|
Dari Hasil evakuasi peninjauan keliling Tim Sukarelawan Walubi di wilayah Kelurahan Priuk, Tangerang. Semua barang berharga serta pakaian telah ludes terseret air dan 3 orang meninggal dunia disengat ular berbisa saat memindahkan barang ke perahu yang terbuat dari susunan drum-drum kosong. Arus air bah sangat deras datang dari luapan kali Cisadane, secara tiba-tiba menerjang memporak porandakan seluruh rumah bersama isi penghuninya sejak 28 Januari 2002 pada jam 05:30 WIB dini hari. Banyak penduduk kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang isi rumah. Bahkan air pada tanggal 30 Januari 2002 telah mencapai ketinggian 3 meter.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2002 Pengobatan Cuma-Cuma Walubi dan Yayasan Kepedulian Sosial Paramita siap membentuk posko pengungsian, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tangerang dilokasi pelataran perumahan Mutiara Pluit, Tangerang. Sebanyak 198 pasien pengungsi korban bencana alam banjir berasal dari warga Periuk Damai, Duta Lestari dan perumahan Total Persada. Dan kebanyakan pasien menderita penyakit gatal-gatal (kutu air), ISPA, pusing-pusing dan diare.
 |
Warga pengungsi mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Walubi dan dalam melakukan pengobatan secara gratis serta memberikan nasi bungkus sebagai pengganjal perut.
|
 |
Pengobatan Cuma-Cuma Walubi dan Paramita satu hari, sebelumnya telah dilakukan kegiatan di panti asuhan pondok pesantren Al-Arobi di Jalan Balaraja, Kronjo-Pasar Cayur Desa Rancailat Kec. Kresek Kab.Tangerang. Kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu dan para lansia ini lokasinya berdekatan dengan Rumah Sakit Tzu-Chi Paramita. Jumlah pasien sebanyak 222 orang telah memperoleh pengobatan dari WALUBI secara gratis.
|
Kegiatan lain Walubi bersama jajarannya telah memberikan puluhan ribu paket nasi bungkus disediakan untuk para pengungsi korban banjir di lima wilayah DKI dan Bekasi sekitarnya. Pendistribusian nasi bungkus telah dilakukan selama lebih dari 10 hari dipimpin langsung ol;eh Ketua Umum DPP WALUBI, Dra. S. Hartati Murdaya, bersama sama pengusaha Sugianto Kusuma (Artha Graha Group), Soegiarto Hanafi (Pan Brothers), Anton Setiawan (Tunas Group), StanChart Bank dan lain lainnya sebagai sponsor pendukung. Lalu lintas pemberian serentak dibagikan merata kelima wilayah DKI dan diterima langsung warga korban yang berada di posko pemukiman yang tergenang air. Tim Sukarelawan Walubi dengan perlengkapan bantuan 3 unit perahu karet dan aparat TNI didistribusikan secara terpisah. Sukarelawan menelusuri gang / jalan yang telah digenangi air sambil membawa nasi bungkus. Adapun paket nasi bungkus yang dibagikan, isinya antara lain; 1 bungkus nasi goreng/campur, 2 bungkus mi instan dan 1 botol air mineral. Menurut Ketua Umum DPP Walubi yang juga Ketua Yayasan Kepedulian Sosial Paramita," kegiatan ini semata-mata adalah wujud cinta kasih dan kepedulian umat Buddha bagi korban bencana alam banjir. Didalam situasi dan kondisi yang serba darurat, marilah kita bersama-sama bergandeng tangan menolong orang yang sedang kesusahan, ujar Hartati. Dari data sementara wilayah yang tercatat memperoleh bantuan kiriman untuk korban bencana alam banjir seperti warga Kelurahan Jelambar, Cipinang, Kp. Melayu, Sunter, Cengkareng, Grogol, Prumpung, TPI Teluk Gong, Kapuk, Kayu Jati, Kota Bambu, Bojong Indah (pakis) dan Kp. Makasar.
Selain itu Walubi juga mulai tanggal 5 Pebruari 2002 telah membuka posko Pengobatan Gratis untuk lima wilayah DKI di pusatkan di Jalan Cikini Raya No.93 Jakarta Pusat. Ini di siapkan sebagai antisipasi datangnya wabah penyakit pasca banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Didukung 2 unit ambulance sebagai posko pengobatan keliling yang dilengkapi dokter dan paramedis. Serta dukungan obat-obatan berkapasitas 30.000 orang pasien. Kegiatan ini di jadwalkan selama satu bulan.Toto
|