WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  RCTI DAN LAMPU MERAH RATING PERTAMA MEDIA PORNOGRAFI
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge


Di era reformasi di alam demokrasi, semakin banyak orang berbuat dalam melakukan pekerjaan dengan menghalalkan segala cara untuk mempengaruhi setiap individu sebagai korban sasaran yang diinginkannya. Baik itu tindak kriminalitas seksual sampai perkosaan maupun pelecehan seksual dan sudah sangat rawan mewabah bangsa kita.

Adalagi jenis perwujudan berupa amoral dikemas dalam bentuk pornografi sesuai dengan karakteristik media yang memuatnya, antara lain: penampilam artis/ penyanyi dan penari latar (anak, dewasa). Terlihat di televisi dari luar dan dalam negeri sendiri. Berpakaian minim sensual dalam klip Video musik serta tayangan live show. Disisi lain artis/model pada sampul depan dan sisi majalah, surat kabar, tabloid, VCD dengan pose yang menonjolkan daya tarik seksual diperjual belikan secara terbuka di sepanjang jalan dan siapa saja dapat melihatnya. Situs pornografi di internet, Sek phone, poster bioskop, billboard sampai kartu remi porno.

"Berbagai upaya pemecahan terhadap kedua masalah (pornoaksi, pornografi) telah dilakukan pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli, melalui seminar, diskusi, himbauan dan sebagainya, dengan harapan tidak sampai merusak moral bangsa, namun upaya tersebut tak berarti dibanding dengan arus deras pornografi. Ironisnya malah membuka peluang bagi maraknya pornografi setelah dihapuskannya SIUPP(Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers), maka terjadi kebebasan pers dalam arti seluas-luasnya, sehingga bermunculan media yang mengeksploitasi aurat dengan mengatasnamakan seni. Disamping itu pula masyarakat kita sekarang ini semakin permisif dan berkembang lah budaya masa bodoh, yang mengakibatkan kurang kontrol sosial dalam lingkungan masyarakat." kata Sri Rejeki, SH (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan).

Kelompok Kerja Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Pokja PP), di dalamnya tergabung lintas organisasi Keagamaan Wanita yakni; Wanita Walubi, Wanita Katolik, Wanita Islam, Wanita Hindu, Wanita Kristen, Kowani dan sejumlah puluhan LSM, dalam langkahnya bersama, pertama 27/11/02 telah mendatangi dua stasiun televisi, diantaranya TPI dan SCTV untuk meminta pertanggungan jawab sebagai televisi swasta nasional. Salah satunya dari cuplikan Media Watch mengkupas hasil produksi SCTV yang ditunjukkan kepada pihak staf elit SCTV dalam program "Numpang Joged"(Dangdut live), Top Boxing Extra Joss dan Mimpi Kali Yeh (artis Ari Wibowo). Program ini merupakan tayangan menarik yang dapat menyerap pangsa pasar penonton yang melebihi dari sejuta umat karena menerobos kota sampai kepeloksok desa.

Banyak media massa mengkumandangkan info spotainment sejalan dengan perkembangan teknologi media yang tak terlepas dari bisnis yang berorientasi pada perolehan untung besar dengan penayangan pornografi dijadikan modal sebagai daya pikat program stasiun televisi. Tanpa memandang dampak kehancuran sebuah bangsa.

Contoh iklan :

HEMAVITON : Siap action kapan saja !! dan IREX : sebagai ungkapan perempuan yang tak terpuaskan. The Commision Of Obscennity and Pornografhy di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa pornografi (erotika) dapat membangkitkan gairah seksual pada kebanyakan laki-laki dan perempuan disamping menimbulkan reaksi emosional, selain resah, impulsif, agresif dan gelisah.

Hasil Penelitian UI,UNFPA tahun 2000 dilakukan di tiga propinsi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dari total 4000 jiwa. Telah menunjukkan Siswa SD, SMP, SMU= 46 % putus sekolah, menikah dibawah umur 15 tahun = 36%, hubungan sek dibawah umur sebelum nikah = 70%. Sebagian besar dari mereka menikmati informasi dari teman-teman dan sumber lain. Sedangkan teman-temannya tahu tentang sek melalui dari bacaan media cetak, televisi, internet,bioskop, VCD dll.

Karena setelah dicermati berbagai permasalahan moralitas timbul menjadi-jadi bahkan semakin parah, dan ini sudah selayaknya dilakukan tindakan tegas dari semua pihak, terutama pada lingkungan keluarga, pinta Ketua Pokja PP.Toto

No Nama Media Foto/Tulisan Tayangan/Ucapan Kuantitas Pornografi (%)
A Surat Kabar :    
1 Lampu Merah Foto/Tulisan 65
2 Rakyat Merdeka Foto/Tulisan 27.5
3 Berita Kota Foto/Tulisan/Gambar 20.5
4 Pos Kota Tulisan/Gambar 15.5
5 Sinar Pagi   12.25
       
B Tabloid :    
1 Buah Bibir Foto & Tulisan 95
2 Lipstick Foto & Tulisan 92.5
3 BOS Foto & Tulisan 90
4 WOW Foto & Tulisan 85
5 Playboy Foto & Tulisan 83
       
C Majalah :    
1 Sexy Foto & Tulisan 60
2 Populer Foto & Tulisan 55
3 Liberty Foto & Tulisan 45
4 Male Emporium Foto & Tulisan 30
5 Cosmopolitan Foto & Tulisan 17.5
       
D Buku :    
1 Amor Foto & Tulisan 95
2 Gelora Asmara Foto & Tulisan 95
3 Ranjang Foto & Tulisan 92.5
       
E Televisi :    
1 RCTI Tayangan 20
2 TPI Tayangan/Ucapan 12.5
3 SCTV Tayangan 12.5
4 Trans Tayangan 12.5
5 Indosiar Tayangan 8

Sumber : Periskop


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.