|
Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember dan bertepatan dengan Kensyu Gosyo Umum, maka pada hari kedua, Minggu tanggal 22 Desember 2003 acara dibuat sedikit agak berbeda.
Seperti biasanya selesai melaksanakan Gongyo pagi, acara dilanjutkan dengan pembabaran Gosyo bagian kedua, dimana pada Kensyu Gosyo kali ini membahas Gosyo Surat Kepada Niike.
Selesai pembabaran Gosyo para peserta Kensyu mendengarkan pengarahan dari dr. Lenny Gunawan, bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Dimana dr. Lenny Gunawan menjelaskan tentang makanan dan fungsi dari makanan tersebut, makanan akan seimbang jika memenuhi kadar gizinya, tapi jika kadar gizi dari makanan tersebut kurang atau lebih akan menimbulkan penyakit salah gizi.
Oleh karena itu, diharapkan seorang ibu bisa berfungsi sebagaimana mestinya, dalam keluarga harus bisa menjadi pengayom bagi suami dan anak.
Berkaitan dengan hidup berkeluarga Buddha Niciren Daisyonin mengatakan, kalau pria ibarat tiang, wanita adalah atapnya. Pria ibarat tangan dan kaki, wanita adalah ibarat badannya. Kalau diibaratkan burung yang sedang terbang, pria bagaikan sayap, wanita bagaikan badannya, bila sayap dan badan terpisah maka tidak akan bisa terbang. Bila tiang rumah roboh, maka atapnya pun ikut jatuh.
Maka itu, hendaknya seorang ibu bisa saling mengisi. Pada peringatan Hari Ibu ini, Group Paduan Suara Ibu-ibu NSI DKI Jakarta membawakan beberapa lagu antara lain Khoras Hari Ibu dan Hymne Hari Ibu.

Para peserta Kensyu serius mendengarkan pembekalan tentang Gizi. |
|

Group Paduan Suara DKI Jakarta memeriahkan Kensyu ini. |
Sumber : SAMANTABADRA - PEB 2003
|