|
Seperti telah kita ketahui bersama bahwa lebih dari 7 tahun umat Buddha NSI tidak mendapat pelayanan keagamaan antara lain berupa penerimaan Gojukai dan Gohonzon (pribadi/kaikan) dari sangha Niciren Syosyu, oleh karena itu ketika kemudian ada sangha Niciren Syosyu yang bersedia memberikan pelayanan keagamaan ini kontan saja disambut sedemikian antusiasnya oleh umat NSI. Di sisi lain adanya seorang sangha yang bersedia memberikan pelayanan keagamaan ini bukan tanpa cerita karena tanpa diduga sebelumnya. Berawal dari upaya NSI untuk mencari dan memberi informasi kepada beberapa pihak, barang kali dari upaya itu kemudian mendapat jalan untuk membuka hubungan dengan pihak sangha Niciren Syosyu, Bapak Suzuki,umat Niciren Syosyu yang dulu cukup aktif membantu susunan NSI, walau karena kesibukan kerja kemudian jarang bertemu, adalah salah satu pihak yang dihubungi NSI untuk urusan masalah sangha ini. Pembicaran dengan Bapak Suzuki cukup intensif dan cukup memakan waktu dilakukan, hingga Bapak Suzuki sendiri nyaris menyerah. Suatu ketika Bapak Suhadi menjupai Bapak Suzuki yang menyertai rombongan pengusaha dari Jepang (di Indonesia disebut KADIN) kira-kira tahun 1999 di Medan untuk mencari informasi lanjutan. Rupanya salah seorang dari rombongan tersebut mendengar pembicaraan antara Bapak Suhadi dengan Bapak Suzuki yang menyebut- nyebut Niciren Syosyu, orang tersebut kemudian menanyakan permasalahan ini kepada Bapak Suzuki dan dijelaskan tentang permasalahan umat NSI yang tidak mendapat pelayanan keagamaan dari sangha Niciren Syosyu, salah seorang inilah yang sekarang kita kenal sebagai yang Arya Kasamatsu Kaido, dengan demikian pertemuan ini adalah pertemuan yang tidak dibuat-buat.
Sebagaimana telah disebut diatas bahwa umat NSI menyambut sedemikian rupa antusias pelayanan keagamaan ini hingga terlaksanalah suatu upacara penerimaan gojukai dan Gohonzon yang bisa disebut bersejarah karena selain harus melalui perjalanan panjang dan berliku, seorang Bhiksu melayani upacara Gojukai lebih dari 1000 orang dan penerimaan Gohonzon lebih dari 200 orang dan 10 kaikan Gohonzon. Memang tidak serentak dilaksanakan dalam satu hari di satu tempat, tetapi dilaksanakan selama 6 hari mulai dari tanggal 4-9 Mei 2002 di Cetya/Vihara Vimalakirti Tangerang.

Kegiatan Gojukai daerah Bangka
|
|

Kegiatan Gojukai daerah Tangerang
|

Kegiatan Gojukai daerah Tegal Alur
|
|

Kegiatan Gojukai daerah Bali
|

Kegiatan Gojukai daerah Bogor
|
|

Kegiatan Gojukai daerah Bekasi
|

Kegiatan Gojukai daerah
|
|

Kegiatan Gojukai daerah Jakarta
|

Kegiatan Gojukai daerah Jakarta
|
|

Kegiatan Gojukai daerah Jambi
|

Kegiatan Gojukai daerah Angke
|
|
|
|