|
Dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2549/2005 maka pada hari Minggu tanggal 1 Mei 2005 WALUBI meneyelenggarakan Karya Bhakti Sosial membersihkan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Salah satu cara untuk menghindari terjadinya bencana alam yang belakangan ini kerap terjadi di berbagai wilayah di Indonesia adalah dengan cara menghentikan berbagai konflik antar umat, manusia di berbagai bidang. Selain menghentikan konflik, umat manusia juga harus melakukan berbagai amal kebajikan, kata Dra. S.Hartati Murdaya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI) yang dijumpai ditengah tengah acara membersihkan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta (1/5/05).
Menurut Hartati acara ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Walubi dalam rangka Hari Raya Tri Suci Waisak yang jatuh pada tanggal 24 Mei 2005 mendatang. Demikian dengan ajaran Buddha beliau menjelaskan ada korelasi yang cukup erat antara perilaku manusia dengan kondisi alam. Jika hubungan antar manusia berlangsung baik, maka alam semesta juga merespon secara positif, sebaliknya jika umat manusia berbuat kemaksiatan, pertengkaran dan sejenisnya maka alam semesta akan merespons secara negatif. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya bencana alam seperti yang tengah dialami oleh sebagian penduduk Indonesia saat ini.
Lebih jauh Hartati juga merincikan terjadinya macam-macam konflik di Indonesia yang tidak habis-habisnya. Mulai dari gerakan separatis, konflik internal organisasi politik dan sosial. “Selain itu etika dan moral harus selalu dikedepankan dalam kehidupan sehari-hari” tutur Ketua Umum DPP Walubi. Untuk itu Walubi menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia bersatu padu untuk melakukan kebajikan satu sama lain. Jika bangsa Indonesia bersatu padu dan menjalankan kehidupan sehari-hari dengan etikamoral tinggi,alam akan bersahabat karib dengan manusia ,sehingga rakyat Indonesia bisa hidup sejahtera, tandas Hartati pada Minggu pagi setelah memimpin ratusan umat Buddha yang berada di Jabotabek.
Berbicara tentang pembersihan makam di Taman Makam Pahlawan Nasional, Ibu Ketua Umum Walubi serius menyatakan bahwa seluruh umat Buddha di Indonesia melakukan hal yang sama di masing-masing daerahnya,dan ini merupakan bagian dari Dharma seperti yang diajarkan oleh Buddha yakni dharma negara (setia terhadap negara).Umat Buddha khususnya dan bangsa pada umumnya harus menghormati para pahlawannya yang telah melakukan pengorbanan yang tak dapat diukur betapa besarnya. Sehingga kita semua bisa hidup seperti sekarang ini.
Kegiatan di TMPN Kalibata dimulai dengan upacara, doa oleh para Bhiksu /Bhikkhu Sangha/Fashe setelah selesai Ibu Ketua Umum Walubi penyerahkan 2 buah gerobak sampah dan 1 buah asbak/tempatpembuang sampah kepada pihak TMPN Kalibata, dilanjutkan para rohaniawan dan Ketua Umum DPP Walubi menuju makam untuk melakukan tabur bunga. Sedangkan para umat dari berbagai Majelis seperti Mahabudhi, Majubumi, Martrisia, Majabudti, Mapanbumi , Majubuthi, Madha Tantri, LKBI, PBD NSI, PSBDI, Majabumi Tanah Suci, dan Zhen Fo Zong Kasogatan membersihkan sampah di area taman,, mengecat topi baja, mengecat pas bunga, memotong rumput dll.
Aktivitas di daerah selain ke TMPN juga melakukan aksi sosial donor darah, pemberian sembako dan karya bakti social pengobatan Cuma-Cuma.
Tema Waisak kali ini berkaitan dengan moral dan etika yaitu, Dengan Semangat Waisak, Mari Kita Kembangkan rasa malu untuk berbuat jahat serta takut terhadap akibat perbuatan jahat untuk membangun moral dan etika umat manusia.
|
|