WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  Walubi layani 2168 pasien di Cilacap
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge

Selama dua hari, dimulai dari tanggal 22-23 Juni 2002 Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) kembali menyelenggarakan bakti sosial berupa pengobatan secara gratis di lima wilayah Kota, lokasi Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah. Pengobatan gratis itu meliputi operasi katarak, bibir sumbing, hernia, wasir, bedah minor, benjolan, pengobatan gigi dan pemeriksaan golongan darah atau pengobatan penyakit umum lainnya. Kegiatan pengobatan secara cuma-cuma ini terlaksana atas kerja sama dengan RS Umum Cilacap, RS Pertamina dan RSB Santa Maria, dua lokasi lain diantaranya Balai Kecamatan Jeruk Legi dan Gedung Sekolah SLTP "PIUS" Cilacap. Walubi mengerahkan sekitar 100 tenaga medis, paramedis serta sukarelawan ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Pengobatan selama dua hari penuh melayani sekitar 2168 pasien tidak mampu. Bupati Cilacap Harry Tabrikkarta SH, saat membuka serta meninjau kegiatan bakti sosial itu menyatakan rasa terima kasihnya atas kegiatan pengobatan gratis yang telah dilaksanakan Walubi. Karena dalam masa krisis seperti sekarang ini banyak warga masyarakat yang tidak mampu mengobati sakitnya, bahkan ada yang sudah menahun menderita benjolan disekitar kepala dan punggung belum dapat diobati, karena itu dengan terjunnya tim Walubi untuk melakukan pengobatan gratis merupakan perbuatan yang positif, " Warga kami sangat berterima kasih dengan pengobatan Walubi ini, karena memang banyak warga yang tidak mampu," katanya. Sementara Koordinator bakti sosial Ny.Siska Riyanti yang juga sebagai Ketua Umum Persaudaraan Vihara Umat Buddha Mahayana Indonesia (PERVIBUMI), mengatakan kegiatan kemanusian itu dilaksanakan sesuai ajaran Sakyamuni Buddha yaitu wujud dari pengamalan dari Maitri Karuna atau kasih sayang kepada umat sesama.

Pasien Santi Lestari salah seorang pasien yang berusia 6 tahun berasal dari Desa Patimuan Cilacap bersama orangtuanya, datang ke lokasi baksos mengeluh dengan ratap pilu kesedihan menatap anaknya, selama 4 tahun menderita tumor lidah sebesar bola kasti.

Bapak Zakir orang tuanya yang memelas, biasanya bekerja sebagai pengojek merasa cemas melihat penderitaan putrinya yang masih duduk di sekolah dasar kelas 2. Dari penghasilan harian nya dikumpulkan tidak dapat mencukupi untuk anaknya berobat ke dokter. Santi salah seorang pasien rujukan Walubi yang tak ubah layaknya anak-anak, dalam lapal bahasanya yang gagap, mengatakan ingin hidup seperti teman sebayanya, tetapi orangtua tak dapat membiayainya. Terkadang Santi ingin makan enak melihat teman sekelasnya. Terkadang dijauhkan bahkan diejek sampai dipermalukan teman sekolahnya.

Kehidupan demi kehidupan Bapak Zakir dilaluinya dilakukan dengan banyak berdoa sampai berputus asa kemana harus mengadu. Memang karma jodoh sudah dihadapkan dan akhirnya Santi terpanggil hadir mengikuti Pengobatan Cuma-cuma yang diselenggarakan Walubi di Jawa Tengah.

Selanjutnya tumor lidah Santi Lestari berhasil dapat diangkat, beratnya sebesar 200 gram. Kebahagian Santi juga kebahagian orangtuanya dan Walubi pun turut bersukacita, dari segala cobaan yang telah dilalui sudah teratasi yang kuasa. Sekarang Walubi terus merawatnya sampai sembuh total pada sebuah rumah sakit di Jogjakarta. Dan katanya Santi sampai hari ini kondisinya semakin membaik dan sudah bisa bernyanyi bersama keluarganya. toto


Santi (6 tahun) Penderita tumor lidah warga desa Patimuan Cilacap - Jawa Tengah

 
Santi dalam pangkuan orang tua


Tim dokter sukarelawan Walubi sedang serius menangani pasien operasi saudari Santi Lestari
 
Keadaan Santi setelah menjalankan operasi tumor lidah, telah diangkat beratnya sebesar 300 gram.


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.