Di awal tahun baru 2005 para sukarelawan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) telah berada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berbagi kasih dengan penuh keharuan dan turut merasakan, melihat gelimang kepedihan warga Aceh korban badai tsunami 26 Desember 2004. Sukarelawan Walubi menyatu setelah menyapa para korban di barak pengungsian sambil memberikan makanan kecil pada semua warga Aceh yang berada di tenda-tenda tersebut. Walubi dan TNI-AU melakukan bakti kemanusiaan selama sebulan penuh dan senantiasa memberi yang terbaik menjaga keselamatannya, melindungi pengungsi selama dalam ruang perawatan. Tidak kurang dari 400 pasien setiap hari dilayani melalui pengobatan Cuma-Cuma diberikan kepada warga Aceh berasal dari berbagai daerah Meulaboh, Calang, Lamnoe, Bireun, Lhok Nah dll.yang dievakuasi melalui mobile kendaraan Walubi Rescue dan Helipuma penerbangan milik TNI-AU setiap harinya menyisir lokasi yang tertimpa bencana.
Walubi bersama TNI-AU melakukan bakti kemanusiaan di Banda Aceh tidak sekadar baksos biasa, namun lebih serius semua jajaran sukarelawan siap 24 jam ditingkatkan dalam melayani pasien yang keluar dan masuk. Aktivitas tambahan lain Walubi dan TNI-AU selalu dalam siaga satu, kesiagaannya membuka unit gawat darurat (UGD) baik aparat TNI dilokasi, dokter, perawat dan sukarelawan Walubi di apotik kesehatan lapangan, karena korban tsunami yang berada di barak-barak banyak kedapatan luka dalam yang serius menderita radang paru-paru, karena terbawa arus tsunami lebih dari satu kilometer, sempat tenggelam meminum air laut bercampur lumpur bahkan banyak pula yang kaki, tangan serta tulang rusuknya patah akibat benturan benda-benda keras selama terbawa arus tsunami disamping ada yang menderita depresi dan sakit jiwa.
Setiap harinya bantuan logistik Walubi diturunkan berupa makanan, sembako, air mineral untuk pasien korban tsunami seperti ibu hamil, anak-anak dan orang tua di kirim Walubi melalui Jakarta dan Medan ditambah stok obat-obatan yang terus bertambah. Kebutuhan-demi kebutuhan antara Walubi dan TNI-AU juga ditingkatkan, sehingga menambah jumlah personil dari kedua jajaran tersebut. Sisi lain kebutuhan tenda dari duabelas tenda keslap ditambah peleton terpasang tak mencukupi, hingga meluas dan mendapat tenda cadangan sebanyak10 unit, sumbangan negara RRT disertai dua buah lemari es dukungan dari negara Jepang.(toto)