WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 CONTENTS

MEMBINA KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN DALAM KASIH

Sebuah catatan oleh  SONIKA, Tokoh Buddhis Riau

Hidup dalam kerukunan dan kebersamaan dalam sebuah kasih nyata adalah sangat penting ditengah-tengah kehidupan manusia. Tanpa kasih seolah-olah dunia ini akan layu dan mati kekeringan. Sebagai tokoh masyarakat Buddha, kita mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam membina kerukunan sesama dan menyampaikan kebenaran Buddha kepada siapapun yang berjodoh dan mau mendengarkan.

Dengan jodoh Kebuddhaan   , saya  mencoba memperaktekkan kehidupan

spiritual sesuai ajaran Buddha dan panggilan Kasih Buddha. Karenanya pada umur 19 tahun saya menjadi guru agama Buddha (tahun 1983/1984) sampai sekarang terus membina siswa/mahasiswa beragama Buddha di Riau sudah 20 tahun lalu, dengan pengalaman yang apa adanya dan tekad maju tak gentar, saya terus menerobos berbagai bentuk cobaan kehidupan, belajar dan mengajar tidak lepas dari kehidupan saya sampai sekarang, berkat bimbingan para Sesepuh dan Pandita Maitreya yang terus memotivasi dan memberikan harapan kedepan untuk mencapai Hati Nurani sadar cemerlang.

Saya berharap setiap momen dapat memberikan bimbingan dan penerangan dalam kebersamaan kepada siapapun, tanpa perbedaan. Karena kasih yang tiada diskriminasi,

Bentuk-bentuk himbauan moral dan tulisan spritual Buddhis terus saya sampaikan melalui berbagai media di Riau, dan tahun 2003 lalu saya coba membukukan sebuah buku berjudul ; Motivasi, Introspeksi dan Harapan. Yang merupakan kumpulan dari berbagai tulisan dalam berbagai momen ceramah dan bimbingan yang saya sampaikan,

seperti memberikan kuliah terbuka pada jurusan perbandingan agama perspektif Buddhis kepada para mahasiswa/I Islam IAIN Susqa, dan tahun 2004 saya mendapat kehormatan sebagai Dosen LB di Institut tersebut, seminar-seminar,lokakarya dan mimbar agama.

Saya tidak lupa membimbing saudara-saudara sedharma baik terhimpun dalam persaudaraan guru maupun siswa dan mahasiswa, siapapun yang mau maju bathinnya, tiada perbedaan dari mana aliran dan sektenya. Ingatkan hanya kasih tanpa perbedaan.

Dengan kasih Tuhan Yang Maha Esa saya mengikuti berbagai kegiatan Vihara Maitreya di Riau, dengan tugas guru agama Buddha, Pembina dan sekarang ketua persaudaraan guru agama Mapanbumi Riau.

Pendekatan dengan anggota masyarakat terus saya lakukan, dan sangat berharap agar Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) kedepan akan mempererat hubungan silahturrahmi (persaudaraan) sesama umat Buddha tidak membedakan majelisnya. Setiap umat Buddha dan manusia mempunyai cita-cita yang berbeda, tujuan yang berbeda dalam bentuk, namun sama dalam samudra nurani, tiada perbedaan. Pendekatan yang paling baik antar sesama umat Buddha adalah keakraban dalam berkomunikasi dan saling pengertian, selalu mengembankan Kasih sebagai peraktek nyata Ajaran Buddha. Janganlah kita mempertentangkan perbedaan atau ngotot pada keberadaan dirinya yang paling sempurna dan bersih atau suci. Perbuatan dari Nuranilah yang paling benar dan suci yang tiada perbedaan dan pertentangan, seperti surya-rembulan  yang menyinari dan langit-bumi yang memberi tanpa pamrih.Cobalah kita juga mengukur kemajuan batin dengan orang suci, Buddha, Bodhisatva yang telah mengorbankan jiwa-raga, darah-air mata, keringat dan harta benda untuk memberi kemakmuran kebahagiaan pada kita dan apa yang kita perbuat untuk orang lain, sungguh malu bukan? Dimana ya nuraniku.Semoga kita semakin reflek pada sekitar kita dan maju dalam pembinaan batin. 

Salam saya, Sonika.


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.