JAJARAN fungsionaris Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI) dibawah pimpinan Dra. S.Hartati Murdaya tepat hari Selasa, 1 Maret 2005 diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara-Jakarta. Delegasi DPP WALUBI bersama Dewan Kerohaniawan yang berjumlah 13 orang tersebut di dampingi Menteri Agama RI M.Maftuh Basyuni SH. Saat bertemu Presiden, Hartati Murdaya melaporkan hasil kerja kemanusiaan nya selama di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dalam kesempatan ini pun Hartati mengungkapkan dan menyampaikan kepada Presiden tentang peringatan Waisak 2005 yang jatuh pada 24 Mei 2005 dan Musyawarah Nasional Walubi yang rencana di selengarakan tahun ini di Jakarta. Hartati juga menjelaskan kepada Presiden SBY bahwa setiap hari Waisak Satu hari sebelumnya melaksanakan ritualisasi dan prosesi di dua lokasi yakni pengambilan api alam dari Mrapen, Grobogan-Purwadadi dan air di Umbul Jumprit-Temanggung keduanya masih di provinsi Jawa Tengah, kemudian di boyong ke Candi Mendut untuk disakralkan kembali. Puncak air, api beserta sarana puja pada hari “H” dibawa dari Mendut menuju Candi Agung Borobudur. Setelah usai upacara Waisak dilanjutkan seremonial dan dilakukan secara terpisah. Pada “Pers” , Ketua Umum DPP Walubi mengatakan “Presiden SBY akan hadir pada seremonial Waisak 2005 di Borobudur bersama wakil-wakil masyarakat dari agama lain” Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira juga pada Presiden SBY, mengungkapkan bahwa Waisak yang diselenggarakan Walubi di Borobudur selama dua periode kepemimpinan negara, semasa Presiden Gusdur dan Megawati Soekarnoputri tidak pernah hadir, namun SBY di Istana Negara di hadapan Perwakilan Umat Buddha Indonesia, berjanji dan bersedia hadiri Peringatan Nasional Waisak yang dilaksanakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia pada acara seremonial. Dari jumlah 13 orang fungsionaris Walubi yang hadir menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono antara lain : Ketua Umum DPP Walubi Dra.S.Hartati Murdaya, Rohaniawan Buddha :Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira (Mahayana), Bhiksuni Viryaguna Sthavira (Mahayana), Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira (Mahayana), Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera (Theravada), Bhikkhu Kalanyuta (Theravada), Lhama Lien Ie (Tantrayana Satya Buddha), David Herman Jaya (Ketua DPD WALUBI Jawa Tengah) (T2). |