|
Berawal dari kebijaksanaan baru Pemerintah Malaysia yang akan menertibkan/ mengatur TKA ( Tenaga Kerja Asing ) yang bekerja di negaranya melalui penertiban berbagai dokumen yang harus dimiliki setiap TKA di Malaysia, maka pemerintah Malaysia mulai melakukan kegiatan-kegiatan Razia TKA di perusahaan-perusahaan termasuk di perkebunan-perkebunan Sabah Malaysia.
Sebagian besar tenaga kerja yang ada di perkebunan maupun sektor lainnya banyak dari Indonesia, diperkirakan masih banyak yang belum memiliki dokumen atau sudah habis masa berlakunya, akan menjadi sasaran kegiatan Razia tersebut. Sehingga terjadilah gelombang TKI dari Sabah Malaysia ke kota Nunukan untuk mengurus berbagai dokumen support yang dipersyaratkan dengan harapan secepatnya pula selesai dan meninggalkan Nunukan untuk kembali bekerja ketempat semula di Sabah Malaysia.
Nampaknya semakin hari arus manusia TKI yang ke Nunukan semakin meledak, dan yang kembali ke Sabah relatif kecil. Lebih-lebih ledakan meningkat ketika Pemerintah Malaysia secara resmi akan memberlakukan hukuman cambuk bagi Tenaga kerja yang melanggar hukum / pendatang haram.
Keadaan tersebut diatas membuat kota Nunukan menjadi kewalahan untuk memberikan pelayanan yang layak, karena terbatasnya akomodasi dan sarana serta prasarana pelayanan umum yang tersedia. Sehingga TKI yang ada di Nunukan banyak di tampung oleh PJTKI, keluarga, penampungan sederhana dengan tenda dan dengan fasilitas pendukung yang kurang memadai (M.C.K, dapur umum, Yan Kes). Hal tersebut sudah selayaknya bila kota Nunukan akan menjadi perhatian dari berbagai pihak yang peduli terhadap perkembangan dampak lingkungan sosial yang kurang menguntungkan bila diabaikan.
Menghadapi kenyataan tersebut diatas, terpanggillah hati nurani keluarga besar WALUBI bersama TNI untuk membantu meringankan beban yang dialami saudara-saudara TKI dengan melakukan kegiatan BAKTI SOSIAL dalam bentuk pengobatan / pelayanan kesehatan, dapur umum, bantuan distribusi air, pembuatan MCK, selimut / tikar serta pembinaan jasmani melalui olah raga dan bernyanyi bersama.
Tentunya apa yang telah kami lakukan bersama saudara-saudara TKI masih jauh dari harapan, namun kemauan dan niat baik kita bersama dapat dirasakan langsung untuk meringankan beban saudara-saudara kita TKI dapat ditumbuh kembangkan, sehingga rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang kita dambakan tidak hanya sekedar Retorika belaka.
Berikut adalah laporan kegiatan Walubi selama di Nunukan, Kalimantan Timur.
Kamis Tgl. 5 September 2002
- Ketua umum WALUBI Pusat ibu Dra. HARTATI MURDAYA mengadakan rapat awal dan membentuk satuan tugas yang akan diberangkatkan ke Nunukan.
- Pengadaan Logistik yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
- Mengkoordinasikan rencana kegiatan dengan Pangdam Tanjung Pura melalui Bapak HARYONO, SIP. di Tarakan. Dan secara garis besar Pangdam menyetujui dan memberi petunjuk-petunjuk kepada Dandim Tarakan Letkol Inf. ZAIDUN, SIP.
- Bapak HARYONO, SIP. (PT. INTRACAWOOD MFG) membentuk panitia kecil dalam rangka membantu kelancaran kegiatan WALUBI selama transit ke Tarakan.
- Dandim bersama bapak HARYONO,SIP. serta panitia kecil mengkoordinasikan kembali rencana kegiatan sebelum peninjauan lapangan.
Jum'at Tgl. 6 September 2002
- Tim AJU yang terdiri dari DANDIM, Bapak HARYONO,SIP., Bapak Drs.DJUARI. SA, dan Bapak SUBUR MULIA, SE berangkat Ke Nunukan dari Tarakan.
- Di Nunukan Tim Aju meninjau lokasi-lokasi penampungan TKI dan mengadakan pertemuan dengan KEPALA SATGAS PENANGGULANGAN TKI di Kantor Bupati Nunukan, Sore hari kembali ke Tarakan.
Sabtu Tgl. 7 September 2002
- DANDIM melaporkan hasil peninjauan lapangan kepada Pangdam Tanjung Pura.
- Bapak HARYONO,SIP. melaporkan hasil peninjauan lapangan kepada Ketua umum WALUBI Pusat.
- Ketua umum WALUBI Pusat mengadakan persiapan untuk keberangkatan ke Nunukan dengan Pesawat HERCULES melalui Tarakan setelah berkoordinasi dengan Pangdam Tanjung Pura.
- DANDIM bersama bapak HARYONO, SIP dan Pancil ( Panitia Kecil ) memantapkan persiapan penerimaan rombongan WALUBI bersama TNI - AU.
Minggu Tgl. 8 September 2002
- Rombongan WALUBI + TNI-AU + Anggota MPR Utusan Golongan dengan pesawat HERCULES tiba di PELUD JUATA Tarakan dengan selamat.
- Membongkar dan mengangkut Logistik berupa alat dapur, obat-obatan, bahan material MCK dan lain-lain dibawa dengan truck TNI dan INTRACA ke pelabuhan INTRACA, untuk lanjut ke Nunukan melalui Laut ( Ponton ).
- Rombongan berangkat menuju Nunukan.
- Rombongan tiba di Pelabuhan Laut TUNONTAKA NUNUKAN dengan selamat.
- Pertemuan dalam rangka persiapan upacara dan koordinasi rencana kerja lapangan bersama tim yang terkait.
Pelaksanaan
Senin, 9 September 2002
Diselenggarakan upacara pembukaan di mulainya kegiatan BAKTI SOSIAL WALUBI - TNI di Lapangan Kontainer TUNONTAKA yang dihadiri oleh Muspida Nunukan, Ketua DPRD Nunukan, Kepala Dinas, Tokoh Masyarakat, Rombongan WALUBI, TNI dan POLRI.
- Pada acara tersebut turut memberi sambutan :
· Bupati Nunukan
· Pangdam Tanjung Pura
· Ketua umum WALUBI
- Selesai upacara, dilanjutkan kegiatan peninjauan lokasi BAKTI SOSIAL yang di arahkan di Areal Persemaian Inhutani Kampung Mambunut.
- Kondisi awal sebelum BAKTI Sosial WALUBI - TNI dilaksanakan, dapat digambarkan sebagai berikut:
· Jumlah barak 63 unit (selesai 40%) baru 2 barak yang dihuni.
· Dapur umum yang operasional satu unit
· Kesehatan Lapangan 1 Tim dari KESDAM.
· 2 Mobil Tangki Air.
- Kondisi awal tersebut merupakan temuan yang akan diantisipasi oleh WALUBI - TNI dikaitkan rencana SATGAS yang akan mengevakuasi seluruh TKI di Camp Mambunut.
- Ketua umum WALUBI mengadakan koordinasi dan selanjutnya mengajukan permohonan kepada pimpinan PROYEK Ir. Dradjat untuk menempati 3 barak yang akan dipergunakan :
· Untuk Gudang
· Untuk Tidur Personil
· Untuk Rawat Inap Pasien
· Dapur Umum
- Permohonan disetujui, koordinator meninjau ruangan dalam rangka rencana penempatan dan penyimpanan barang serta penentuan barak inap personel.
- Menentukan dan memutuskan lokasi/titik pembangunan MCK serta keputusan jumlah yang akan di bangun pada lokasi Kawasan Utara Kamp.
- Debriefing dalam rangka memantapkan rencana kerja esok hari tanggal 10 September 2002, bersama semua tim.
- Pukul 22.05 menuju kepelabuhan TUNONTAKA untuk mengawasi pembongkaran barang yang akan dibawa kelokasi Mambunut.
Selasa, 10 September 2002
Berbagai kegiatan yang dilakukan dilokasi Mambunut antara lain:
- Pemasangan alat-alat dapur WALUBI dilanjutkan kegiatan memasak untuk melayani para pekerja / relawan / TNI yang terlibat BAKTI SOSIAL ± 400 orang.
- Pembuatan tenda pos kesehatan TNI AU sebanyak 2 buah disamping barak rawat inap.
- Menyusun dan mengatur barang-barang yang masuk, obat-obatan, makanan, material untuk di pisah dan kemudian menyusul administrasi pengeluaran dan pemasukannya.
- Membuat bangku, rak, tempat duduk personil yang akan melakukan kegiatan memasak.
- Penggalian tanah pada lokasi MCK untuk septitank dan pondasi serta memilih kayu yang akan dipergunakan. Rencana bangunan MCK ± 20 unit (1 unit = 4 WC dan 1 tempat cuci) dengan kualitas semi permanen.
- Mengadakan survei untuk menentukan lokasi yang akan di bor dalam rangka mendapatkan air disekitar MCK ( Konsumsi MCK ).
- Membantu mendampingi tamu VIP yang berada dilokasi sesuai dengan petunjuk dan bila keadaan mendesak ( Perlu Bantuan / Pemandu ).
- Jumlah TKI yang tiba di pos mambunut semakin meningkat menjadi ± 702 orang.
- Melakukan kegiatan sambung rasa dalam rangka komunikasi TNI - WALUBI dengan TKI yang langsung di pimpin oleh ketua umum WALUBI ibu Dra. HARTATI MURDAYA yang diwujudkan dalam bermain bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama dan gembira bersama. Kegiatan tersebut bagi TKI memberi kesan tersendiri dan menyenangkan, terungkap dari permohonan spontan " agar besok di ulang lagi Bu ".
Rabu, 11 September 2002
Pada umumnya rangkaian kegiatan melanjutkan kegiatan-kegiatan terdahulu, dengan beberapa peningkatan kuantitas maupun kualitasnya, misalnya :
- Proses masak memasak ( Dapur ) sudah berjalan, mulai belanja, memasak dan menghidangkan / siap saji dan siap makan sudah berjalan. Bahkan bisa membantu untuk TKI yang belum mendapat jatah di dapur umum.
- Pelayanan kesehatan sudah mulai dibuka dari pagi hari sampai dengan malam hari.
- Bilamana kondisi pasien harus dirujuk ke Nunukan, WALUBI - TNI mampu melaksanakannya.
- Pengeboran untuk mencari air dimulai dengan 4 titik galian.
- Tim kecil WALUBI bersama TKI mencoba " akan " membendung sungai kecil yang akan di cek debit airnya serta kelayakannya untuk dipergunakan ( Bendungan Cinta Kasih ).
- Pada sore hari, kembali di langsungkan acara sambung rasa TNI - WALUBI dengan TKI, kegiatan sore ini menjadi lebih efektif karena disamping melakukan penyegaran, juga diberikan penyuluhan tentang kesehatan dan cara menjaga kesehatan para TKI. Disamping itu juga diberikan lagu-lagu yang dapat membangkitkan semangat kebangsaan, dan cinta mereka terhadap Tanah air Indonesia.
Kamis, 12 September 2002
- Perkembangan jumlah TKI yang ada di Mambunut semakin bertambah sehingga ketua umum WALUBI mengadakan koordinasi dengan KEPALA SATGAS di Nunukan untuk menyampaikan perkembangan situasi lapangan dan saran-saran :
· Agar tiap barak di bentuk organisasinya.
· Solusi terbaik untuk menambah dapur / peralatannya.
· Agar ditunjuk peenanggung jawab komplek Mambunut.
· Logistik TKI di dekatkan dengan TKI, log di dorong ke Mambunut.
- Sementara itu dipantai Mambunut dilakukan lagi pembongkaran barang-barang bantuan WALUBI yang diangkut dengan kapal LCT berupa, makanan, TV. Profil Tank, Tikar, Kertas pembungkus nasi.
- Sore hari ± jam15.00 logistik SATGAS telah didorong kegudang mambunut berupa :
· Beras
· Gula
· Susu
· Mie Instan
- Jumlah TKI yang evakuasi ke Mambunut meningkat sebanyak 1.686 Orang.
- Menganggapi perkembangan jumlah TKI yang tidak diimbangi sarana pendukung (dapur), maka ketua umum WALUBI berkoordinasi kembali untuk mengambil kesepakatan agar pelayanan makan dapat terpenuhi antara lain :
· Dapur Satgas yang tersedia hanya bertugas memasak lauk.
· Dapur Walubi yang memasak nasi dan air, disamping memasak lauk untuk para pekerja ( TNI, WALUBI, dll )
- Melakukan kegiatan sambung rasa dalam rangka komunikasi TNI - WALUBI dengan TKI, kali ini hadir sebagai penyemangat baru yaitu Bapak Murdaya, yang banyak memberikan masukan kepada para TKI, agar mereka tetap semangat dan tekun bekerja karena mereka adalah penyumbang devisa bagi negri kita ini.
Jumat - Kamis, 13 - 19 September 2002
Setelah 4 hari WALUBI - TNI dapat mengkondisikan keadaan Mambunut, maka kegiatan-kegiatan selanjutnya mengintensifkan dan mengakselerasikan obyek-obyek penting yang sangat di butuhkan oleh TKI yang setiap harinya bertambah jumlahnya. Kegiatan tersebut antara lain :
A I R
- Memperbaiki dan memperkuat Bendungan Cinta Kasih, yang semula hanya satu lapis, kemudian di tambah satu lapis lagi dan diperkuat ketebalan dindingnya, kegiatan melibatkan TKI. Dengan perbaikan tersebut diharapkan tidak akan terjadi kebocoran maupun kebobolan bendungan bila turun hujan.
- Mesin yang semula hanya satu buah ditambah lagi sebagai cadangan,. sehingga bila terjadi kerusakan masih ada mesin cadangan.
- Menambah jumlah Profil Tank karena Profil Tank yang ada sudah kewalahan melayani TKI yang mandi dan mencuci (± 3 Profil Tank dan Bak Air ).
- Melakukan cheking terhadap 2 Tanki Besar @ 10.000 liter milik PT. Inhutani, kemungkinan dimanfaatkan sebagai Tanki Air cadangan setelah dibersihkan serta perbaikan seperlunya.
M C K
- Menambah Jumlah tukang sebanyak 12 orang ditambah bantuan tenaga TKI untuk menyelesaikan MCK yang sedang dibangun.
- Pemasangan saluran air / pipa dari Profil Tank ke MCK.
DAPUR
- Karena sulit dan terbatasnya Kompor dan peralatan dapur di Nunukan, maka Ketua umum WALUBI membantu memesan dan mendatangkan kompor dimaksud dari Jakarta.
- Diharapkan tanggal 20 September 2002 sudah tiba di Nunukan.
- Diharapkan pengoperasionalannya sudah berada pada SATGAS Penanggulangan TKI.
- Karena terbatasnya dapur umum maka antrian yang sangat panjang dan lama selalu terjadi pada saat jam makan. Kondisi tersebut tentunya tidak boleh berlangsung lama.
- Kegiatan lainnya berjalan sebagai mana biasa dan belum ada kejadaian/hal-hal yang menonjol.
Jumat, 20 September 2002
- Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan WALUBI - TNI telah dialihkan / diserahkan kepada SATGAS. Dengan demikian maka sisa obat-obatan yang ada di serahkan pula kepada SATGAS/ Yan KES.
- Dapur umum WALUBI rencananya akan diserahkan kepada SATGAS paling lambat ( max ) tanggal 22 September 2002. Dengan demikian diharapkan KEPALA SATGAS telah menyiapkan petugas-petugasnya untuk kegiatan selanjutnya.
- Kegiatan pembangunan MCK yang belum selesai akan dilanjutkan sampai selesai sesuai dengan rencana semula.
- Akan dikirimkan kembali sejumlah peralatan dapur.
HASIL YANG DICAPAI
|
A.
|
Phisik
- Bangunan MCK 20 unit ( 80 Closet ).
Selesai 100 % = 4 unit.
Selesai 80 % = 10 unit.
Sedang di kerjakan = 6 unit.
- Pengadaan Profil Tank 20 buah @ 1.100 liter.
Seluruhnya telah dimanfaatkan / difungsikan untuk :
- Tandon air minum / masak.
- Tandon air mandi dan mencuci pakaian.
- Bendungan Cinta Kasih yang debit airnya mencukupi untuk mandi dan mencuci pakaian.
Air bendungan cinta kasih di sedot / didorong ke Tandon dengan menggunakan mesin Alcon Robin Ey 15 D dan mesin Don Feng + pompa NS 50, rata-rata 75 - 90 liter/menit.
Selain untuk mandi dan mencuci pakaian akan di pergunakan untuk menjaga kebersihan W.C.
- Dua unit peralatan dapur umum yang telah operasional, serta memberdayakan TKI yang akan melayani operasional dapur umum membantu Satgas (setelah WALUBI - TNI meninggalkan Mambunut).
- 10 Pesawat TV sebagai saranan hiburan yang belum 100 % terpasang di tempat-tempat strategis.
- Pembuatan Sumur Bor di 7 titik, namun tidak membawa hasil dikarenakan tidak ditemukan sumber air dalam tanah pada areal Mambunut. Ditemukan satu titik, namun kondisi air dan volumenya tidak memadai.
|
|
B.
|
Non Phisik
- Pelayanan kesehatan dimulai sejak 9 September 2002 - 19 September 2002 mampu mengobati 2.159 orang, yang umumnya menderita sakit :
o ISPA
o Demam
o Flu
o Diare
o Luka ringan
o Melahirkan
- Pelayanan makan sehari 3 X kepada para TKI dan TNI serta tenaga relawan WALUBI.
- Olah raga bersama pada sore hari bermain volly antar BARAK TKI.
- Bermain dan bernyanyi serta bergembira bersama setiap sore hari antar TKI dengan WALUBI - TNI yang dipimpin oleh ibu Ketua umum WALUBI Dra. HARTATI MURDAYA, dengan tujuan :
· Membangun rasa kebersamaan dan cinta kasih, senasib sepenanggungan agar terpelihara komunikasi yang harmonis antara TKI, WALUBI - TNI dan berbagai pihak yang terlibat.
· Merupakan sarana komunikasi untuk penyampaian pesan-pesan ataupun informasi dan pengumuman-pengumuman bagi kepentingan semuanya.
|
BAKTI SOSIAL WALUBI - TNI untuk membantu meringankan beban saudara-saudara TKI yang saat ini berada di Mambunut Nunukan dapat berjalan lancar, berkat dukungan dan partisipasi berbagai pihak, dan masih ada beberapa kegiatan lanjutan yang akan diselesaikan, terutama pembuatan MCK yang belum tuntas seluruhnya.
BAKTI SOSIAL WALUBI - TNI yang terfokus dalam pelayanan kebutuhan dasar manusia dalam wujud nyata Pelayanan Kesehatan, Air, MCK dan Dapur Umum yang masih banyak menemukan keterbatasan bila dihadapkan dengan volume pekerjaan dan kegiatan yang dilayani.
Sentuhan yang diberikan WALUBI - TNI kepada saudara-saudara TKI di Mambunut cukup memberi kesan yang mendalam dan sarat dengan ajakan diantara sesama melalui pesan kerohanian yang bernuansa membangun cinta kasih agar kita terhindar dari konflik selama berada dipenampungan.
Cuplikan photo Bakti Sosial Kemanusiaan Walubi di Nunukan
|