WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

Warta WALUBI

 

PEMERINTAH CHINA BERSAMA WALUBI BANGUN RUMAH SEKOLAH ANTI GEMPA DI ACEH

 

Pasca tanggap darurat yang berakhir pada 26 Maret 2005 lalu, pemerintah China berencana akan membangun 60 set rumah sekolah dan asrama tahan gempadi sejumlah daerah kabupaten/kota di provinsi Nanggroe Aceh (NAD).

Rencana pembangunan sekolah anti gempa tersebut akan dilaksanakan para ahli dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Perhimpunan Masyarakat Golongan (PMG) yang akan dimulai minggu depan. Demikian diungkapkan Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Dra. Siti Hartati Murdaya dalam acara serah terima di Blan Blintang Aceh besar, Rabu 30/3/05.

Pembangunan rumah sekolah prefab sumbangan Pemerintah China direncanakan akan dibangun di kecamatan darussalam, dikampus Unsyiah, IAIN, Blang Padang, Lamteumen Banda Aceh . Diaceh Besar dibangun di Blan Blintang, lalu di Aceh Jaya dibangun di Calang, Krueng Sabe dan Teunom. Selain itu, ujar Hartati Murdaya juga akan dibangun sekolah anti gempa tersebut di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh seperti Meulaboh (Aceh Barat), Sigli (Pidie), Bireuen serta di kawasan Pulau Wisata Sabang.

Secara teknis, koordinator pembangunan sekolah bantuan pemerintah China dari Walubi, Dr. Rusdi mengemukakan, sekolah prefab yang dibuat ini mampu menahan guncangan gempa dengan kekuatan 7.0 SR. Selain anti gempa yang berkekuatan 7.0 SR, sekolah prefab ini juga tak mudah terbakar dan tak mudah dirobohkan, sehingga diharapkan mampu bertahan selama jangka waktu hingga 50 tahun kedepan.

Bangunan sekolah yang dirakit ini, ujar dr Rusdi juga memiliki kekuatan pondasi yang kokoh, karena ditanam hingga kedalaman 1,5 meter. Diatas pondasi inilah baru dibangun sekolah tersebut.

Dikatakan untuk membangun 60 set sekolah prefab tidak membutuhkan waktu yang lama, sebab satu sekolah dapat dibangun selama satu bulan dengan membuat pondasinya, sedangkan jika hanya membuat ataun merakit bangunan sekolah ini cukup dua minggu saja. Begitu juga dalam membuatnya tak memerlukan banyak tenaga pekerja, melainkan cukup dengan mengerahkan 15 orang tenaga, bangunan sekolah ini dapat dituntaskan dalam waktu yang singkat.

Saat ini bahan yang akan digunakan untuk membangun sekolah ini sudah berada di Medan Sumatera Utara (Sumut), tinggal menunggu waktu untuk mengangkatnya, bahan bangunannya ini memiliki 365 kontainer.

Jadi untuk mengangkut keseluruhan bangunan ini ke Aceh membutuhkan 1.400 truk ujar Rusdi sembari menambahkan, masalah transpotasi inilah yang sedikit menghambat, karena membutuhkan banyak armada untuk mengangkat semua bahan bangunan sekolah prefab ini.



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.