WARTA WALUBI

Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007

Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Tahun 2002


WARTA MAJELIS
Tahun 2003
Tahun 2002




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

 

Relik Buddha Gautama dan Arahat

 

Relik Buddha Gautama dan Arahat


KATA relik (sarira /sanskrit) berasal dari benda pusaka yang sakral atau disebut relik tubuh sejati, didapat dari hasil peleburan badan jasmani melalui proses pembakaran yang meninggalkan tulang belulang. Konon tradisi awal dari India ini telah membudaya dimiliki sejak sebelum Sang Buddha lahir. Relik disimpan pada delapan stupa dan dialokasikan kebeberpa peloksok negara oleh aliran Selatan (Theravada) meski tidak dapat dilihat dari jarak dekat.

Setelah jasad organ tubuh manusia habis dilumat api, demikian meninggalkan sisa-sisa mengkristal meliputi jantung, tulang, tempurung kepala, rambut, jari tangan, gigi, daging darah dan sebagainya. Benda-benda tersebut disebut relik, Ini telah dimiliki para Buddha diantaranya Buddha Gautama dan para Arahat Suci, teruji dari pelatihan moralitas, konsentrasi pikiran dan kebijaksanaan diri dalam tingkatan tertentu melaksanakan sila, samadhi dan panna.

Relik-relik itu telah diketemukan dibawah reruntuhan Vihara di negeri Birma dibawah melalui Malaysia ke Indonesia, dan menurut Bhiksu Zhi Wen ketika dijumpai reporter Warta Walubi di Arena PRJ 25/6/05 ” relik-relik tersebut telah diakui keasliannya oleh museum negara Birma, kemudian dibawa ke Singapura dan dipamerkan di Jiexpo Gedung Pusat Niaga lantai 5 -Kemayoran., Jakarta”.

Sabda Sang Buddha “, Relik adalah perlambang benih kebuddhaan hasil jasa kebajikan menjalankan enam paramita dan merupakan ladang kebajikan yang tertinggi”.

Dalam ujar-ujar Buddha, penghormatan kita kepada relik akan memberi manfaat memperteguh keyakinan kita umat manusia dalam menjalankan ajarannya, disamping mengembangkan Bodhi cita untuk mencapai pembebasan dari penderitaan.

“ Buddha memberi tahu Ananda dan semua yang hadir. Setelah Buddha Parinirvana, Dewa maupun manusia dan semua makhluk hidup yang memperoleh relik Buddha, di tengah kesedihan, kegembiraan. Antara pedih dan bersyukur, mereka yang menghormat dengan sepenuh hati memujanya, akan memperoleh jasa kebajikan yang tak terhingga.”
(Maha Parinirvana Sutra).

Pameran relik Buddha Gautama dan para Arahat berasal dari Myanmar serta Thailand di arena PRJ diselenggarakan oleh para tokoh Umat Buddha yang peduli pada perkembangan Buddha Dharma di Indonesia. Dilakukan selama tiga hari sangat nya antusias, dihadiri lebih dari 3000 pengunjung.

Dra.S.Hartati Murdaya pengelola PRJ yang juga selaku Ketua Umum DPP Walubi memberi dukungan tempat pameran secara Cuma-Cuma, seluas yang ada di gedung niaga lantai lima selama satu bulan arena pekan raya Jakarta berlangsung. Beliau hadir melihat dari dekat “ luar biasa pengunjung yang ingin mengetahui relik Sang Buddha”ujarnya. Namun akhirnya Hartati Murdaya memberi fasilitas tempat kembali, agar kegiatan tersebut dapat diperpanjang.

Ketua LKBI, N.Singgih SH mengungkapkan “ sungguh luar biasa sarira Sang Buddha bersama para murid-muridnya dapat dipamerkan. Dan merupakan momentum penting berada dihadapan yang harus kita lihat, mungkin kalau tidak berjodoh, kita tidak akan menemukan pameran relik agung seperti itu” tuturnya
Sedangkan Sunarya (Panitia Pameran/Tokoh Aktivis Madha Tantri) merasa bangga dan serius dengan pameran relik yang telah diselenggarakan. “karena dengan pameran relik dapat kembali membangkitkan napas-nafas umat Buddha untuk memperluas wawasan”.
Katanya. Ditambahkan, jumlah pengunjung yang hadir tak lepas dari mendengar dukungan radio swasta nasional yang terus mengudarakan kepada seluruh pendengar setia agama Buddha, juga SMS melalui teman-teman, tandasnya.

Adapun nama-nama peninggalan relik/sarira yang dipamerkan, antara lain ; Buddha Gautama, Sariputra, Moggalana, Kondanna, Bakula, Rahula, Baruna, Anurudha, Sivali, Upali, Ananda, Angulimala, dan para Arahat suci. Pameran Relik Sang Buddha dan Para Arahat Suci tersebut sebelum di Jakarta, Surabaya, Bogor, Medan dan Bandung telah melakukan eksebishi ke Malaysia. t2

Keterangan foto :
Bhiksu Zhi Wen tampak menjelaskan relik tulang pinggul Sang Buddha kepada Bhiksuni Ja Woo (Korea) pengunjung pameran relik di arena PRJ 26/6/05 tt


 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.