|
Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa berjuang sebagai guru pendidik siswa di Sekolah. Tanpa kenal lelah, melalui guru pendidikan Agama adalah mulia , mencari nafkah merupakan tugas hari-hari diembannya. Yang dicari dari satu sekolah kesekolah lain, bahkan yang ditempuh ada yang jaraknya berjauhan. Terkadang terlambat tidak mendapat angkutan, terkadang pula, pulang pada larut malam. Apalagi ia seorang guru agama Buddha.Mereka mengejar untuk mengisi mata pelajaran di sekolah, kadang pulang larut dalam antrian panjang kemacetan lalu lintas kota, disisi lain mengejar target kebutuhan keluarga. Kadang juga menjaga dan melestarikan keberadaan pendidikan pelajaran Agama Buddha di Sekolah.
Kemajuan pesat perkembangan umat Buddha cukup baik dan meningkat pesat. Terlihat dari jumlah indek kuantiti yang ada di Departemen Agama. Tetapi kondisi ini tidak sesuai dengan jumlah guru Agama Buddha yang ada baik dipusat maupun di Daerah. Dan menunjukkan minimnya jumlah guru agama Buddha di Indonesia yang serius mengeluti dibidang agama. Mungkin dari kurangnya kesejahteraan bagi guru.
Sisi ini hampir merata banyaknya guru agama Buddha yang minim menerima jumlah honor yang disediahkan pemerintah daerah, sedangkan jumlah kebutuhan keluarga meningkat. Berdasarkan data jumlah guru yang terdaftar di Forum Kerja Guru agama Buddha se DKI-Jakarta baru sebanyak 120 tenaga guru pengajar. Perinciannya 50 tenaga guru telah mengajar di Sekolah Negeri dan sudah pegawai negeri, selebihnya di sekolah swasta.
|
Dewan Pengurus Pusat Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia (DPP MADHA TANTRI) berpusat di Jakarta yang dipimpin oleh Susan Kumala,SE, pada Sabtu 7 September 2002 telah mensosialisasikan kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai wujud peduli murni membantu meringankan beban yang diemban bagi para guru agama Buddha yang berdiam di lima wilayah Kota DKI-Jakarta. Sebagai wujud peduli kemanusiaan, Susan Kumala telah mengambil tindakan mengimplementasikan pemberian sembako cuma-cuma sebanyak 1.120 Kg beras dilengkapi 60 karton mie Instant. Secara simbolis dilakukan penyerahan di Vihara Dharma Hastabrata, berupa satu sak beras dan mie instant satu karton dari Lien Ie Fashe (anggota Sangha Tantrayana Satya Buddha) kepada perwakilan guru agama Buddha, Suyatno (Guru Agama Buddha di SDN 04 Jelambar Baru/SMUN Yadika 2) disaksikan pejabat Pembimas Buddha Tk.I Propinsi DKI-Jakarta, Mugiyanto.

|
|

|
"Memberi cinta kasih dan kesejahteraan, walau setitik pemberian mudah-mudahan dapat diterima dengan lapang dada, semoga sepercik harapan ini membuahkan kebahagiaan bagi keluarga yang membutuhkan" ungkap Susan Kumala,SE saat dijumpai ditempat terpisah di Vihara Dharma Hastabrata, Jelambar Taman Duta Mas Jakarta Barat.
Pada hari yang sama umat Buddha Vihara Dharma Hastabrata, yang berbendera Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha, serentak dengan delapan kendaraan, satu mobil box dan satu truk, meluncur bersama 57 sukarelawan ke lokasi lima Panti Asuhan yang berdomisili di Wilayah Jakarta Barat. Diantaranya :
- Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih
- Panti Sosial Laras 01 Cengkareng
- Panti Sosial Tresna Werdha Bhakti Mulia 03
- Panti Sosial Tresna Werdha Bhakti Mulia 04
- Panti Usada Mulia.
Disini para sukarelawan yang berhati mulia dengan senang hati dan bahagia dapat berbagi kasih terhadap sesama yang serba kekurangan. Sukarelawan setelah memasuki area panti, sesampainya dipintu menyebar lalu menerobos sekat-sekat ruang yang telah dihuni para jompo. Saling membagikan paket yang berisikan makanan, mereka sepertinya butuh belaian kasih dari pengunjung yang datang, ia dapat berbicara, bercanda, dan sambil berkata pilu dan sedih dengan menitikan air mata, dari pikirannya muncul dan kata-katanya telah terkuras habis. Lalu ibu jompo yang dihampiri memegangnya erat sukarelawan tersebut, dari keinginannya timbul agar dapat terus menemani, karena ia sudah tidak dikunjungi pihak keluarganya lagi dan dicampakkan, apalagi dikatakan berkumpul, sangat sulit, ditanyakan alamat tempat tinggalnya juga sudah lupa. Para penghuni jompo kebanyakan butuh kehangatan kasih sayang keluarga.

|
|
|
Di Panti Sosial yang satu lagi para Jompo dikumpulkan disatu tempat, kemudian dihibur Sukarelawan Madha Tantri dengan iringan musik gitar dengan lagu-lagu "Tao Ming Se" dan mendapat balasan dengan lagu berbahasa mandarin yang dinyanyikan oleh dua orang penghuni jompo yang bersuara emas. Suasana berubah menjadi riang.

|
|
|
Kalau Panti Grahita, yang satu ini, kita tidak dapat berkomunikasi langsung, namun dengan sandi dan gerakan, mereka sedikit mulai mengenalnya apa yang dimaksud, terkadang keterbelakangan mental. Ada yang tuli, bisu, tuna netra dan lain lain, mereka umumnya dari gelandangan serta golongan tidak mampu terlantar yang ditangkap para petugas kamtib. Orang awam menyebutnya cacat retardasi yaitu mempunyai kelainan mental atau tingkah laku akibat dari perkembangan kecerdasan yang terganggu. Adakalanya cacat mental di barengi dengan cacat fisik sejak lahir, berpenyakitan, bisa juga dari faktor keturunan atau kecelakaan, disebut cacat ganda. Dari 100 persen penghuni panti, 60 persen menderita epilepsi (penyakit ayan).

|
|
|
Selain itu Ketua Umum DPP Madha Tantri pada hari Minggu, 8 September 2002 terketuk hati untuk berbagi rasa kepada orang yang tak berpunya di sepanjang pinggir kali kanal Jelambar, dengan membagikan sembako berupa beras 5 kg mie instant 5 bungkus, sabun, kain sarung, kecap dan susu pada masing-masing warga Kelurahan Jelambar Baru sebanyak 150 paket.
Dari jumlah pemberian DPP MADHA TANTRI secara keseluruhan selama duahari tanggal 7 dan 8 September 2002, telah menyalurkan dana di Wilayah Jakarta Barat, sebanyak 7,8 ton beras, 150 karton mi instan, roti kering/biskuat 50 karton, permen manisan 5 karton, kain sarung, 300 potong, ditambah minyakgoreng, sabunmandi, balsem gosok, susu dan kecap.
Sebelumnya DPP Madha Tantri telah banyak melakukan aktivitasnya selama 3 tahun dan telah menyalurkan beras sebanyak 50 ton, untuk penggalangan bantuan bencana alam gempa bumi di Propinsi Bengkulu, sejumlah Panti Werdha, Panti Laras, Panti Balita dan terakhir penanggulangan bencana banjir, meliputi lima Wilayah Jakarta dan Tangerang yang terendam air selama seminggu. DPP Madha Tantri bekerjasama dengan DPD Madha Tantri tingkat I DKI-Jakarta turun kejalan dengan membuat posko posko dapur umum diantaranya di Kapuk, Muara Karang dan Taman Duta Mas, Jelambar. toto
|