WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

  MAKNA YANG TERSEMBUNYI DARI SEBUAH BENCANA (Februari 2002)
Click gambar untuk memperbesar / Click on the picture to enlarge

Awan mendung yang menyelimuti negara Indonesia rasanya tidak kunjung pergi, mungkin perumpamaan di atas tadi memang benar. Karena bencana beruntun terus mengikuti kehidupan dinegara kita, seperti dimulai dari krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 hingga 1999 yang membuat aktivitas bisnis nyaris lumpuh. Berbarengan dengan memburuknya kondisi bisnis tersebut, satu persatu aset yang ada di sektor riil, seperti industri manufaktor, properti dan industri pengolahan hasil pertanian masuk dalam karantina badan penyehatan perbankan nasional (BPPN), berbagai aset dipakai sebagai jaminan untuk menutupi utang perbankan. Memasuki tahun 2000 situasi mulai membaik, kepercayaan para pelaku bisnis baik disektor riil maupun perbankan mulai tumbuh. Akan tatapi meski angin baik mulai bertiup, namun tidak serta merta hembusan itu mampu mengubah sikap mental dunia perbankan untuk mengucurkan kredit, seperti dalam kondisi normal. Percaya atau tidak, sejak adanya perubahan sikap itu, pertumbuhan ekonomipun mulai membaik. Tak cukup sampai disitu, potret buram kembali membayangi negara indonesia, pada awal tahun 2002 bencana banjir melanda sebagian kota dan daerah di indonesia. Sekurang-kurangnya di ibu Kota DKI Jakarta, banjir besar kali ini menimpa hampir seluruh warga tanpa pandang bulu. Mereka yang rumahnya tidak kebanjiran juga ikut tertimpa akibat banjir, mungkin ketika akan pergi ke kantor, ke sekolah dan lainnya bukan hanya macet sampai bermalam dalam kendaraan di tenggah jalan, bahkan sama sekali tidak bisa keluar dari lingkungan huniannya.

Pasca masa banjir dan pengungsian, warga dan pemerintah daerah DKI dan daerah-daerah sekitarnya masih menghadapi masalah berat. Di antara masalah itu ialah hancurnya infrastruktur, menurunnya kinerja ekonomi, hancurnya rumah milik warga yang tertimpah bencana banjir, hilangnya nyawa keluarga yang menjadi tiang keluarga, kehilangan lapangan pekerjaan, rusaknya sebagian ruas-ruas jalan di Ibu Kota, tidak berfungsinya sarana-sarana umum dan sebagainya. Dengan adanya bencana banjir itu, konsentrasi pemerintah dan warga yang solider pada warga yang tertimpa musibah banjir adalah bagaimana agar para korban mendapatkan pertolongan seperti makanan matang, selimut, obat-obatan dan lain sebagainya. Banyak posko-posko banjir di dirikan oleh para aktivis dari berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, lembaga-lembaga swadaya masyarakatan dan lainnya yang bertujuan untuk menolong dan meringankan beban para korban bencana banjir. Akibat dari bencana banjir banyak masalah yang ditinggalkan tidak hanya dari segi ekonomi karena kehilangan harta benda tapi juga bermunculan persoalan-persoalan baru, mulai dari mengatasi berbagai penyakit seperti diare infeksi saluran pernafasan, muntaber, penyakit kulit, stress akibat trauma banjir. Dan ternyata akibat dari bencana banjir juga berpengaruh terhadap aktifitas susunan NSI di Wilayah DKI Jakarta seperti pertemuan-pertemuan yang sudah terjadwal sejak terjadi banjir banyak pertemuan-pertemuan yang batal atau diundur pelaksanaannya, dimana salah satu penyebabnya adalah karena tidak sedikit umat kita yang rumahnya juga terkena banjir, tapi biar bagaimana pun juga setiap musibah pasti ada maknanya, yang jelas alam kini tidak lagi ramah terhadap manusia yang semakin kuat kecenderungan jiwa yang dipenuhi oleh tiga racun, melihat manusia yang sudah tidak peduli lagi terhadap sesama. Maka dengan adanya bencana banjir ini alam semesta mengingatkan kita agar tidak berkelanjutan mengumbar nafsu keserakahan, tetapi berbuatlah maitri karuna kepada sesama makhluk, bisa saling bantu dan bisa menjaga atau memelihara alam ini. Semangat yang diperlukan justru bekerja sama, dimana kita harus saling mengingatkan. Jika dari bencana banjir, pemahaman dan sikap maitri karuna itu menjadi tumbuh, itulah makna tersembunyi dari bencana, dan hanya orang-orang yang berkesadaran Buddhalah yang dapat memahaminya.


Banjir di daerah Jelambar

 
Penyerahan makanan di daerah Jelambar

Banjir di daerah Manggarai

 
Penyerahan mi instant dan telur di dapur umum Manggarai

Posko yang didirikan Walubi di daerah Jelambar

   


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.