|
Rasa aman adalah salah satu kebutuhan dalam hidup manusia, tanpa rasa aman seseorang akan mengalami gangguan kejiwaan, bahkan akan menjadi gila, oleh karena itu suasana aman menjadi hal yang penting dalam hidup.

Bapak Suhadi Sendjaja (ditengah) foto bersama dengan Tokoh agama lainnya
Namun dalam kehidupan suasana tidak aman nampaknya dirasakan semakin meningkat, ancaman kerusuhan bahkan ancaman peperangan cenderung meningkat. Satu kelompok mengancam akan menyerang kelompok lain, demikian juga negara, negara satu mengancam akan menyerang negara lain. lebih parah lagi, tawuran antar kelompok atau warga tidak segan-segan menggunakan bom. Senjata nuklir, senjata kimia dan senjata biologi yang mempunyai daya pemusnah tinggi konon juga sedang dikembangkan oleh sejumlah negara. Kalau saja suasana seperti ini terus berlarut-larut, tentu akan berpengaruh tidak baik terhadap peradaban dunia.
Sebagai salah satu solusi untuk mencapai suasana damai serta partisipasi pemerintah kita, maka pada tanggal 21 September 2002 bertempat di Graha Pengayoman Departemen Kehakiman dan HAM, Departeman kehakiman dan HAM bekerja sama dengan kantor PBB (United Nation Information Center/UNIC Jakarta) sekaligus dalam rangka memperingati hari perdamaian Internasional mengundang tokoh dari 5 agama yang ada di Indonesia.

Foto bersama pada acara Hari Perdamaian Internasional yang mewakili 5 agama
Bapak Suhadi Sendjaja hadir pada acara itu mewakili umat Buddha untuk menyampaikan pesan perdamaian. Dan untuk menggugah kesadaran pentingnya menciptakan suasana damai dari semua pihak, maka hasil dari pesan-pesan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama tersebut akan diterbitkan dalam bentuk buku yang ditulis dalam dua versi bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (Pesan perdamaian yang disampaikan oleh Bapak Suhadi Sendjaja dimuat dalam rubrik "Sekitar kita").
Samantabadra, Nopember 2002
|