|
Vajra Acharya Lian Hai menuntaskan kunjungan Dharmanya di Indonesia dengan memimpin rangkaian upacara yang sangat bermanfaat bagi umat Buddha Tantrayana Satya Buddha di Jakarta. Upacara yang dipimpinnya itu adalah Upacara Ulambana Ksitigarbha Bodhisattva pada tanggal 18 Agustus 2002, Upacara Homa Vajra Dewa Bumi pada tanggal 19 Agustus 2002, dan Upacara Persembahan Air Maha Dewi Yao Chi Cin Mu pada tanggal 26 Agustus 2002.
Ulambana Ksitigarbha Bodhisattva
Dalam setiap kesempatan memimpin upacara yang diadakan di Vihara Dharma Hastabrata, Duta Mas, Jakarta Barat itu, Vajra Acharya Lian Hai dengan didampingi Liansen Fashi, Lianhuai Fashi, Lianlik Fashi dan Lianyi Fashi. Pada waktu Upacara Ulambana Ksitigarbha Bodhisattva untuk menyingkirkan karma buruk dan memohon kesejahteraan dihadiri oleh banyak umat, karena hari itu merupakan hari-hari yang dikenal sebagai bulan Cioko.
Umat dengan antusias melakukan Upacara Ulambana Ksitigarbha Bodhhisattva demi kebahagiaan sanak keluarga, dan para leluhurnya yang telah meninggal. Dalam kesempatan itu, Vajra Acharya Lian Hai berpesan, ketika melakukan upacara persembahan kepada para leluhur yang telah meinggal itu hendaknya dengan tulus hati, hendaknya umat juga meyakini bahwa arwah para leluhur itu benar-benar ada, sebagaimana adanya para Buddha dan Bodhisattva, sehingga dapat melayaninya dengan baik.
Homa Vajra Dewa Bumi
Sehari kemudian, Vajra Acharya Lian Hai memimpin Upacara Homa Vajra Dewa Bumi. Upacara yang dimaksudkan untuk menyingkirkan karma buruk dan memohon kesejahteraan ini diikuti oleh banyak umat sehingga memadati halaman depan Vihara Dharma Hastabrta, Duta Mas, Jakarta Barat.
Dalam upacara persembahan suci atau upacara besar Homa ini, Vajra Acharya Lian Hai dalam Dharma Desananya mengingatkan kekuatan dan peran besar yang dimliki Dewa Bumi dalam menyingkirkan segala yang negatif dan mendatangkan kesejahteraan. Dikatakannya, segala sesuatu yang negatif seperti guna-guna tidak akan ada dayanya, jika kita semua memuja dan menghormati Dewa Bumi, karena segala sesuatu tidak dapat terjadi bila tidak ada bumi.
Bumi adalah tempat segala aktivitas terjadi. Kekuatan bumi sangat luar biasa, dan peranan Dewa Bumi untuk mendatangkan kesejahteraan pun dan mencegah penyakit sangat besar. Vajra Acharya Lian Hai, berpesan untuk mendapat perlindungan dari Dewa Bumi itu, hendaklah kita harus terus bersemangat di dalam melatih diri, atau menghormati Maha Guru. Dewa Bumi akan melindungi perjalanan Dharma dan pembabar Dharma yang sejati. Untuk itulah, kita harus giat dan bersemangat melatih diri, melakukan sadhana setiap hari.
Dalam Upacara Homa itu, juga diperlihatkan bagaimanan membuat perisai perlidnugnan diri dengan merangkai benang lima warna yang dibuat simpul-simpul dalam 21 ikatan. Benang yang akhirnya menjadi berbetuk gelang itu dapat dikenakan pada lengan dan dibawa kemana saja, sebagai perlindungan diri. Akhirnya puncak upacara homa itu terjadi, ketika semua umat yang hadir menuju ke api Homa, mengelilingi api Homa itu yang membakar segala sifat egoisme itu, agar semua karma buruk menjadi lenyap
Persembahan Air
Sehari setelah melakukan Upacara Homa di Jakarta itu, Vajra Acharya melanjutkan karya dharmanya di Ujung Pandang. Akhirnya muhibah Dharma Vajra Acharya Lian Hai ditutup dengan memimpin Upacara Persembahan Air kepada Maha Dewi Yao Chi Cin Mu pada hari Senin, 26 Agustus 2002.
Upacara Persembahan Air itu yang ditujukan kepada Maha Dewi Yao Chi Cin Mu itu juga sebagai perayaan HUT Maha Dewi. Melalui upacara itu, umat mengungkapkan rasa hormat dan syukurnya bagi Maha Dewi Yao Chi Cin Mu yang senantiasa memberikan keberkahannya demi kesejahteraan mereka yang memujanya. Upacara persembahan air itu juga sekaligus mengingatkan umat agar senantiasa membersihkan dirinya dari segala bentuk kekotoran batin, sehingga segala karma buruk menjadi tersingkir.
Dalam kunjungannya selama dua bulan di Indonesia ini, sungguh luar biasa Karya Dharma yang telah dilakukan oleh Vajra Lian Hai. Jadwalnya begitu ketat dan padat. Namun beliau menjalaninya dengan penuh semangat, tak kenal lelah. Berbagai upacara yang memakan waktu cukup panjang dipimpinnya dengan penuh dedikasi, pengabdian dan cinta kasih. Begitu pula dengan pembabaran Dharmanya. Banyak pelajaran yang telah disampaikannya termasuk semangat pengabdiannya itu. Karya Dharma Vajra Acharya yang memiliki pengetahuan Dharma luas ini sungguh suatu pelajaran berharga bagi kita semua. (Jb45).*
Sumber : Bulanan CENFO Indonesia NO:18, SEPT 2002
|