|
MENAG BERHARAP
WAISAK DIPERINGATI
DI SATU TEMPAT
MENTERI AGAMA, Prof. Dr. H. Said Agil
Husin Al-Munawar, MA., berharap peringatan Tri Suci
Waisak 2548/2004 dilakukan di satu tempat. Tapi, jika
tidak bisa tidak usah dipaksakan, karena peringatan
itu akan berjalan secara alamiah, dan di suatu waktu
kelak umat Buddha Indonesia bisa bersatu.
“Saya sudah berusaha terus agar
peringatan Waisak diselenggarakan disatu tempat,”
kata Menag ketika ditanya pers, seusai menerima
Panitia Waisak 2548/2004 dan Pengurus WALUBI yang
dipimpin Ketua Umum Dra. Siti Hartati Murdaya, di
Depag, Jakarta, Kamis (18/03) sore.
Ketua Umum WALUBI kepada Menag
menyampaikan dan sekaligus berharap pelaksanaan
peringatan Waisak 2548/2004 berlangsung dalam suasana
damai, karena peringatan hari suci bagi umat Buddha
diselenggarakan dalam suasana Pemilu 2004.
Hartati Murdaya
juga sangat berharap umat Buddha yang tergabung dalam
KASI (Konferensi Agung Sangha Indoensia) bisa bersatu
dengan WALUBI untuk menyelenggarakan peringatan Waisak
2004 secara bersama-sama, yakni di Candi Borobudur,
Jawa Tengah.
Seperti diketahui, peringatan Waisak
tahun-tahun sebelumnya dilakukan secara terpisah oleh
WALUBI dan KASI. WALUBI selalu memperingatinya di
Candi Borobudur, sedangkan KASI di Jakarta.
Menurut rencana WALUBI akan
memperingati hari Tri Suci Waisak 2548/2004 tanggal 2
dan 3 Juni 2004 yang dipusatkan di Candi Borobudur.
Sebelum peringatan detik-detik Waisak,
juga diselenggarakan berbagai rangkaian kegiatan
ritual yang berkaitan dengan hari suci bagi umat
Buddha itu.
Peringatan Waisak yang diselenggarakan
WALUBI selalu dihadiri puluhan ribu umat Buddha dari
seluruh Indonesia dan tokoh-tokoh umat Buddha dari
mancanegara.
Tahun ini, tema Waisak yang akan
diselenggarakan WALUBI adalah “Dengan Hikmah Waisak
2548/2004, Marilah Kita Meningkatkan Kualitas
Penghayatan dan Pengamalan Buddha Dharma Demi
Kebahagiaan Lahir Batin.” (PR/E-5)
SUARA PEMBARUAN Jumat,
19 Maret 2004
|