|
Yang terpenting adalah membina umat sendiri supaya tidak dikuasai oleh tiga racun kehidupan: keserakahan, kemarahan dan kebodohan itu sumbernya. Menurut Buddhis pangkal permasalahan itu datangnya bersumber dari diri sendiri, sumbangsih umat Buddha adalah bagaimana masing-masing pribadi itu bisa mengembangkan perasaan hati dan bisa memunculkan Bodhicita, disampaikan Ketua PBDNSI (Parisadha Buddha Dharma Niciren Sosyu Indonesia), Suhadi Senjaya disaat peringatan HUTnya ke 38, hari Sabtu, 26 Oktober 2002 di Komplek Vihara Sadariparibhuta-Megamendung, yang dihadiri lebih dari 500 umat Buddha NSI.
Ketua Umum PBDNSI, ketika ditanyakan mengenai konflik yang terjadi dibeberapa daerah dan adanya aksi peledakan bom yang mencekam di Bali, mengakibatkan seluruh sektor pariwisata diberbagai daerah lumpuh total. Suhadi, menyikapi hal ini dan berprinsip, "Kita tidak bisa merubah orang lain yang penting kita dapat merubah diri sendiri agar kita tidak larut didalam suasana kekacauan seperti sekarang ini yang telah melanda negara kita. Untuk antisipasi dengan adanya terror kita percayakan saja kepada aparat keamanan" tegas Suhadi
Sebagai pemimpin umat, Suhadi sangat berhati-hati bicara pada pewarta WALUBI dan tidak secara terang-terangan dalam memberi keterangan jawaban tentang aksi peledakan bom yang mengguncang Bali, dan letaknya tidak jauh dengan lokasi DPD PBDNSI Propinsi Bali. Saat itu umat sedang memperingati HUT ke 723 Dai Gohonzon.
Suhadi lebih banyak menekankan pembicaraan pada tugas pokoknya saja, yaitu bagaimana cara membina umat dengan sebaik-baiknya, agar umat bisa menghayati, bisa memahami dan mengamalkan Buddha Dharma. Itu adalah jalan pokok yang harus kita laksanakan, pinta nya.
HUT NSI yang ke 38 berlangsung selama dua hari diisi dengan sarasehan yang bertemakan "Bangkitkan Kesadaran untuk Mewujudkan Kebahagiaan dan Kesejahteraan Keluarga" dan tari kesenian daerah. Menurut Ketua Panitia, Tristina HS mengambil tema ini karena intinya sangat penting yakni bagaimana cara membangun Keluarga yang baik ditengah carut marut keterpurukan Indonesia, sambil melatih Bodhicita atau kesadaran dalam berkeluarga. Tampak hadir Ditura Buddha Corneles Wowor,MA, Panjika, Oka Diputhera, Ketua Umum Wanita Walubi, Abhayahema K bersama jajarannya dan Kandepag Jawa Barat. *Toto,Jhs
 Diskusi hangat pada HUT PBDNSI, hadir pada saat itu: Ketua Umum PBDNSI Bp Suhadi Sendjaja, Para Ketua DPP WALUBI, Para Pengurus DPP WANITA WALUBI, Ditura Buddha Depag, Bp Cornelis Wowor, MA. |
|
 Photo bersama para Pengurus DPP Wanita Walubi |
 Ketua Umum DPP PBDNSI Bp Suhadi Sendjaja saat memberikan sambutan |
|