Mahasiswa
Kobe datangi Walubi
Kantor Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha
Indonesia (DPP WALUBI) kedatangan Mahasiswa dari Universitas Kobe
Jepang, Matsuda Hiroshi 21/7/04. Dalam kunjungannya ke Indonesia,
Mahasiswa Strata 2 ini ingin banyak mengetahui tentang harmonisasi
perkembangan agama-agama bersama kultur budaya yang tumbuh dewasa
ini.
Matsuda banyak mengagendakan tempat-tempat bersejarah
khususnya tempat ibadah agama Buddha yang didirikan tahun 1938
terletak di Jalan LaoTze Pasar Baru. Ini dinilainya banyak timbul
kerancuan, seperti yang dikemukakan kepada “WALUBI”, yang
semestinya itu tempat ibadah Kelenteng, kenapa papan nama
menyebutkan itu “Vihara”.
“Belum lagi setelah pelaksanaan survey di Rengat,
Provinsi Riau-Pakanbaru, semua sinkretisme” tutur dipenjelajah agama
selama 4 tahun.
Di kantor Walubi, Mahasiswa jurusan anthropolog agama
ini sempat berdialog dengan Bhiksu Samantha Kusala, tentang Agama
Buddha Mahayana. Mahasiswa peneliti yang berusia 54 tahun ini
mengungkapkan negerinya di Jepang. Pada umumnya penduduk disana
lahir mengikuti kultur agama leluhur yaitu Shinto, setelah remaja
dan beranjak dewasa berpindah agama menjadi Kristen, tetapi setelah
rentah masuk Vihara, dan kebanyakan yang berkembang di Jepang adalah
Agama Buddha Mahayana. Umat beragama Buddha disana tidak
memperdulikan sekte dan penceramah, tetapi saat kebaktian hanya
datang dan menjalankan ibadah. Di Jepang agama dan suku tidak
dipermasalahkan, seperti yang ada di Indonesia, semua di Jepang
diberikan hak kebebasan beragama, tidak ada diskriminasi agama.
Bhiksu
Samantha Kusala sempat memperkenalkan majalah”WALUBI” kepada
Matsuda Hiroshi. Isi kegiatan mengenai aktivitas Umat Buddha
Mahayana di Indonesia, salah satunya adalah Sriwijaya sebagai fakta
sejarah agama Buddha.tt |