WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  KENSYU GENERASI MUDA "BERDASARKAN HATI KEPERCAYAAN KITA TAMPIL PENUH PERCAYA DIRI" (23-25 Desember 2001)
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge

Pada tanggal 23-25 desember 2001 bertempat di Megamendung, generasi muda NSI mengadakan kensyu generasi muda nasional sebagai kensyu generasi muda terakhir di tahun 2001. Adapun tema dari kensyu generasi muda kali ini adalah "berdasarkan hati kepercayaan kita tampil penuh percaya diri" sesuai dengan tema, diadakan kensyu generasi muda kali ini bukan hanya sekedar jatah untuk generasi muda mengadakan kensyu, melainkan bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat, karena nampaknya generasi muda NSI terlihat kurangnya rasa percaya diri. Oleh karena itu pada kensyu generasi muda yang diikuti sekitar 360 peserta yang datang dari DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, muncul, Surabaya, Jambi dan Lampung selain dibekali ajaran-ajaran Buddha Niciren Daisyonin yang dapat membangkitkan rasa percaya dirinya oleh Dharmaduta maupun pimpinan, kali ini juga mengandung pembicara yang merupakan seorang motivator untuk menumbuh kembangkan rasa percaya diri pada generasi muda NSI.

Pada malam pertama setelah para peserta kensyu diajak untuk saling mengenal, mereka diajak untuk mendengarkan ajaran dari Buddha Niciren Daisyonin. Gosyo yang dibahas pada kensyu generasi muda kali ini adalah surat delapan angin dengan penceramah ibu Sisca Pamudji, dikatakan oleh ibu Sisca Pamudji bahwa tujuan dari gosyo ini adalah Buddha ingin membimbing murid-muridnya untuk mencapai musyohonin, karena manusia yang telah mencapai musyohonin dia tidak akan terpengaruh oleh delapan angin yang antara lain keberuntungan, kerugian, kehancuran, reputasi, pujian, ejekan, penderitaan dan kegembiraan. Selain itu yang berkaitan dengan gosyo ini, Ibu Sisca Pamudji membahas sedikit tentang percaya diri, dimana faktor fisik, sosial budaya atau lingkungan, ekonomi dan pendidikan yang menyebabkan seseorang tidak percaya diri.

Satu yang lain dari kensyu generasi muda kali ini adalah dimana para generasi muda mau mengadakan dana paramita spontan untuk pembangunan vihara, selain itu juga pada keesokan harinya para generasi muda diajak untuk menjalankan maitri karuna dengan mendonorkan darahnya . jadi pada kensyu kali ini, generasi muda NSI bukan hanya sekedar ikut menjalankan kegiatan-kegiatan yang di buat oleh pihak panitia tapi generasi muda NSI selain dituntut untuk lebih percaya diri mereka juga diajak untuk menjalankan maitri karuna, seperti mendonorkan darahnya, mungkin dengan mendonorkan darah kita bisa membantu atau menyelamatkan orang lain.

Pada acara seminar yang membahas tentang percaya diri dengan nara sumber sdr.Bun Eng beliau adalah seorang motivator. Dikatakan oleh beliau bahwa percaya diri tidak terpengaruh oleh Ras, Suku, Fisik atau pendidikan, tetapi percaya diri keluar dari dalam diri kita. Dikatakan juga bahwa orang yang tidak percaya diri adalah orang yang egois, penyebab yang membuat kita tidak percaya diri karena takut ditertawakan orang. Tetapi orang yang percaya diri bisa melihat sesuatu dari yang positif, percaya diri bisa dilihat asal kita mau mempraktekkan. Kita lahir sebagai manusia itu ibarat membawa kertas putih, jadi yang menentukan dan menuliskan adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Percaya diri dibentuk bukan dalam waktu sekejap tapi perlu waktu yang bertahun-tahun, maka itu kalau anda ingin percaya diri bergaullah dengan orang yang positif bukan dengan orang yang negatif, percaya diri juga tidak hanya dibuktikan seperti dia berani bicara di depan tapi bisa lewat bidang-bidang yang lain. Kemudian pesan sdr. Bun Eng bahwa kalau ingin percaya diri kita harus membentuk kebiasaan-kebiasaan itu akan membentuk diri kita.

Sejak diadakan kensyu generasi muda, mungkin kensyu generasi muda kali ini yang cukup sukses, selain dari peserta yang melebihi target, juga acara yang dibuat lain daripada yang lain, walaupun ada sedikit persamaan dengan kensyu generasi muda akhir tahun 2000 lalu seperti kita bisa mendengarkan lagu-lagu yang kita seperti layaknya siaran radio yang sedang ON-AIR. Dikatakan lain daripada yang lain, seperti pada talk show yang kali ini membahas tentang setuju atau tidak bila kita memboroskan uang untuk keperluan yang bukan nomor satu atau keperluan-keperluan yang tidak berapa penting dengan nara sumber ibu Sisca Pamudji. Terlihat para generasi muda sangat menikmati talk show kali ini mungkin karena acara yang dikemas layaknya selamat datang pagi yang ditayangkan di RCTI setiap pagi.

Bukan hanya talk show yang dibuat beda, pada malam kesenianpun benar-benar berbeda dan bisa dibilang acara yang sangat hidup karena malam kesenian kensyu generasi muda dibuat seperti acara Panasonic Award dan mungkin bagi generasi muda yang menyaksikan malam kesenian walaupun hanya duduk di tangga-tangga tapi serasa duduk di sofa yang empuk dengan ruangan yang ber AC sambil menyaksikan para artis-artis muda NSI beraksi, seperti tari kontemporer dari rayon I, tari kontemporer rayon IV, tari kontemporer dari tangerang, tarian dari Bekasi, kabaret dari Muncul, puisi homur dari Surabaya, adik kecil kita Marcella dari Bandung yang menyumbangkan suaranya, dan lain-lainnya. Acara malam kesenian yang dikemas sedemikian rupa dan menghasilkan malam kesenian yang cukup sukses, memang tidak lepas dari para panitia yang sudah sedemikian pusing memikirkan acaranya, dari dekorasi panggung, sound system dan permainan lampu juga tidak luput membantu suksesnya malam kesenian kensyu generasi muda ini.

Setelah beberapa hari para peserta kensyu generasi serius dalam mendengarkan ajaran Buddha Niciren Daisyonin dan mengikuti acara-acara yang sudah dipersiapkan oleh panitia, mereka diajak untuk melepas rasa jenuh. Pada acara permainan juga dibuat berbeda, sehingga mereka seperti berada dalam arena Time Zone mungkin bedanya dengan Time Zone yang asli mereka tidak di ruang AC tapi dibawah panasnya matahari, tapi itu bukan penghalang bagi mereka untuk bergembira nyatanya mereka terlihat sangat senang dan bergembira dalam mengikuti permainan-permainan seperti loncat karet, lempar koin, masukan bola basket ke dalam ring dan lain sebagainya. Masing-masing dari mereka mengumpulkan point sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan hadiah.

Setelah acara permainan, dilanjutkan dengan kesan -pesan sebagai acara terakhir dari kensyu generasi muda, dari mereka yang mengutarakan kesan -pesannya semuanya mengatakan sangat senang dan gembira bisa ikut kensyu generasi muda kali ini karena acaranya yang cukup bagus. Kemudian para generasi muda juga mendapat pengarahan dari ketua umum Bapak Suhadi Sendjaja agar setelah pulang kensyu, generasi muda bisa membawa suasana yang lebih baik di daerahnya masing-masing sehingga tidak sia-sia selama mengikuti kensyu generasi muda.

 


Peserta Kensyu mendengarkan ceramah

 
Peserta Kensyu sedang dalam diskusi kelompok

Para pembicara dalam acara talk show

 
Peserta Kensyu menyumbangkan darahnya


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.