 |
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi didaerah Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tidak dapat diatasi oleh beberapa orang saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. WALUBI melalui Yayasan Kepedulian Sosial Paramita mengadakan Bakti Sosial dengan mendirikan dapur umum dan menyerahkan bahan pangan, pakaian layak pakai serta pengobatan cuma-cuma kepada korban bencana banjir di Cilacap yang langsung dilakukan Ketua Umumnya Dra. Siti Hartati Murdaya.
|
|
Guna meringankan penderitaan para korban banjir di daerah Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) mendirikan dapur umum untuk meringankan penderitaan korban. Selain itu, Walubi juga menyediakan puluhan sukarelawan, empat dokter dan satu orang paramedis. "Ini semua kami lakukan demi meringankan beban para korban banjir," tandas Siti Hartati Murdaya.
|
 |
Bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Kecamatan Sidareja ini meliputi Desa Sido Mulyo, Sudaraga, Mulyodadi dan Cipari. Ke empat desa tersebut merupakan korban banjir paling parah di Cilacap, Jawa Tengah belum lama ini. Di samping, daerah-daerah lain yang juga memerlukan uluran tangan dermawan.
Secara khusus, Siti Hartati Murdaya yang juga anggota MPR RI dan salah satu pimpinan di bawah bendera CCM Group ini, menyebutkan, pihaknya membangun dapur umum guna membantu para korban banjir. Lokasi yang dipilih di dekat Kantor Wedana Sidareja. Setiap hari, ribuan nasi bungkus di distribusikan kepada para korban bencana.
Selain itu WALUBI melalui Yayasan Kepedulian Sosial Paramita, menyerahkan pakaian layak pakai, mie instant, beras dan membuka praktek pengobatan gratis. Dari masyarakat yang sudah berobat, umumnya mereka terkena penyakit diare, gatal-gatal dan gangguan saluran pernafasan (sesak). "Sudah menjadi kewajiban kami membantu mereka yang terkena musibah dan kami berterima kasih dapat ikut ambil bagian untuk membantu para korban," papar Hartati usai mengunjungi Posko Walubi di Desa Sugaran.
Dia juga mengimbau bagi yang mampu untuk dapat membantu mereka yang tertimpa korban baik di Sidareja maupun di Purworejo. Menurut dia, musibah banjir ini bukan sekadar banjir atau longsor tapi sudah merupakan bencana yang sangat besar yang menimpa ratusan ribu jiwa, sehingga kalau tidak ada kepedulian masyarakat lain atau para dermawan, sangat sulit bagi para korban bencana untuk mengatasi bencana ini. WALUBI paling-paling hanya bisa membantu ribuan orang sedangkan yang perlu dibantu ratusan ribu jiwa, paparnya.
Kepada masyarakat setempat, Hartati mengajak untuk ikut bahu-membahu dan bergotong royong memperbaiki saluran air. "Kalau penyebab banjir ini tidak segera diperbaiki, sangat mungkin peristiwa serupa akan terjadi kembali. Kita harus mengantisipasi sebelum banjir susulan terjadi," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto yang bersama pejabat lainnya meninjau lokasi bencana, menyatakan terima kasih kepada WALUBI yang dengan sukarela membantu para korban bencana. "Siapa pun yang akan membantu, kami terima dengan tangan terbuka. Namun hendaknya mereka berkoordinasi dengan bupati setempat," tandas Mardiyanto.
|