Ziarah Suci ke tanah Leluhur Sang Guru
DALAM rangka
meningkatkan ziarah ke tanah suci Buddha di India, Kedutaan Besar India untuk
Indonesia mendelegasikan Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira dari anggota Dewan
Sangha Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) hadir bersama dalam wisata
ziarah ke tanah leluhur Sang Guru, Buddha Gotama di India17/2/04.
India merupakan salah satu
negara tertua dengan kebudayaan begitu indah, kita sudah seharusnya menekuni
jejak yang pernah dilakukan Sang Buddha, kata Presiden India.
Disinilah kesungguhan
Pemerintah India sekaligus fasilitator dalam menggalakkan serta mengangkat
parawisata yang tidak tanggung-tanggung mengajak semua umat Buddha di dunia
untuk bersama melihat dari dekat dan membayangkan, seperti apa kehidupan Sang
Buddha, setelah semua berada di India.
Presiden India Abdul Kalam
dalam acara wisata spiritual yang menghadirkan lebih dari 300 Bhikkhu/Bhiksu/
Bhiksuni dari berbagai negara diantaranya Bangladesh, Vietnam, Kamboja, Korea
Utara, Myanmar, Mongolia, Indonesia dll. Tampak para Bhiksu antusias mendukung
dan menerima ajakan Presiden India dengan menghimbau seluruh umat beragama
Buddha datang berwisata ziarah ke tanah Sang Guru yang masih menyimpan bukti
catatan sejarah, seperti kelahiran, mencapai pencerahan agung, memutar roda
dharma hingga Parinirvana Sang Buddha.
Perjalanan ziarah positif
sebagai undangan, fasilitator Pemerintah India selama dua hari, 17 dan 18
Pebruari 2004 dalam acara International Conclave On Buddhism and Spiritual
Tourism, bukanlah sekedar jalan-jalan, melainkan menggali potensi yang ada dan
menghidupkan kembali riwayat hidup Buddha Gotama. “Anggaplah segala sesuatu yang
didapat ada disana sebagai dharma”, kata Bhiksu Dhyanavira yang disapa Suhu
Tingshiung, dijumpai di Bisnis Center PRJ 13/4/04 ketika menghadiri rapat
Panitia Nasional Waisak 2548/2004 Selasa malam.
Lebih jauh ditegaskan
tentang manfaat kunjungan yang diperoleh ketempat sejarah Sang Guru adalah
menumbuhkan keyakinan yang lebih kuat pada keluhuran dan kebenaran Buddha
Dharma, namun dengan keyakinan Suhu Tingshiung berada di tanah Buddha seolah
berada dan telah mampu menembus dimensi waktu, sehingga terasa hidup kembali di
zaman Sang Buddha. tt
|