WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

 KIAP & Konrad Adenauer Stiftung dukung Pemilu 2004

 

KIAP & Konrad Adenauer Stiftung dukung Pemilu 2004

 

 

PEMILU 2004 banyak Presidennya juga benderanya, namun siapapun presidennya kita patut menghormati dan mendukung, seandainya ada Calon Presiden yang terpilih   menjadi Presiden. Sekilas penyampaian pesan demokrasi dari Dra S. Hartati Murdaya Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP Walubi) dihadapan 200 tokoh dari berbagai pemuka Agama di Intercontinental MidPlaza, Jakarta Rabu 31/3/04.

 

Menghadapi Pemilu 2004 baik legislatif pada tanggal 5 April 2004, 5 Juli 2004 maupun Pemilu eksekutif  20 September 2004, para tokoh dari berbagai agama telah menye ruhkan kepada seluruh lapisan masyarakat yang mempunyai hak pilih agar menggunakan hak politik dengan sebaik-baiknya sebagai manifestasi tanggung jawab bagi setiap warga negara.

 

Silaturahmi para Tokoh Agama tentang Masa Depan Demokrasi Indonesia ini telah diprakarsai oleh Komite Indonesia Untuk Agama dan Perdamaian (KIAP) dan Konrad Adenauer Stiftung (KAS), membahas tema sentral tentang masalah masa depan demokrasi Indonesia. Kegiatan acara diantaranya diisi oleh pesan para tokoh umat beragama, Dialog demokrasi dari persepektif beragama dan Dialog agama untuk demokrasi.

 

Para pemegang hak politik  dimintai peran untuk tanggung jawab terhadap Pemilihan Umum tersebut, maka setiap warga juga diharapkan untuk; mendengarkan kata hati nurani dari masing-masing kontestan parpol dengan cara, mengamati, memilih dan menagih janji caleg, bila sesudah Pemilu, kata Prof.Dr.Din Samsudin (Ketua KIAP/IComRP)

 

Sehubungan dengan itu para tokoh dari berbagai agama memberikan dukungan pesan demokrasi, melalui banner yang berbunyi; “Jadikan Pemilu Momentum Perubahan (MUI), Damai Itu Indah (KWI), Mari Menyatu Dalam Perbedaan (Okuimene-PGI), Indonesiaku Bersatu (WALUBI), Damai & Tertib Kunci Sukses Pemilu (PHDI), Suara Rakyat, Suara Tuhan (MATAKIN)”.  Para Tokoh  Agama itu adalah DR.H.Amidhan, Ketua MUI (Islam), Mgr.A . Agus, Uskup Sintang, KWI (Katolik), Pdt.DR.Natan Setiabudi , Ketua Umum PGI (Protestan), Dra.S.Hartati Murdaya, Ketua Umum Walubi (Buddha), I.Nyoman Suwandha Ketua Parisada Hindu Dharma (Hindu), Ir.Budi Santoso Tanuwibowo MM, Ketua Umum Matakin (Khonghucu).

 

Kesimpulan dari para pemuka agama sesuai dengan kondisi ajarannya masing-masing, sangat perlu memperhatikan memandang dan memberi kesepakatan bersama bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik sebagai sarana untuk membangun rumah ke Indonesian dan  bertumpu pada sendi kebersamaan, kesetaraan, keadilan dan tak diskriminasi.

 

Perbedaan dari keagamaan merupakan kekayaan budaya yang harus dihormati dan dapat dijadikan sebagai pilar pengembangan bagi kehidupan berdemokrasi.

Para tokoh dari agama-agama juga menilai sesuai dengan pesan agamanya masing-masing serta memperhatikan, bahwa Pemilu 2004 merupakan agenda nasional yang memiliki nilai strategi untuk mengatasi krisis multi dimensional, disamping untuk mengatasi konflik horizontal maupun konflik vertical di tanah air.

 

Pada intinya demokrasi adalah berani mengemukakan kebenaran serta mementingkan kebersamaan sesuai dengan konteks budaya dan politik. Apa yang telah tersurat sesuai amanat Tuhan / Nabi, yaitu menentang ketidakadilan.

 

Dikatakan pula, demokrasi adalah sumbangan komitmen yang terbaik bagi bangunan sosial masyarakat dan tetap harus memikirkan bangunan-bangunan komunitas sesuai dengan keberagaman yang ada di masyarakat itu sendiri.

 

Inti semua dari demokrasi adalah   menekankan pada solidaritas  terhadap situasi atau keberadaan aturan main. Sedangkan demokrasi itu sendiri adalah sebagai alat yang terpenting untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan. Walau kekuasaan hak demokrasi harus sesuai dengan pilihan rakyat dan fungsi pemerintahan (government). //tt

 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.