WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  MEMULIHKAN SENYUMAN SATIMAN


Tulang rahang bawah seorang petani Cilacap remuk diserang tumor. Dokter bedah mulut menggantinya dengan bahan titanium.

Gagah betul julukan lelaki desa satiman Si Rahang Titanium, bercandakah tetangganya yang menghadiahkan gelar itu? Tidak juga memang satiman memakai rahang tiruan kok, dari bahan titanium. Rahang buatan yang ditanamkan sejak juni silam itu kini mulai menyatu dengan rahang asli. Pekan lalu lelaki berusia 44 tahun ini sudah bisa mengunyah dan mengecap lebih baik. " Saya sudah bisa makan mie instan. Enak", ujarnya riang kepada Gatra.

Didesanya penampilan pengangguran dengan rahang baru ini tentulah menghebohkan. Apalagi rahang palsu itu mengusung nama "benda asing" titanium dan embel-embel biaya yang bikin melongo para tetangga Rp.30 juta keruan saja, julukan itu pun melekat padanya "kalau mencari saya, cukup sebut julukan itu. Orang sedesa akan memberitahu," Satiman menambahkan sambil tertawa lebar.

Sebelum rahang buatan itu bercokol di rongga mulutnya, Satiman sungguh menderita. Jangankan menyantap mi, atau tertawa, berceloteh pun ia tak leluasa. Setiap menggerakkan rahangnya, Bapak empat anak ini merasa nyeri luar biasa. Sehari-harinya penduduk Dusun karanganyar, Desa Limbangan, 70 kilometer barat kota Cilacap, Jawa Tengah ini Cuma duduk-duduk di rumah. Asupan ke tubuh hanya bubur dan air. Terpaksalah pula ia menebalkan muka, karena hidup bergantung pada istri yang cuma buruh tani.

Rahang bawah Satiman afkir lantaran diserang tumor, delapan tahun silam. Mulanya hanya berupa benjolan sebesar kelereng. Lama-lama membesar, sehingga dagunya menjuntai kepangkal leher. Rasa nyeri pun makin menusuk." Ngomong susah, nasi pun tak bisa masuk," katanya. Penebang kayu ikut jurangannya sampai ke Aceh ini akhirnya balik kampung pada 1997.

Lantaran tak diobati benjolannya kian membesar dan menyakitkan. Untunglah, derita Satiman terdengar oleh Ny. Andreas Nata, ketua persatuan Vihara Buddha Mahayana Indonesia, atas tanggungan Ny. Andreas dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Satiman kemudian diperiksakan ke RSUD Dr. Sarjito, Yogyakarta, Juni lalu. Ia ditangani drg. Muhammad Masykur Rahmat, SpBm.

Satiman rupanya terkena tumor tulang rahang (amello blasstoma) yang menyerang tulang rahang bawahnya, tumor ini kata Masykur, berasal dari sel-sel email gigi muda."karena adanya rangsangan iritasi kronis yang menyebabkan infeksi gigi, tumbuhlah tumor itu," kata Wakil Dekan Urusan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran gigi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ini.

Memang tumor ini tidak ganas tapi, jika dibiarkan tulang rahang dan giginya akan remuk perlahan. Satu-satu jalan, ya mendepak bagian tulang yang tak sehat dan menggantinya dengan rahang buatan. Pilihan terbaik, tentu saja rahang terbuat dari titanium, logam yang telah teruji mampu beradaptasi dengan baik pada tubuh. Selain itu, mudah dipasang dan dilepas.

Rahang titanium terdiri dari lempengan cakram kecil warna perak yang disambung satu sama lain. Mirip rantai sepeda. Pada setiap cakram terdapat lubang. Untuk rahang Satiman, panjang titanium yang dipakai 21 cm, tebal 3 mm, dengan lubang 21 buah berdiameter 1,25 mm. Setiap cakramnya berdiameter 2,7 mm.

Lubang-lubang itu akan menjadi tempat tumbuhnya jaringan daging baru, Masykur menjelaskan. Sistem rahang palsu ini bernama titanium implant system for stable mandibular reconstruction atau lebih dikenal sebagai metode bridging plate. Bahannya impor jerman. Harganya cukup mahal. Sekrupnya saja Rp 400.000 sebuah.

Nah, setelah persiapan rahang buatan itu beres, dua pekan setelah diagnosis, dimulailah operasi itu. Selama empat setengah jam, si pasien, yang dibius total, terbaring di meja operasi di ruang bedah RS. Sarjito. Tim dokter yang menanganinya dipimpin drg. Masykur. Dokter spesialis bedah mulut ini dibantu dr. Soepomo, SpBT(spesialis bedah toraks), dr. Anik (THT), dan dr. Bambang Suyono, SpAN (anestesi).

Benjolan tumor itu tergolong besar 9 ons. Tim dokter ekstra hati-hati supaya darah yang keluar akibat operasi tidak terlalu banyak. Caranya dengan mengikat pembuluh darah luar (arteri carotis external) yang menuju kepala. Pembuluh darah sebelah kiri diikat permanen, yang kanan disimpul sementara. Hasilnya, selama operasi pasien hanya butuh 500 cc darah, kata Masykur.

Bagian yang pertama kali disayat adalah dagu bawah, melengkung sekitar 10 cm. Kemudian benjolan tumor dipotong dan menyisakan jaringan lunak yang masih sehat. Berikutnya giliran tulang rahang bawah beserta giginya dipotong dengan gergaji khusus Gigli Saw. Tentu hanya bagian rusak yang dibuang, menyisakan sebagian tulang sendi persambungan dengan tulang rahang atas yang untungnya masih sehat.

Tulang rahang bawah sebelah kanan yang masih sehat sepanjang 4 cm, sebelah kiri 8 cm. Di kedua sisa tulang itu dibuat dua lubang dengan bor untuk memasang sekrup yang panjangnya 14 mm dengan diameter kepala sekrup 2,7 mm. Sekrup ini akan merekatkan batang titanium dengan tulang rahang asli.

Selanjutnya dipasanglah batangan titanium yang dibentuk sesuai dengan konstruksi rahang orang Indonesia. Saluran batang tenggorok pasien untuk sementara diistirahatkan sampai luka operasi sembuh diganti dengan alat dari plastik mirip sedotan bernama canula tracheostomy. Alat ini juga berfungsi sebagai tempat asupan makanan.

Operasi itu telah memulihkan harapan hidup Satiman. Setidaknya, ia tak murung lagi. beberapa pekan setelah operasi lelaki itu sudah bisa tertawa, meski masih terlihat agak lucu. Habis, masih ompong sih. Dokter memang telah menyiapkan gigi palsu namun, pemasangannya menunggu luka operasi pulih, lamanya dua-tiga bulan.

Mungkin pertengahan September giginya dipasang, kata Masykur. Penikmat rokok putih ini lega, operasi yang dipimpin nya berjalan mulus. Pekan-pekan ini, ia akan menangani operasi serupa terhadap pasien bernama Ny. Arsih, warga Cilacap. Arsih pernah dioperasi sebelumnya, namun dengan rahang palsu dari kawat jadi, kata Masykur, dari lima manusia berahang titanium di Tanah Air, dua di antaranya warga Cilacap.

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.