|
Peringatan Waisak 2547 tahun 2003 di pelataran Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berlangsung dengan khidmat dan tertib. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah dan mancanegara datang berbondong-bondong karena tahun ini genap 50 tahun Waisak dirayakan di Candi Borobudur sehingga prosesi dan upacaranya pun lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Prosesi diawali dengan pengambilan api alam di Mrapen Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, lalu dilanjutkan dengan pengambilan air berkah di Umbul Jumprit, Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Secara khusus para Bhiksu dan Dewan Sangha berdoa untuk perdamaian Indonesia, kerukunan seluruh umat beragama, juga agar bangsa ini terbebas dari berbagai krisis dan kesulitan.
 DI ANTARA Bhiksu - Seorang wanita yang mengenakan Jilbab tampak duduk di antara para Bhiksu pada puncak acara Waisak Nasional 2547/2003 di pelataran Candi Borobudur. |
|
 MENUTUP MULUT - Tiga orang Bhiksu menutup mulutnya dengan alat khusus seusai berdoa di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. |
 BERKELILING CANDI - Ratusan Bhiksu, Bhiksuni (Bhiksu wanita), dan Dewan Sangha mengelilingi Candi Mendut sebanyak tiga kali sebelum masuk ke candi tersebut untuk berdoa. |
|
 KEINDAHAN CAHAYA - Dua orang Bhiksu, sambil memegang alat musik tiup, berdiri dengan latar belakang keindahan cahaya sinar matahari di antara awan. |
 BhiksuNI - Seorang Bhiksuni membawa barang kebutuhannya sendiri saat melintas di pelataran Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. |
Sumber: Wartawan Pembaruan, Suara Pembaruan 22 Mei 2003
Luther Ulag
|