada di Pasar Induk.

Menyusul almarhum Freddy Hidayat di lahirkan pada tanggal 12 Juli 1944 telah meninggalkan kita semua pada hari Selasa 15 Juli pukul 02:20 dini hari. Dan menjalani karmanya dengan tenang. Jasad almarhum akan disempurnakan di krematorium Nirwana-Bekasi pada tangal 17 Juli 2003 berangkat dari Rumah Duka Husada pukul 09:20 pagi.

Almarhum Freddy yang dilahirkan dengan nama Lie Kim Seng meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak : Ferry dan Liliana serta 4 orang cucu.

Kisah tragis dialami alm.Freddy ditandai dengan tidak biasanya almarhum mau makan daging yang berlemak, dimasak dan disajikan oleh untuk sendiri selama satu minggu.

Seperti biasa yang dilakukan almarhum sebelum tidur meminum obat alergi merk obat CTM antara satu, dua butir. Biasanya setelah meminumnya badan terasa enteng, bisa tidur. Rutinitas ini terus hampir setiap hari melakukannya, karenanya bila tidak memakai obat CTM dikeluhkan almarhum tidak bisa tidur, menurut putri almarhum Liliana (anak ke 2) ketika dijumpai Pewarta WALUBI di Rumah Duka Husada sebelum keberangkatan menuju Krematorium Nirwana- Bekasi.

Siapa yang tidak menduga meminum obat, bukannya enak tidur badan terasa enteng, malah sebaliknya. Sekujur tubuhnya panas, almarhum menderita pusing kepala yang luar biasa disertai kejang-kejang, lalu kulitnya timbul memerah. Dengan spontan keluarga kebingungan harus makan obat apalagi..? Kemudian dicarilah warung terletak untuk mencari sejenis obat Flu, setelah didapat segera meminumkannya kepada almarhum. Keluarga khawatir almarhum panas dingin, karena seluruh tubuh dari panas berubah menjadi dingin.

Apa yang ditimbulkan dari minum obat, almarhum sudah tak berdaya, tulang sendi-sendi serasa lepas dari tubuhnya, keluarga memvonis bahwa almarhum sepertinya keracunan. Dari mulut dan hidungnya mengeluarkan cairan putih, menurut almarhum terasa mual saat itu, yang dikutip dari putrinya Liliana kepada Pewarta WALUBI.

Selanjutnya keluarga almarhum ingin memberikan beberapa butir norit, sebagai obat penawar racun, tetapi tidak kesampaian, air muka almarhum yang terlihat segar kemudian berubah sedikit demi sedikit memar membiru. Keluarga almarhum akhirnya memutuskan segera dibawa ke RS Husada ke bagian Unit Gawat Darurat yang terletak di Jalan Mangga Besar Raya yang tak jauh dari rumah almarhum di Jalan Budi Rahayu, Pangeran Jayakarta -Jakarta Pusat.

Tepatnya satu hari setelah penangalan 15 Imlek 15/7/03 pada hari Selasa pukul 02:20 Almarhum Freddy Hidayat menghembuskan nafas terakahir, setelah dokter RS Husada meminta keluarganya dikumpulkan. Dari hasil pemeriksaan medis, Almarhum menderita komplikasi dan pembuluh darahnya mengalami pecah, karena jiwa almarhum tidak dapat tertolong.

Almarhum sempat pada tanggal 12 Juli 2003 merayakan ulang tahun yang ke 60 yang ternyata hari terakhir baginya. Kehidupan Almarhum Freddy sangat riang dan sayang pada keluarga, biarpun kegiatan keseharian sibuk dengan pekerjaan. Ia sangat dekat dengan empat cucunya yang setiap minggu diajak jalan-jalan di Mal Manga Dua.

Salah satu cucunya Lia merasa kehilangan almarhum sebagai engkong. "Engkong sudah meninggal sudah dipanggil Tuhan dan tak mungkin hidup lagi', tutur Lia. Lia yang cerdik, baru duduk di kelas TK B, walau takut dengan Engkong yang sudah meninggal, namun dirinya tetap mengantar Engkong hari terakhir diperabukan.

Almarhum Freddy seorang yang berjiwa besar dalam memimpin kegitan Sosial, beliau secara sah pada tahun 2000 diberi wewenang khusus oleh Ibu Dra.S.Hartati Murdaya sebagai Ketua Koordinator Kepedulian Sosial Paramita, disamping Ketua Kordinator Bakti Sosial Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Bddha Indonesia.

Kini kepergiannya sudah tidak dapat ditawar lagi. Beliau yang sangat berjasa di YKS Paramita dan Walubi dalam berjuang pada awal pemberian beras TIM PEDULI DKI- JAKARTA dan setiap kegiatan bakti sosial kesehatan WALUBI dimana saja.

Selamat jalan Bapak Haryono, Bapak Freddy ... semoga bapak senantiasa diterangi jalan oleh para Buddha dan Para Bodhisatwa. Semoga beliau memenuhi janji Buddha Amitabha di sorga sukhavati.

Sekilas Info :
Surat Keputusan tahun 2000 yang ditandatangani oleh Ibu Dra. S. Hartati Murdaya tentang wewenang tugas jabatan Koordinator YKS. PARAMITA adalah :
Koordinator I : Acin Gunawan
Koordinator II : Freddy Hidayat (almarhum 15/7/03)
Koordinator III : Haryono Sutandar (almarhum 3/2/03)
Koordinator IV : Bing Sunarto

By : TOTO


Selamat jalan Pak Freddy... semoga senantiasa Bapak memperoleh penerangan dari para Buddha & Bodhisattva



Ucapan kesedihan dari pihak keluarga tertuang haru... ketika almarhum diusung keruang kremasi "Nirwana" Bekasi



Bhiksuni Virya Guna (Sekjen Majubumi) saat memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Freddy Hidayat
di Rumah Duka Husada, Jkt-17/07/03


Lia (4 Th) masih duduk di kelas TK B, cucu kesayangan Almarhum Freddy H. turut menyaksikan saat Engkongnya di kremasikan di Nirwana Bekasi 17/07/03. Dengan kesedihan Lia menuturkan "Engkong sudah dipanggil Tuhan".

By : Toto


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.