DALAM rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Vihara Budhi Mulia ke 30, sekitar 300 umat Buddha Vihara Budhi Mulia Jakarta berdatangan mulai pagi hingga sore hari. acara HUT dibuka oleh tabuhan dan permainan dua barongsay di halaman area vihara. Para umat melakukan penghormatan dan persembahyangan puja dengan sarana dupa yang mengeluarkan aroma wangi cendana.
Ny.Lim Kwi Fong Ketua Vihara Budhi Mulia didampingi Ketua Lembaga Keagamaan Buddha N.Singgih (berhimpun di WALUBI) mengatakan Hari jadi vihara, rutin setiap tahun diperingati karena mengingat para pengurusnya telah lanjut usia (lansia), minimal setahun sekali dapat bertemu bertukar pikiran, seperti layaknya reuni sekolah, tuturnya
Ritual upacara dipimpin oleh para caici ( umat Buddha wanita yang melepaskan keduniawian) seluruh wilayah DKI-Jakarta. Dengan pemanjatan doa mantra caici, para pengurus/panitia berseragam putih mengenakan dasi salur merah, mengikutinya dari belakang sambil merangkapkan kedua belah tangan sembari menggenggam tiga batang hio (dupa) memohon keselamatan dihadapan altar “Thian Kung”.
Upacara yang berulang-ulang dalam melaksanakan sarana puja dilakukan para pengurus Panitia Vihara Budhi Mulia yang berada dibilangan Jakarta Utara, selain memuja kepada yang diagungkan Tuhan Yang Maha Kuasa, Buddha Amitabaha, Avalokitesvara bertangan seribu juga memuja kepada para Brahma/Dewa yang membawa pengaruh besar pada kehidupan hari-hari umatnya.
Pada puncak ritual umat memberikan persembahan kertas wongsen dan sarana lainnya untuk dilebur satu diperabukan pada perapian pagoda yang berada didepan samping muka Vihara. Usai upacara umat memperoleh berkah kasih Buddha dalam bentuk buah-buahan diberikan pada setiap umat yang hadir.
|