WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 CONTENTS

 Bhiksu Dutavira : Berbakti Dalam Ulambana

BUDDHA telah menyebarkan agama, tetapi kualitas Agama Buddha dalam penyebaran lebih membutuhkan quality bukan quantity, kata YA. Bhiksu Dutavira Mahastahvira ketika jumpa Pers, dalam rangka bulan ketujuh Imlek (Citgwee), dalam jelang pemilihan Presiden RI pada putaran kedua, telah menyelenggarakan kebaktian khusus dan menyampaikan pembabaran Dharma yang berthemakan “ Berbakti dalam Ulambana “ di Balai Samudra, Kelapa Gading-Jakarta Utara pada Jum’at 20/8/04.

Bhiksu Dutavira yang disapa Suhu Benny ini menyadari, bahwa setiap orang mempunyai niat kemauan. Telah dikatakan, niat dan kemauan setiap orang berbeda-beda, “disitulah kuasa Tuhan,  yang miskin mempunyai kemauan, yang kaya juga mempunyai kemauan. Begitupun perjodohan didalam beragama yang mana kami yakin, setiap orang mempunyai panggilan hati nurani yang berbeda”,tuturnya. Dan ditambahkan Suhu,” itulah agama Buddha, cara pengembangan ajarannya berdasarkan kesadaran. Bukan lagi berdasarkan trik-trik promosi dan sebagainya”. kata Koordinator Dewan Sangha Walubi.

Ditegaskan kembali oleh Ketua Majabumi “Tanah Suci”,  yang sebenarnya agama Buddha bukan saja menyebarkan agama, tetapi Buddha menyebarkan dalam konteks kesadaran. Inti poin agama Buddha adalah mengharapkan semua makhluk berbahagia, dengan doktrin, jangan berbuat jahat, lalu berbuat baik, sucikan hati dan pikiran, dan itulah inti ajaran Buddha.

Dalam ceramahnya YA.Bhiksu Dutavira Mahastahvira,

Orang yang mau sukses dalam dunia harus banyak “ Berbakti Dalam Ulambana”, sehingga dapat menumbuhkan kekuatan yang menggetarkan langit dan bumi, dengan demikian sangat mudah memperoleh keberuntungan.

Bulan ketujuh Imlek (Citgwee) adalah bulan berbakti untuk memohon, agar para leluhur yang meninggal dunia dapat terlahir di tanah suci surga sukhavati. Bagai Arhat Monggalana, sewaktu menolong ibunya yang berada di neraka.

Buddha bersabda  dengan kekuatan ribuan orang, berdoa bersama akan menimbulkan kekuatan yang berlipat ganda. Tidak ada artinya, kita sebagai manusia / anak tidak berbuat sesuatu untuk leluhur / orangtua, keluarga yang telah meninggal dunia. Untuk itu gunakanlah kesempatan setahun sekali, disaat bulan ketujuh, mendoakan leluhur / orang tua yang telah meningal dunia.

Tentu lebih mempunyai arti, bila kita mengerti makna berbakti yang diajarkan oleh Hyang Buddha.

Sekitar 1700 umat Buddha Majabumi Tanah Suci, hadir melaksanakan kebaktian. Susunan acara  pukul 19:15 hingga 22:00, dimulai dengan pemanjatan Buddha Smrti, dilanjutkan pembabaran Dharma Oleh YA.Bhiksu Dutavira Mahastavira, kemudian umat bersama membaca Sutra Amitabha. Dengan harapan semoga kekuatan para Buddha dapat menolong arwah para leluhur dan makhluk di tiga alam samsara, agar semua makhluk dengan kondisi karma masing-masing dapat tertolong , sehingga dapat bertumimbal di alam Surga Sukhavati. Seperti hal nya Arhat Monggalana menolong ibunya di alam neraka. Penutup, para Bhiksu menyulut lilin teratai besar, turun dari singgasana memberikan penerangan/lilin berbentuk teratai merah (padma) kecil kepada seluruh umat Buddha yang hadir setelah mengikuti persembayangan bersama, harapan umat, percaya berkat Buddha dan Kwan Im senantiasa bersama kita. toto   


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.