|
Telah kita pahami bahwa prinsip dasar dalam agama Buddha Niciren Daisyonin adalah esyo funi, yaitu kita dan lingkungan tidak terpisahkan. Hal ini terbukti dengan karya bhakti dalam rangka hari sumpah pemuda yang diprakarsai Lurah Kepandean baru dan PBDNSI wilayah sumsel dan daerah palembang diajak berpartisipasi.
Ajakan tersebut disambut secara spontan oleh jajaran pimpinan dan umat PBDNSI karena hal mana sesuai dengan asas virya paramita kita sebagai murid Niciren Daisyonin. Pelaksanaan karya bhakti pada hari minggu tanggal 27 oktober 2002, pukul 07.00 wib sedangkan lokasinya adalah disekitar lapangan Hatta.
Dari pihak kelurahan, pesertanya seluruh Lurah dibawah naungan Kecamatan ilir timur 1 dan dari PBDNSI sendiri 20 (dua puluh) orang umat dan pimpinan. Karya bhakti berjalan tertib dan sekitar lapangan Hatta nampak bersih serta asri dipandang mata dan karya selesai pada pukul 10.00 wib.
Kegiatan berikut adalah intern PBDNSI wilayah sumsel dan daerah Palembang sendiri yaitu peringatan hari jadi NSI yang ke 38 tahun 2002 ini dan dilaksanakan di palembang juga tidak lepas pula kaitannya dengan sumpah pemuda 28 oktober 1928. pelaksanaan peringatan pada tanggal 28 oktober 2002 dimulai pukul 19.00 wib.
Acara Hut ke-38 NSI utamanya adalaha gongyo sore dengan doa khusus untuk pelestarian PBDNSI dinegara Indonesia tercinta ini serta agar pimpinan bersatu padu membangun NSI serta agar umat tentram dan damai serta terakhir pembacaan naskah Sumpah Pemuda yang diikuti oleh Umat.
Diawal acara kita diingatkan kembali dengan kilas balik Sumpah Pemuda dan sejarah berdirinya NSI oleh Ketua Wilayah Sumsel, Bapak Setiadi Kurnia Limas. Dijelaskan oleh beliau bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dulu bersifat kedaerahan, misalnya Teuku Umar dengan Perang Aceh.
Tuanku Imam Bonjol dengan Perang Paderi, Pangeran Diponegoro dengan perang Diponegoro. Begitupula dengan pemuda-pemudanya seperti Jong Sumatera, Jong Java, Jong Celebes dan lain-lain. Semuanya dapat ditumpas oleh pemerintah kolonial Belanda karena perjuangan bersifat sporadis tidak bersatu padu. Barulah pada tanggal 28 oktober 1928 beberapa pemuda menyatakan tekad bersatu padu tanpa terikat kesukuan berjuang demi pembebasan tanah air dan pada saat itu juga dalam Kongres Pemuda tercetus Sumpah Pemuda.
 Foto bersama jajaran pimpinan dan umat NSI Palembang. |
|
 Pemotongan Kue Ulang Tahun PBDNSI ke-38 oleh Ketua Wilayah dan Daerah serta jajaran pimpinan. |
 Ketua Wilayah membacakan kilas balik sejarah PBDNSI dan Sumpah Pemuda. |
|
 Upacara sembahyang sore dipimpin oleh Ketua Wilayah, dalam rangka HUT PBDNSI ke-38. |
Sumber : Samantabadra Des'02
|