|
KPU Coffe Morning
dengan Tokoh Agama
17 Pebruari 2004, Selasa
pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta. Komisi
Pemilihan Umum (KPU) bersama para Tokoh Agama menggelar acara. Sehubungan
semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2004, KPU mengadakan
pendekatan dengan Tokoh Agama, telah memberikan informasi melalui diskusi
informal yang dikemas dalam acara KPU Coffe Morning dengan Tokoh Agama.
Ini berkaitan dengan kesiapan penyelenggaraan Pemilu 2004. Terkait sebanyak 30
personal dari para Tokoh agama dan sejumlah institusi, mengikuti dengan serius
dan masing-masing peserta yang hadir untuk dimintakan pendapat.
Diantaranya Dewan Pengurus
Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI) yang dipimpin oleh Dra. S.
Hartati Murdaya dengan pembicara Suhadi Sendjaja. DPP WALUBI yang mewakili
segenap umat Buddha di tanah air, telah menjelaskan dalam forum sebanyak dua
butir, pertama umat Buddha pada dasarnya telah siap mensukseskan Pemilu
2004. WALUBI selain mengarahkan umat, juga mempersiapkan hati, guna
mempersiapkan Pemilu yang aman, jujur dan bersih serta dapat
dipertangungjawabkan. Kedua,WALUBI tidak menyentuh persoalan teknis,
tetapi tetap mendorong moralitas umat Buddha dengan dasar cinta tanah air. Yang
dimaksud mewujudkan cinta tanah air ini menurut Suhadi adalah turut mensukseskan
Pemilu, karena dengan Pemilu merupakan salah satu upaya bangsa, agar bisa
merubah nasib, terlepas dari itu, secepatnya dapat keluar dari krisis. Dilandasi
dengan kesadaran, WALUBI telah mengarahkan seluruh potensi umat Buddha, turut
mensukseskan Pemilu 2004.
Ketika Pers bertanya
pada Suhadi, orang nomor satu di Parisadha Buddha Dharma Niciren Soshu yang
kebetulan ketua forum yang mewakili umat Buddha ini. Apakah Walubi telah
mendukung salah satu parpol pada Pemilu 2004 .... lalu dijawab tegas Suhadi,
murni, Walubi tidak akan menyentuh pada aspek politik, apalagi politik
praktis.
Kepada Pers, Suhadi
juga memberi masukan pada jajaran yang bertugas di KPU, “walau KPU sekarang
sudah ada sistim jaringan baru dan serba computerize, yang katanya lebih teliti,
tetapi komputer ini khan.. tergantung dari manusia yang mengendalikan, maka
penting sekali, semua petugas KPU, hatinya tentu harus baik. Di Indonesia
biasanya ada tren baru, kalau lalu selesai Pemilu yang paling dianggap adalah
gedung parlemen DPR-RI, sekarang adalah gedung KPU. Dan Suhadi menambahkan
kepada Pers untuk Ketua KPU Pusat, Nazaruddin Sjamsuddin, yang begitu
bagus menjaga sikap dalam bicara, dan ini betul-betul baik, mudah-mudahan terus
bisa menjaga perasaan hati yang baik, diharapkan bisa menjaga persatuan dan
kesatuan dari pada bangsa. Itulah sebagai modal dasar demi suksesnya Pemilu 2004
ini, tandasnya.
Telah terdata di KPU Pusat
jumlah peserta Pemilu 2004 dari seluruh daerah Provinsi di Indonesia, sebanyak
147 juta (17/2/04). Nazaruddin sebagai Ketua KPU Pusat mengharapkan pada
pertemuan ini dapat bekerja sama, karena menilai tanpa bantuan para tokoh agama
merasa belum lengkap. Dan juga menginginkan dukungan pada Pemilu tahun ini, agar
dapat berjalan lancar dan sukses. Pemilu 2004 dengan kondisi yang berbeda pada
tahun-tahun sebelumnya. Ketua KPU ketika dijumpai Pers ditanyakan
mengenai kotak suara, dan menjawab bahwa itu tidak benar sama sekali, masalah
itu sudah dapat ditanggulangi, kemudian meminta masyarakat tak perlu kuatir,
tuturnya. toto
|