WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

 Para Tokoh Agama: Parpol Sikapi Arif Hasil Pemilu

 

 
(Click pada gambar  untuk memperbesar )

TOKOH tokoh agama yang tergabung dalam Komite Indonesia untuk Agama dan Perdamaian, terdiri dari berbagai komunitas agama, menginginkan partai politik peserta pemilu untuk bersifat arif dalam menyikapi hasil pemungutan suara. Penolakan hasil pemungutan suara pemilihan umum oleh sejumlah parpol, beberapa waktu lalu merupakan bukti bahwa parpol bersifat kurang arif, dibandingkan masyarakat yang sudah punya semangat untuk melaksanakan pemilu. Apalagi masyarakat sendiri tampaknya sudah lebih maju dengan tidak mempersoalkan lagi siapa yang menang dan kalah.

Disini para Tokoh pemuka agama sebagai eksponen bangsa merasakan punya tanggung jawab moral dan melakukan tinjauan dari berbagai aspek upaya strategi dalam menyusun agenda Penyelamatan Bangsa usai Pemilu 2004.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Silatuhrahmi Eksponen Bangsa yang diselenggarakan Komite Agama untuk Perdamaian Indonesia di kantor Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Selasa 13/4/04. Diskusi yang dimotori Wakil Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.DR.Din Samsudin, juga di hadiri oleh Mahfudzoh Muslimat NU, Muhammad Noer Dewan Dakwah NU, YM.Bhiksu Tadisa Paramita, Bhikkhu Dhammapalo, Bhikkhu Sumano Perwakilan Sangha WALUBI, Andreas Yewango Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Wawan Kurniawan Majelis Tinggi Khonghucu, P Sigit Pramudji Konferensi Wali gereja Indonesia, dan I Nyoman Widi Parisadha Hindu Dharma Indonesia.

Selain itu juga hadir seperti artis layar kaca Dita Indah Sari, Nurul Arifin Caleg Partai Golkar, Caleg PAN Paquita Wijaya, Rhoma Irama dan Deddy Gumelar (Mi’ing)dari PPP dan PKS.

Bhiksu Tadisa Paramita mencermati pelaksanan pemilu di daerah terjadi diundur dan pengulangan, karena kesalahan pengiriman logistik, mungkin adanya unsur kesengajaan yang semuanya dipastikan awal ketidakpuasan. Tetapi akhirnya dapat berjalan lancar dan damai.

Dalam pelaksanaan pemilu tentu ada yang menang dan yang kalah. Bhiksu Tadisa mengharapkan semua itu harus sportif, arif dan ikhlas, apabila tidak terpilih tidak harus kecewa, namun berjuanglah untuk melayani masyarakat banyak, agar nantinya mendapat dukungan simpati pada pemilu yang akan datang.

Himbauan Bhiksu Tadisa untuk para pemimpin parpol dimana saja berada, “dalam mengangkat citra mengedepankan bangsa dan negara, demi masa depan Indonesia yang indah dan lebih cemerlang. Tuhan Yang Maha Esa senantiasa bersama kita, kebenaran akan menang, keadilan akan berbicara, hukum karma akan bertindak, yang bermutu baik pasti mendapat simpati dukungan masyarakat banyak serta memperoleh restu dan anugerah Nya pasti menang, terpilih menjadi pimpinan legislatif maupun di eksekutif”, katanya.

I Nyoman Widi (PHDI)juga menegaskan tentang penolakan pemilu dari beberapa partai lalu, “penolakan pemilu hanya akan menyengsarakan rakyat. Situasinya dapat menyebabkan chaos, maka diminta jangan sampai terjadi pengulangan”, tegasnya.

Andreas (PGI) mengakui, pelaksanaan pemilu lalu sebenarnya sudah sangat baik. Terlihat antusiasme masyarakat sangat besar untuk serius mengikuti berbagai proses politik. Jika antusiasme ini ditolak, berarti sangat tidak arif. “ Rakyat janganlah dimasukkan dalam kepanikan baru. KPU memang yang harus bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Sigit (KWI)menawarkan, saat ini banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya dari proses pelaksanaan pemilu 5 April yang baru lalu. Banyak pihak yang masih harus belajar, KPU dan partai politik juga harus banyak mengambil pelajaran dari situasi ini. “ Untuk kedepan, KPU belajar agar tidak muncul lagi penolakan, parpol belajar untuk menerima kekalahan dan masyarakat juga bisa semakin taat hukum dan peraturan agar demokrasi semakin bisa dikembangkan,” katanya.

Mahfudzoh (NU)mengamati, pelaksanaan pemilu harus bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat untuk menaikkan tingkat kemampuan demokrasinya. Pelaksanan pemilu sudah baik, ini harus terus dilanjutkan pada masa pemilihan presiden mendatang.tt
 


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.