WARTA WALUBI


WARTA MAJELIS




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  FESTIVAL TARI NUSANTARA KE-5 (25 Oktober 2002)
Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge


Ide diadakannya festival Tari Nusantara ini muncul karena umat NSI merasa mempunyai misi untuk melestarikan kebudayaan nasional dan membangkitkan rasa kecintaannya akan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam. Dalam rangka memeriahkan HUT ke-38 NSI diselenggarakan Festival Tari Nusantara dimana pada tahun ini merupakan yang kelimat kalinya Festival Tari Nusantara dilaksanakan. Adapun ide tentang dilaksanakan festival tari nusantara ini tercetus oleh koordinator kesenian, Bapak M.A.S Budi dari daerah jelambar (Jakarta) tepatnya lima tahun yang lalu dan tak terasa tahun ini adalah tahun kelima festival Tari Nusantara dilaksanakan yang bertempat di Megamendung, melalui festival tari nusantara ini diharapkan seluruh wilayah atau daerah bisa menyumbangkan tarian-tarian khas dari daerah masing-masing karena kita memang berniatuntuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah yang mulai tergusur oleh waktu juga jaman. Memang keinginan untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah harus ada setiap umat, mungkin hal ini dibuktikan dengan konsistennya beberapa daerah untuk melaksanakan latihan

Seluruh peserta juga mempunyai antusiasme yang tinggi untuk bisa menyaksikan festival tari nusantara kelima ini yang diselenggarakan pada penataran HUT. Ke -38 NSI yang juga dalam rangka hari sumpah pemuda. Tanggal 25 oktober 2002 setelah pertemuan gosyo yang membahas tentang surat kepada Ikegami bersaudara dan menyaksikan kilas balik NSI, sekitar pukul 22.00 seluruh umat mulai memenuhi pelataran di depan panggung Amerta . kurang lebih 750 pasang mata menyaksikan festival tari nusantara yang boleh dibilang sangat sukses meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tetapi dengan melihat semangat dari para penari umat terlihat puas, hampir setiap daerah yang tampil membawakan tarian khas dari daerahnya dan ada juga daerahnya dan ada juga daerah yang membawakan tarian yang bukan tarian khas daerahnya, bisa membuat umat yang menonton pun secara spontan memberikan applause yang meriah.

Walaupun para penari belum bisa menampilkan tarian yang sempurna, mungkin waktu latihan yang kurang ada beberapa daerah yang mempunyai waktu latihan sekitar satu setengah sampai dua bulan. Padahal untuk bisa menampilkan tarian yang sempurna diperlukan latihan maksimal 6 bulan, mungkin kalau kita mendengar hal ini kita merasa heran dengan waktu latihan yang kurang dari enam bulan saja.


Tari Panji dari Tangerang.

Tari Kembang Topeng dari Bogor, Juara II.

Tari Hap San dari Bogor, Juara I dan Juara Umum.

Tari Gambir Anom dari Karang Anyar Jawa Tengah.

Tari Cendrawasih dari Bali, Juara ke III .

Tari Ngarak dari Lampung, Juara Harapan I.

Tari Seroning dari Bekasi, Juara Harapan II.

 

Sumber : Samantabadra Des'02



Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.