WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

Walubi Pematangsiantar Peringati Waisak 2549/2005.

 

Walubi Pematangsiantar Peringati Waisak 2549/2005

 

SEKITAR 2500 umat Buddha dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Pematang Siantar melakukan prosesi Tri Suci Waisak 2549/2005 yang dipelopori oleh YM. Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira.

Kegiatan rangkaian Tri Suci Waisak dimulai dengan pengambilan air ditepi sungai Babolon, di wilayah Simalungun 7/5/05. Air tersebut kemudian diarak berkeliling menuju Vihara Avalokitesvara yang berada di Pematang Siantar. Keesokan harinya dilakukan pengambilan api di area pelataran Vihara Maha Maitreya, Pematang Siantar-Sumatera Utara. Ritualisasi upacara dihadapan altar Buddha dilakukan Majelis-majelis Walubi secara bergiliran sebelum air dan api tersebut dibawa berkeliling kota sepanjang 3 km.

Dan tata cara upacara ritual dipimpin langsung oleh YM.Bhiksu Dhyanavira Maha Sthavira Prosesi Waisak dilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa air dan api diikuti para Bhiksu Mahayana seperti Ting Shiung Se, Chen Chen Se, Chi Cen Se, She Shien Se, Wen Miauw Se dan Ukay Se, para Pandita dari Mapanbumi, Umat Yayasan Pandita Buddha Dharma Indonesia dan Umat Buddha Zhen Fo Zhong Kasogatan.

Peringatan Tri Suci Waisak yang pertama kali dan terbesar di kota Pematang Siantar dimeriahkan Group Marching Band dari Yayasan Pandita Buddha Dharma Indonesia (BDI) dibawah pimpinan pusat Aiko Senosoenoto dan dilepas oleh Ketua DPRD Kota Pematang Siantar Lingga Napitupulu B. Eng didampingi Wakil Walikota Pematang Siantar, serta Kapolres Adhi Prawoto.

YM. Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira adalah seorang Bhiksu aktif dalam berbagai organisasi yang berhubungan dengan agama Buddha yang dianutnya. Putra asli kelahiran Pematang Siantar itu telah menggeluti ajaran Buddha lebih dari 20 tahun lamanya. Bhiksu yang mempunyai vihara besar di Pematang Siantar tersebut telah berhasil menggali potensi umat dalam membina kerukunan intern umat beragama. Salah satu debutnya penyelenggaraan Waisak 2549/2005 di Pematang Siantar.

Bhiksu Dhyanavira tersebut merupakan Bhiksu Mahayana pertama yang dipercayakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengambil sumpah jabatan anggota DPR-RI di Balai Sidang Jakarta tahun 2004 lalu.

Kejutan di Malam Kesenian Waisak 2005 Warga Pematang Siantar USAI dwiwindu Waisak YM.Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira mulai disibukan kembali dengan diselenggarakannya malam pagelaran kesenian Waisak 2549/2005. Putra kelahiran Pematang Siantar ini mengakui telah berusaha menyatuhkan umat Buddha tanpa melihat latar belakang. Semua umat Buddha Pematang Siantar khususnya, Sumatera Utara umumnya diharapkan Bhiksu Dhyanavira dapat berpartisipasi dan tidak pesimistis, pintanya.

Kejutan di malam kesenian Waisak, mempunyai bagian terpenting dalam sejarah perkembangan agama Buddha khusus Kota Pematang Siantar. Yakni pada puncak acara telah ditetapkan Arca Bodhisatva Avalokitesvara (Kwan Im/Dewi Welas Asih)tertinggi dan terbesar masuk dalam buku Museum Rekor Indonesia(MURI). Penyerahan dilakukan Ketua MURI Jaya Suprana kepada oleh Bhiksu Dhyanavira Mahasthavira.

Tampak hadir pada Malam Kesenian; Ketua DPRD Kota Lingga Napitupulu B.Eng, Kapolres Pematang Siantar Adhi Prawoto, Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana dan Ketua DPP Walubi Drs. Oka Diputhera:::..


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.