Magelang-Umat Buddha yang menghadiri puncak Tri Hari Suci Waisak 2005 yang dipusatkan di Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah, Senin (23/5) malam mengaku senang dan bangga karena acara itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kami senang Bapak Presiden bisa hadir dan itu menunjukkan kepedulian beliau terhadap adanya keberagaman beragama di negara kita," kata Ayodya, yang mengaku datang dari Bali , khusus untuk mengikuti acara ini.
Presiden datang didampingi Manteri Agama H Maftuh Basyuini dan tiba di Lapangan Guna Dharma sebelah barat Candi Borobudur, pukul 19.26 WIB. Dengan mengenakan baju batik warna cokat dipadu celana hitam, Presiden juga didampingi Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Ketua Walubi Hartati Murdaya dan Gubernur Jateng H Mardiyanto.
Puncak peringatan Waisak 2005 jatuh pada hari Selasa dini hari pukul 03.17.18' WIB yang ditandai umat dan para Bhiksu dengan meditasi.
Hartarti Murdaya kepada wartawan juga mengaku senang dengan kehadiran Presiden di acara itu padahal jadwal kesibukan Presiden sangat padat. Apalagi, Selasa (24/5) ini Presiden dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara Amerika Serikat , Vietnam dan Jepang.
Meditasi detik-detik Waisak itu berlangsung di depan altar utama yang didirikan di pelataran candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di antara Kali Elo dengan Progo Magelang itu.
Saat meditasi detik-detik Waisak itu, umat dan para bhiksu duduk bersila di karpet yang digelar di depan altar pelataran Candi Borobudur.
Usai pradhaksina, para bhiksu dari berbagai dewan sangha Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) memimpin umatnya masing-masing melantunkan parita dan doa di depan altar megah dengan aneka hiasan yang di tengahnya diletakkan berbagai sarana puja antara lain patung Buddha, air suci, api alam dan kitab suci.
Umat yang turut dalam meditasi detik-detik Waisak itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia , sedangkan para bhiksu selain berasal dari vihara di Indonesia juga datang dari luar negeri terutama negara-negara yang mayoritas penduduknya memeluk Buddha.
Perayaan Tri Hari Suci Waisak mengenang tiga peristiwa besar yaitu kelahiran Sidharta Gautama, Sidharta memeroleh pencerahan di bawah pohon Bodhi sehingga menjadi Buddha dan mangkat sebagai Sang Budha Gautama.
|