WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  WALUBI DAN YABI MEMBERIKAN BEASISWA BAGI 305 SISWA SEKOLAH DASAR
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge


Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) bersama Yayasan Amal Bhakti Ibu (YABI) di Sekolah Attisa Dipamkara, Lippo Karawaci Tangerang, Minggu 23 Pebruari 2003, menyerahkan beasiswa kepada 305 anak sekolah dasar, Gerakan yang sudah empat kali diselenggarakan mempunyai tema "Anak Indonesia Cinta Damai (AICINDA)". Pemberian Bea siswa diberikan melalui sekolah dan lintas lima agama, yaitu : Buddha 64 anak, Islam 122 anak, Katholik 45 anak, Hindu 23 anak dan Kristen 51 anak.

Jumlah anak usia 0-19 tahun di Indonesia menurut statistik sebanyak 85 juta lebih. Sebagian besar berasal dari keluarga miskin dan mengalami keterbatasan dalam memenuhi berbagai kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial. Merupakan tantangan yang luar biasa dihadapi bangsa dan negara yang dilakukan bangsa Indonesia dalam upaya membangun generasi bangsa dalam membangun Iptek dan proses globalisasi, disamping diperparah oleh krisis multi dimensi yang tak pernah selesai. Kadang kala sentimen etnis dan agama dipakai oknum melahirkan konflik untuk memicu kekerasan. Konflik sosial, dijadikan sebagai alat solidaritas kelompok secara fanatik dan ekslusif yang lebih dalam lagi.

"Konflik dan kekerasan sosial dapat meninggalkan trauma phisikologis yang lebih mendalam terutama pada anak-anak, selain itu konflik kekerasan telah tumbuh dalam diri anak, baik bibit perilaku dan budaya kekerasan, juga meninggalkan dendam. Kemudian sikap tidak empati terhadap sesama, tidak toleransi terhadap perbedaan agama dan bahkan perbedaan pendapat sekalipun". kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Ibu Sri Redjeki Sumaryoto SH. Ditambahkan "Anak adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa, keberadaan harkat dan martabat nya kita harus jaga bersama. Begitu juga keselamatan dari tumbuh dan berkembang, baik kesejahteraan serta masa depannya menjadi tangung jawab bersama antara orang tua, keluarga, masyarakat bangsa dan negara" pintanya.

Ketua Umum DPP Walubi Dra. S. Hartati Murdaya dalam sambutannya menyatakan, "Walubi sebagai komponen anak bangsa terpanggil untuk mendukung YABI yang diprakarsai Sulasikin Mur Praptomo dalam kegiatan Anak Indonesia Cinta Damai. Terlahir dalam suasana prihatin yakni krisis multidimensional yang berkepanjangan menyebabkan banyak anak-anak putus sekolah bahkan diantara mereka terpaksa menjadi anak jalanan. Disisi lain agama Buddha telah mengajarkan kita berusaha menghayati dan mengamalkan ajaran cinta kasih untuk tidak saling merugikan orang lain, namun menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam kebersamaan, tanpa pandang bulu, tidak melihat agama dan suku darimana berasal. Harapan Ibu Ketua Umum Walubi, kita harus bangkit bersama menjalankan misi kemanusiaan dalam rangka kegiatan Anak Indonesia Cinta Damai. Dari harapannya semoga menjadi wahana ampuh berkualitas dan sekaligus sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Semua ini adalah bentuk-bentuk aktivitas pendidikan yang implementasinya sesuai dengan perkembangan jiwa dan dunia anak-anak. Serta inti tujuan AICINDA adalah menanamkan semangat cinta damai sejak usia dini; nilai-nilai kebersamaan dan tolong menolong; kerukunan antar umat beragama, etnis dan suku; serta cinta tanah air" kata Ny. Sulasikin Mur Praptomo.

Sedangkan Chairman of United Nation Sufficient and Fund, Sutoyo Martokusumo, menyatakan turut prihatin dan memberi dukungan terhadap anak Indonesia. Jajarannya siap mendukung penuh program Anak Indonesia Cinta Damai, baik ditingkat nasional, regional maupun internasional, Ia berharap kegiatan AICINDA frekuensinya lebih ditingkatkan, diprioritaskan pada yang tidak mampu, dan kalau bisa mampu menjangkau anak-anak jalanan dan yatim piatu yang luput dari perhatian pemerintah.

Sebanyak 350 anak-anak turut pada acara ini, menunjukkan kreativitas masing-masing. Terbukti bukan saja enerjik dalam bersikap, tetapi efektif menumbuhkan semangat cinta damai; cinta tanah air, walaupun berlainan suku, etnis dan agama. Selain itu anak-anak sangat kompak dalam memperlihatkan semangat gotong royong diantara rekan bermainnya. Ditunjukkan melalui ekspresi dalam menari, menyanyi, melukis/menggambar, diskusi dan lomba permainan anak-anak dari lima agama.

Dalam membangun karakter generasi Indonesia dan bangsa yang pluralistik. AICINDA bersama lintas lima agama telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1600 anak-anak kurang mampu di Jabotabek, Jawa Barat, DI Jogyakarta dan Pacitan-Jawa Timur, total dana yang dikeluarkan sebesar Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah).


Sambutan Ketua Umum DPP Walubi,Dra.S. Hartati Murdaya dibacakan Pandit J. Kararuddin pada acara Anak Indonesia Cinta Damai di Sekolah Attisa Dipamkara, Karawaci Tangerang

Pemberian simbolis paket dan Beasiswa 305 anak Sekolah Dasar se Jabotabek dari lima agama diserahkan Menneg PP, Sri Rejeki Sumaryoto di dampingi Ny.sulasikin Mur Praptomo 23/02/03

Persembahan angklung anak-anak sekolah Dasar ditampilkan pada pada acara Anak Indonesia Cinta Damai yang diprakarsai Yayasan Amal Bhakti Ibu bekerja sama dengan WALUBI, di Karawaci-Tangerang

Doa lima agama dilakukan anak anak Sekolah Dasar sebagai acara pembukaan Anak Indonesia Cinta damai

by : Toto

 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.