WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  ULAMBANA VIHARA TRI MAHA DHARMA
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge


WALAU diluar dinding mereka berdiri dan menanti
di persimpangan-persimpangan jalan, mereka terus menanti, 
mereka kembali kerumah yang dulu di huninya 
dan menanti di muka pintu.

Tetapi bila diadakan pesta yang meriah,
dengan makanan dan minuman beraneka ragam,
ternyata tidak seorangpun yang ingat kepada mahluk-mahluk itu,
yang merupakan leluhur mereka.

Hanya keluarga yang baik hatinya,
yang dengan penuh kasih dan pengertian pada Dhamma,
berbuat kebajikan atas nama mereka.

Semoga dengan persembahan jasa dan kebajikan ini akan bermanfaat bagi sanak saudara yang telah meninggal dunia. Semoga mereka berbahagia. Semoga pula berkat pelimpahan jasa ini akan bermanfaat bagi sanak keluarga yang ditinggalkan, diberkahi umur panjang dan senantiasa bahagia, baik kehidupan saat ini maupun dimasa yang akan datang

Mereka sangat membutuhkan jasa-jasa kebajikan yang telah kita lakukan, agar dapat menolong mereka terlahir kembali di alam bahagia (Sugati Bhumi). Demikian yang di sampaikan Elita Bolit pengarah acara setelah pemanjatan doa Tirokudda Sutta oleh Bhikkhu Pabbakaro dihari bakti pelimpahan jasa pada ritual upacara Pattidana Vihara Tri Maha Dharma, Kampung Melayu-Tangerang, Minggu 24/8/03.

Upacara Ritual Pattidana/Ulambana adalah upacara pelimpahan jasa para sanak keluarga untuk para leluhur, entah papa, mama, kake, nene yang telah mendahului. Tujuannya pelimpahan jasa ini agar perbuatan baiknya semasa hidup almarhum, mendapatkan tempat untuk terlahir di alam bahagia.

Acara kegiatan dihadiri tidak kurang 200 umat Buddha dan sembilan orang Bhikkhu/Samanera/Bhiksu yang memimpin dan melaksanakan puja bakti berada di barisan terdepan. Umat memulai dengan pemanjatan Aradhana Tisarana Pancasila, dilanjutkan Aradhana Paritta dan Tirokudda Sutta Oleh Bhikkhu Pabbakaro (Sangha Theravada), kemudian Bhiksu Virya Mitra dalam doa keselamatan dan mohon perlindungan para mahluk yang terlantar dalam bahasa mandarin dan Indonesia.

Sementara Bhikkhu Aghadipo memimpin doa Amisa Puja dan pemberkatan umat yang hadir di Vihara Tri Maha Dharma dengan pemercikan air suci. Dari masing-masing umat juga menerima getaran suci yang dialirkan melalui benang-benang yang melintas dalam rangkapan tangan setiap umat, ini lebih dikenal sebagai tradisi Theravada Thai.

Setelah samadhi, di rangkai Dhammadesana (kotbah Dharma) oleh Bhikkhu Kalanyuta. Dalam kotbahnya mengutip "Sigalovada Sutta" Sang Buddha, tentang tugas-tugas seorang anak kepada orang tua dan leluhur yang telah mendahului. "Tugas kedua orang tua sangat berat. Dia yang membesarkan anak, serta mengkondisikan dirinya untuk cucu-cucu dari anaknya, bila kedua orang tua meninggal, lalu tak diperhatikan, itu disebut anak durhaka. Secara umum disebut dosa besar dan akan terlahir di empat alam menyedihkan, diantaranya alam niraya, peta, asura dan alam binatang." kata B. Kalanyuta.

Kegiatan ditutup pembacaan paritta ettavata. Acara lain yang berhubungan dengan Ulambana dibulan bakti ini adalah pemberian sembako sebanyak 500 paket plus pakaian layak pakai untuk warga Kampung Melayu, Kecamatan Teluk Naga. Masing-masing warga menerima satu kantong beras yang berlogo "Walubi-Paramita", berisi 5kg beras dan Mi Insant sebanyak 5 bungkus ditambah dua potong pakaian layak pakai.

Cuplikan photo kegiatan di Vihara Tri Maha Dharma, Tangerang.

 

By : TOTO



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.