|
5 Mei 2002
|
Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Surabaya. Minggu pagi dengan sinar matahari yang cerah, ratusan umat Buddha Surabaya melangkah pasti dengan wajah ceria melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Acara yang dimulai pukul 07.30 pagi, diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung ketua DPD Walubi Jawa Timur, Bapak Prof. Dr. Philip Kuncoro Wijaya.
Ratusan peserta yang terdiri dari seluruh sekte daerah Surabaya, termasuk NSI pun ikut ambil bagian. Tak peduli panasnya sinar matahari, umat Buddha pun bergerak memberikan karangan bunga dan membersihkan makam yang kurang dirawat. Dengan kegiatan ini kita diajak mengenang jasa-jasa para pahlawan dan mewujudkan suasana cinta tanah air. Perjuangan hidup tidak terbatas, tapi perjuangan para pahlawan harus kita teruskan, bukan berjuang untuk melawan penjajah, melainkan berjuang demi kemanusiaan inilah tujuan hidup kita sebagai Bodhisattva yang muncul dibumi.
|
|
19 Mei 2002
|
Bakti Sosial Donor Darah, Graha Maitreya Gedung BNI lantai 10 Surabaya. Dalam rangka memperingati hari raya Tri Suci Waisak, DPD Walubi Jawa Timur bekerjasama dengan PMI Surabaya melaksanakan Bakti Sosial Kemanusiaan yaitu Donor Darah. Dihadiri ratusan umat Buddha dari seluruh sekte dipertemukan dan bersatu menjalankan tugas misi kemanusiaan. Acara yang berlangsung pada pukul 12.00 siang itupun dimulai, diawali kata sambutan dari Ketua DPD Walubi Jawa Timur. Agar semangat generasi muda sekte Maitreya mengajak kita semua bernyanyi bersama menyanyikan Malam Suci Waisak.
Pesertapun mulai ambil antrian untuk mendonorkan darahnya, tapi harus mengikuti prosedur yang telah diatur oleh panitia. Mereka dengan semangat mengikuti, dimulai dengan pengisian formulir peserta, menimbang berat badan dan terakhir pemeriksaaan kondisi badan, hal ini sangat diperlukan untuk si pendonor jangan memaksakan bila memang belum giliran kita berdonor darah bisa-bisa hal tersebut merugikan diri kita.
Tema yang didasari oleh "Dengan Berdonor Darah Kita Tingkatkan Cinta Kasih dan Persaudaraan" menjadi pemersatu hati para peserta.
|
|
26 Mei 2002
|
Waisak bersama umat NSI, Cetya Vimalakirti Surabaya. Sungguh hal yang sangat menggembirakan bila kita bisa berkumpul dan memanjatkan puji syukur di Waisak ini. Umat NSI pun melaksanakan upacara Dokyo Syodai bersama dalam rangka memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak tahun 2002, upacara yang dimulai pada pukul 10.00 pagi, yang dipimpin oleh Ketua DPW NSI Jawa Timur bapak Djohan Limanto. Dengan dihadiri oleh + 40 umat NSI yang terdiri dari generasi muda, bapak dan ibu yang membaur dengan gembira dan penuh rasa syukur.
Usai menjalankan upacara Dokyo Syodai, pembawa acarapun langsung mengambil peranan, acara dilanjutkan dengan mendengarkan kata sambutan dari pimpinan pengurus NSI dan makna Waisak bagi kita yang disampaikan oleh beberapa umat. Tampak suasana semakin ceria, bernyanyi bersama sambil berpegangan tangan dan menari kecil mewujudkan suasana kebersamaan yang selama ini enggan kita lakukan. Bersatu membaur mewujudkan tali persaudaraan yang didasari oleh semangat Itai Dosyin.
Kita jadikan Waisak tahun 2002 ini, sebagai perwujudan dari Balas Budi kita kepada Guru Agung Buddha Niciren Daisyonin yang memiliki tiga kebajikan: Raja, Guru dan Ayah Bunda yang Maha Maitri Karuna.
|
|
26 Mei 2002
|
Bakti Sosial Nasi Bungkus, Paket Shampo, Hikmah Buddhi Surabaya. Siang usai makan bersama tujuh orang generasi muda mewakili Generasi Muda NSI Surabaya, berangkat menghadiri undangan Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia, gabungan membawa berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Peserta berkumpul sebelum pukul 12.00 siang, diawali dengan doa bersama, pembagian tugas dalam tim merupakan suatu keharusan, apalagi seluruh peserta dikelompokkan jadi bisa kenal satu sama lain. Pembagian Nasi Bungkus pun dimulai pukul 12.45 siang, dengan beriringan kendaraan pribadi para generasi muda pun berpencar sesuai dengan daerah-daerah yang ditugaskannya.
Pembagian nasi bungkus dimaksudkan untuk para pengamen, anak jalanan, pengemis dan pemulung, tukang becak dan bahkan juga pasukan kuning alias tukang sampah yang mempunyai peranan penting bagi kita. Ada juga yang kebajikan tugas untuk mendatangi panti asuhan anak-anak jalanan. Sungguh sangat memprihatinkan, kita masih tertawa dengan kesombongan yang memiliki sementara diluar sana menangis sedih mencari uang dengan susah payah asalkan dapat makan hari ini.
Inilah perwujudan generasi muda terutama mahasiswa yang mempunyai pemikiran, janganlah kita berjuang dengan berdemo demi kepentingan tertentu tapi pernahkah terpikir upaya apakah agar kemiskinan dapat diatasi bahkan harus menciptakan lapangan kerja baru atau memberikan pelatihan seperti belajar menjahit, mendaur ulang barang bekas menjadi hiasan pajangan, ataukah menciptakan bibit unggul tanaman yang bisa panen dalam tiga bulan, tentu ini hanya isapan jempol belaka, yang pasti tetap semangat dan terus berkiprahlah berjuang.
|
Selamat Hari Raya Tri Suci Wasak 2546.
N a m m y o h o r e n g k e k y o
N a m m y o h o r e n g k e k y o
N a m m y o h o r e n g k e k y o
Semoga seluruh makhluk hidup berbahagia
(TKD/Yansen/Sby).
|